Prof H.Agustitin: REFLEKSI

banner post atas

Tujuan hidup manusia adalah untuk mencapai derajat takwa. Orang yang bertakwa adalah orang yang imannya senantiasa aktif membentuk dirinya, sehingga kita tetap konsisten dalam beribadat, berakhlak mulia dan terjauh dari segenap kilaf dan salah .

Ekspresi yang diungkapkan lewat kehidupan ini adalah mewakili bentuk penguasaan diri dan usaha dalam membatasi kesenangan kesenangan dan berbagai kenikmatan lainya demi kecintaan kepada Allah Swt agar selalu mendapat berkah, memiliki kedekatan kepada Allah dan gairah untuk memperoleh keridhaan Allah.
Semoga di Ramadhan kali ini kita mendapat petunjuk serta syafaat dari Allah SWT agar meningkatkan kembali taqwa kita kepadaNya.

Memang begitu banyak Allah menunjukkan kuasaNya pada alam semesta ini. Begitu banyak sistem yang Allah telah buat di semua sektor. Begitu banyak keindahan yang Allah berikan kepada seluruh umat di bumi. Begitu juga peringatan Allah kepada umat yang menyimpang dari jalanNya. Syukurilah apa yang ada di semesta beserta isinya dan jadikanlah pelajaran peringatan Allah pada semesta serta masa-masa sebelum ini. Tundukkanlah diri ini hanya di hadapan Allah Taa’la agar kita selalu mendapat petunjukNya.

Iklan

Sebenarnya dalam kitabullah dijelaskan
*” Barang siapa beriman kepada Alloh dan hari akhir maka sambunglah tali silahturahmi “* jadi jelas menyambung tali silahturahmi itu wajib dilakukan.

Namun dalam masa pandemi Covid 19 ini pemerintah telah memberlakukan PSBB dan SOCIAL DISTANCING namun ini bukan berarti kita tidak bisa bersilahturahmi kepada teman , sanak saudara dan keluarga yang lain , bersilahturahmi tidak mesti dilakukan dengan cara saling berkunjung, siring dengan kemajuan zaman berbagai cara bisa kita lakukan demi menyambung tali silahturahmi misal kita bisa betatap muka walaupun jarak jauh melalui Vidiocall, menulis pesan melalui sms dan berbincang jarak jauh melalui telepon seluler.Tidak ada alasan lagi untuk kita agar bisa bersilahturahmi pada masa- masa seperti ini. Alloh akan memanjangkan usia pada manusia yang tidak memutus tali silahturahmi

BACA JUGA  Hadist Hari Ini Rabo 28 Jumadis Sani 1442

Banyak cara untuk menyambung tali silaturahmi, contohnya dengan cara saling berkunjung, saling memberi hadiah, atau dengan pemberian yang lain. Sambunglah silaturahmi itu dengan segala hal yang sudah dikenal manusia dalam membangun silaturahmi. Dengan silaturahmi, pahala yang besar akan diproleh dari Allah. Yang amat disayangkan, ternyata ada sebagian orang yang tidak mau menyambung silaturahmi, kecuali apabila orang itu mau menyambungnya. Jika demikian, maka sebenarnya yang dilakukan orang ini bukanlah silaturahmi, tetapi hanya sebagai balasan. Karena setiap orang yang berakal tentu berkeinginan untuk membalas setiap kebaikan yang telah diberikan kepadanya meskipun orang jauh. Masing-masing kita akan datang menghadap Allah dengan membawa pahala bagi orang yang menyambung tali silaturahmi. Atau orang menghadap dengan membawa dosa bagi orang yang memutus tali silaturahmi. Marilah kita memohon ampun kepada Allah Ta’ala, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun.

Memang begitu banyak Allah menunjukkan kuasaNya pada alam semesta ini. Begitu banyak sistem yang Allah telah buat di semua sektor. Begitu banyak keindahan yang Allah berikan kepada seluruh umat di bumi. Begitu juga peringatan Allah , kepada umat yang menyimpang dari jalanNya.

Syukurilah apa yang ada di semesta alam beserta isinya dan telah di jadikan pelajaran, peringatan , serta memberikan waktu untuk beriman,beramal di atas kebenaran dan kesabaran. Tundukkanlah diri kita ini hanya pada Allah Taa’la agar kita selalu mendapat petunjukNya.
Semoga Allah mengampuni segala dosa dan kesalahan umat-umatNya aamin