Lebaran Momentum Taubat Nasional

Lebaran Momentum Taubat Nasional

Sinar5news- Puasa satu bulan penuh kaum Muslim Muslimat Nusantara sudah kita lalui dan baru saja kita rayakan lebaran Iedul Fitri serentak di seluruh tanah air. Maknanya, satu bulan penuh di bulan Ramdhan kita diajarkan untuk mendengar nurani, menumbuhkan empati, bulan berbagi, tidak bicara yang tidak berguna apalagi menyakiti orang lain, berbaik sangka, dan tidak boleh mengambil hak orang lain sperti korupsi dan tebar propaganda. Itulah maknanya kita berpuasa menahan lapar dahaga agar mampu mengendalikan hawa nafsu.

proses pilpres sudah kita lewati bersama dengan semua kenangan indah. Hiruk pikuk berkampanye mengidolakan pilihan masing² sudah selesai. Segala jurus tim sukses kerahkan untuk merebut simpati warga bangsa. Media sosial dipenuhi oleh postingan dari ketiga kubu Paslon. Tidak jarang akibat baperan anggota gerup keluar dari grup akibat beda pilihan. Hujatan, cacian, saling merendahkan, menghina sesama akibat beda pilihan kami dengar dan lihat marak di gerup² sosmed.

Sesama sahabat, kawan, saudara, komunitas, dapat diruntuhkan oleh ganasnya pemilu lima tahunan di bangsa kita tercinta ini. Bahasa dan tingkah laku kita setiap lima tahunan diluar kendali. Aneh tapi nyata, bangsa berbudaya bermoral Budi kemuliaan begitu tahun pemilu berubah beringas bagaikan hewan liar baru keluar dari kandang. Siap memangsa santapannya. Inilah kenyataan yang terjadi. Kaum terdidik cerdik pandai juga tidak kalah kasar dan keras menghujat lawannya. Sesama anak bangsa perang hujatan, sangat mengerikan. Budaya bangsa yang ramah, santun, toleran hilang seketika.

Saat ini sudah pertengahan tahun memasuki masa presiden baru pilihan kita, mari merenung tentang apa – apa yang selama ini kita semua sudah lemparkan/share/posting ke media sosial. Dalam semua kitab suci agama² agar selalu dianjurkan berkata baik, memberikan yang baik, jika tidak mampu diam lah. Semua agama memiliki jalan tengah untuk kemaslahatan kehidupan. Budaya bangsa kita apalagi dikenal menganut falsafah Pancasila. Sangat menghormati sesama, memiliki moral Budi kemuliaan. Adab lebih diutamakan ketimbang yang lain. Khazanah budaya bangsa yang sangat berprikemanusiaan kita hadirkan kembali dipermukaan dalam segala tindak tanduk dan perkataan. Agar tidak lagi menyinggung apalagi sebar fitnah. Mari setop semua bentuk yang dapat merusak nilai dan budaya bangsa kita. Demokrasi ala Indonesia silahkan berbeda pilihan tapi kita tetap saudara. Harus saling kasih sayang menjunjung tinggi nilai – nilai keadaban.

Mari kita bekerja dalam profesi kita agar suara keadilan, kesejahteraan warga masyarakat yang dijanjikan oleh presiden terpilih Prabowo dengan kabinet merah putih kita kawal. Begini cara kita mencintai negri dan menjaga NKRI untuk Indonesia jaya siapapun presidennya. Mengisi, merawat dan menjaga negri ini lebih bermartabat daripada hanya menilai apalagi hanya mengkritik.

Bung Karno pernah berpesan ” jangan tanyakan pada negara apa yang sudah di berikan negara padamu tapi tanyakan pada dirimu apa yang sudah anda berikan pada negara”. Telah hadir pemimpin baru hasil pemilu 2024, mari kita kawal habis agar pemimpin yang hadir dapat menjadi pelayan warga bangsa serta dapat menghadirkan kesejahteraan seluruh warga bangsa Indonesia dan mampu segera hadirkan program unggulan yang ia janjikan.

Momentum lebaran tahun ini berlangsung disaat dunia krisis ditimpa badai keuangan akibat peperangan yang berkepanjangan. Ini akibat ulah dan tangan tangan manusia yang serakah dan lupa pada purwadaksinya. Lupa akan asal usul kejadian. Terkhusus negri kita tercinta, sudah 78 tahun kita merdeka di negri kaya raya, makmur, berlimpah ruah sumber daya alam. Ironi, warganya masih miskin, negara masih tertinggal jauh dengan negara di benua Asia, Eropa dan Amerika. Ada yang keliru dengan pengelola negara ini. Sehingga warga bangsa masih miskin.

Semua Presiden yang pernah memimpin Indonesia adalah putra/putri terbaik bangsa. Tentunya momentum lebaran ini agar dapat dijadikan tahun bertaubat nasional, tahun merevolusioner diri dan lembaga agar mampu hadirkan pelayanan prima dari desa sampai ke pusat. Hasil pembangunan dan program yang baik dilanjutkan. Sementara yang korup/Mafioso dimusnahkan, pelayanan ke bawah disempurnakan lebih paripurna disemua tingkatan baik pusat, daerah dan desa. Kita doakan bangsa kita tercinta dapat bangkit digdaya kembali sebagai mana masa- masa Sukarno menjadi bangsa yang disegani Dunia.

Semua kita warga bangsa dari Sabang sampai Meroke dari Nias sampai Alor merindukan kehidupan yang lebih baik aman damai sentosa dalam kesejahteraan dan kemakmuran. Jutaan warga didalamnya berdoa agar tahun ini Indonesia dianugerahi pemimpin tegas berani menghakimi yang salah. Dapat mengahdirkan cita – cita leluhur memerdekakan negri ini sejahtera adil makmur. Sebaliknya mereka siapapun baik perorangan, Organisasi, komunitas, partai dan apapun itu yang bermaksud jahat menghalangi tujuan Indonesia merdeka Allah SWT Tuhan yang Maha Kuasa musnahkan dari muka bumi. Aamiin yra. Merdeka.
( Presiden Forum Kebangsaan )

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA