Selamat Jalan Ibu Kasminah Binti Marzuki, Sosok Wanita Sholehah Yang Taat Beribadah
Sinar5news.com – Kabar duka menyelimuti warga Blok Sumur Bata, Desa Gintung Tengah, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon. Salah satu sosok sesepuh sekaligus teladan keimanan, Ibu Kasminah binti Marzuki, berpulang ke rahmatullah dalam usia 77 tahun pada Sabtu (17/05/2026) pukul 15.00 WIB.
Almarhumah, yang lahir di Cirebon pada 10 Juli 1949, mengembuskan napas terakhirnya dengan tenang di kediamannya, Blok Sumur Bata RT 02 RW 02, Gintung Tenga, Ciwaringin, Cirebon Jawa Barat. Kepergian almarhumah—yang juga merupakan adik kandung dari almarhumah Ibunda Ngisa binti Marsa—meninggalkan duka mendalam sekaligus warisan keteladanan yang luar biasa bagi keluarga besar dan masyarakat sekitar.
Sosok Teduh yang Dicintai Masyarakat
Semasa hidupnya, Ibu Kasmina dikenal sebagai pribadi yang memiliki kedekatan luar biasa dengan Sang Pencipta. Beliau sangat tekun dan taat dalam beribadah, konsisten menjaga salat lima waktu, serta rajin mengaji.
Tak hanya kuat secara spiritual, almarhumah juga dikenal sangat menyayangi anak cucu dan keturunannya. Karakter beliau yang lembut, penuh keteladanan, dan tidak mudah emosi membuat sosoknya begitu dicintai. Di lingkungan sosial, almarhumah dikenal sebagai tetangga yang sangat baik, santun, dan hampir tidak pernah melakukan hal yang menyinggung atau membuat orang lain marah. Akhlak mulia ini telah menjadi identitas keseharian yang melekat erat pada diri beliau.
Inspirasi Ketauhidan: 20 Tahun Menatap dengan Mata Batin
Sisi kehidupan Almarhumah Ibu Kasmina yang paling mengagumkan dan patut menjadi pelajaran bagi kita semua adalah keteguhan imannya saat diuji dengan keterbatasan fisik. Sekitar 20 tahun yang lalu, penglihatan beliau tiba-tiba hilang (buta).
Namun, alih-alih berputus asa, Ibu Kasmina menerima ujian berat tersebut dengan penuh keikhlasan. Keterbatasan fisik tidak mengurangi semangat hidupnya. Meski matanya tidak lagi melihat dunia, mata batin beliau justru memancarkan cahaya keimanan dan ketakwaan yang amat kuat.
Bagi almarhumah, rasa sakit dan keterbatasan selama seperempat abad ini bukanlah beban, melainkan sebuah ujian yang diyakini menyimpan hikmah tersembunyi. Beliau memegang teguh keyakinan bahwa kesabaran dalam menghadapi ujian akan menjadi penggugur dosa-dosa di hadapan Allah SWT. Keramahan dan kehangatan selalu beliau tunjukkan kepada setiap sanak saudara maupun kerabat yang datang berkunjung.
Suasana Haru Prosesi Salat Jenazah di Mushola Baitul Abror
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, prosesi pelepasan jenazah dimulai sejak pagi hari. Berdasarkan pengamatan di lokasi, para pelayat dan pelaksana takziah sudah memadati rumah duka hingga menjelang keberangkatan jenazah pada pukul 08.00 WIB.
Selanjutnya, almarhumah Ibu Kasminah disalatkan di Mushola Baitul Abror, sebuah tempat ibadah yang lokasinya tidak jauh dan berdekatan langsung dengan tempat tinggal beliau. Salat jenazah ini diikuti oleh ratusan jamaah, tetangga, serta kerabat yang datang berbondong-bondong untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus memohon hikmah dan ampunan bagi almarhumah.
Prosesi salat jenazah yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh tokoh agama dan ulama setempat, Drs. KH. Badawi Muro’i, M.Ag. Beliau dikenal luas oleh masyarakat setempat dan juga merupakan salah satu kerabat keluarga dekat dari almarhumah. Setelah seluruh prosesi sholat janazah selesai dilaksanakan dengan lancar, jenazah kemudian diberangkatkan menuju tempat pemakaman.

Akhir Hayat yang Indah: Lisan yang Basah dengan Kalimat Tauhid
Kekonsistenan Ibu Kasmina dalam menjaga iman dan Islam berbuah manis di akhir hayatnya (Khusnul Khotimah). Berdasarkan cerita pihak keluarga, menjelang detik-detik terakhir kematiannya, beliau sempat membacakan ayat-ayat yang berkaitan dengan kepastian ajal, salah satunya adalah firman Allah dalam QS. Ali ‘Imran ayat 185:
Artinya: “Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati.”
Hingga napas terakhirnya berembus, dari lisan beliau terus mengalir kalimat tauhid yang agung: “Allah, Allah, Allah, Laa ilaha illallah.”
Hal ini menjadi bukti nyata betapa batin almarhumah senantiasa berkomunikasi dan terpaut kepada Allah SWT sepanjang hidupnya, sehingga kalimat suci itulah yang refleks muncul saat beliau dipanggil pulang. Ini adalah sebuah pelajaran berharga bahwa hidup akan berakhir dengan indah dan penuh kedamaian manakala hati kita selalu mengingat-Nya.
Doa untuk Almarhumah
Segenap keluarga besar dan kerabat melepas kepulangan Ibu Kasmina binti Marzuki dengan untaian doa terbaik. Semoga almarhumah mendapatkan ampunan yang luas dari Allah SWT, alam kuburnya dijadikan taman surga yang lapang dan penuh nikmat, serta kelak di akhirat mendapatkan syafaat dari Baginda Nabi Besar Muhammad SAW sebagai Ahli Surga.Amin ya Rabbal ‘Alamin.
DATA PENULIS
-
Nama: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Ust. Amrullah)
-
Profesi: Jurnalis Sinar5News.com & Guru BK (SMP NW/Lab Jakarta)
-
Dakwah: Khatib Jum’at DKI Jakarta & Bekasi, Penulis Naskah Khutbah Nasional.
-
Spesialisasi: Penggagas Metode Al Akrom (5 Jam Bisa Baca Al-Qur’an) & Pengajar Tahsin/Tafsir.
-
Karya: Penulis puluhan buku & Pencipta 12 album lagu religi.
-
Media: YouTube: Abu Akrom Channel & SinarLIMA TV
-
Kontak: 0878-8727-0732




