Soroti Fenomena “Remaja Jompo” hingga Judi Online, BKKBN Dorong Pembentukan PIK-R di Sekolah se-Jakarta Timur
JAKARTA, SINAR5NEWS.COM — Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) Kota Administrasi Jakarta Timur berkolaborasi dengan Suku Dinas Pendidikan Wilayah I dan II Jakarta Timur menggelar kegiatan Sosialisasi Pembentukan dan Orientasi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan Surat Undangan Nomor 1947/BP.03.01 ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (30/9/2026) mulai pukul 08.00 WIB. Acara ini diikuti oleh para Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, serta Guru Bimbingan Konseling (BK) jenjang SMP dan SMA/SMK se-Kota Administrasi Jakarta Timur.
Rangkaian acara diawali secara khidmat dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan doa bersama sesuai kepercayaan masing-masing.
Dalam sambutan dan arahannya, Kepala Seksi Perlindungan Anak Sudin PPAPP Jakarta Timur, Rahmat Hidayat, menegaskan pentingnya menjaga anak-anak sebagai aset sekaligus masa depan bangsa. Menurutnya, anak-anak usia sekolah, khususnya jenjang SMP, berada dalam fase transisi pubertas yang krusial menuju kedewasaan, sehingga rentan menghadapi berbagai problematika di lingkungan sekolah.
“Anak-anak usia SMP masuk dalam masa pubertas di mana mereka mulai menyukai lawan jenis. Fokus utama kita adalah mengarahkan mereka agar masa pubertas ini bisa dilalui dengan selamat, tanpa merugikan orang lain, dan tanpa terlibat kasus-kasus yang konyol maupun dampak hukum. Sering kali kasus bermula dari candaan atau ekspresi yang kurang pas di antara sesama siswa,” ujar Rahmat Hidayat.
Ancaman Judi Online hingga “Remaja Jompo”
Memasuki sesi materi utama, pemateri dari Direktorat Bina Ketahanan Remaja BKKBN, Ibu Fitri, memberikan pemaparan mendalam mengenai urgensi pembentukan PIK-R di sekolah. Dalam materinya, ia menyoroti transformasi kenakalan dan tantangan berat yang dihadapi remaja di era gempuran teknologi digital.
Fitri menjelaskan bahwa Indonesia tengah bersiap menyongsong bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Namun, besarnya jumlah usia produktif ini diiringi dengan tantangan serius seperti kerentanan kesehatan mental, lemahnya koneksi keluarga, hingga paparan konten negatif.
“Saat ini kenakalan remaja telah bertransformasi dan naik level. Kalau dulu tawuran sekadar janjian di gang, sekarang tawuran dirancang terstruktur dan disiarkan secara live di Instagram. Bahkan, yang lebih memprihatinkan, remaja kita kini banyak yang terlibat dalam judi online, baik sebagai promotor, pengelola sistem, hingga investor,” jelas Fitri.
Selain itu, Fitri juga menyoroti fenomena “remaja jompo” akibat kecanduan gawai (gadget). Berdasarkan laporan State of Mobile 2024, remaja rata-rata mengakses gawai hingga 6,5 jam per hari. Ketergantungan ini berdampak buruk pada penurunan fokus belajar, kurangnya interaksi sosial di dunia nyata, memicu gangguan tidur, hingga meningkatkan risiko terpapar perundungan (bullying) dan konten pornografi.
PIK-R Sebagai Benteng Pertahanan Sekolah
Untuk menjawab tantangan tersebut, BKKBN melalui program Generasi Berencana (GenRe) mendorong optimalisasi PIK-R di jalur pendidikan. PIK-R merupakan wadah yang dikelola dengan prinsip “dari, oleh, dan untuk remaja”.
Melalui wadah ini, sekolah dapat mencetak siswa sebagai Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya. Mereka bertugas memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi, gizi, keterampilan hidup (life skill), serta menjadi tempat curhat (konseling) yang aman bagi teman-teman sebayanya.
Berbeda dengan ekstrakurikuler lain yang fokus pada pengembangan bakat fisik atau seni, PIK-R secara khusus menitikberatkan pada pembentukan karakter, kesehatan fisik dan mental, serta perencanaan masa depan kehidupan berkeluarga bagi remaja. Di akhir pemaparannya, Fitri mengungkapkan data bahwa dari 67 PIK-R yang tercatat di wilayah Jakarta Timur, saat ini hanya 15 yang berstatus aktif, sehingga revitalisasi di sekolah-sekolah menjadi hal yang mendesak.
Sesi Tanya Jawab Interaktif
Setelah penyampaian materi selesai, panitia membuka sesi tanya jawab bagi para peserta. Kesempatan ini dimanfaatkan secara optimal oleh para perwakilan sekolah untuk berkonsultasi mengenai teknis pembentukan, penanganan kasus di lapangan, serta langkah konkret tindak lanjut dari seluruh materi yang telah disampaikan. Ibu Fitri merespons setiap pertanyaan dari para peserta dengan lugas, jelas, dan tuntas, memberikan panduan praktis yang dapat langsung diterapkan di lingkungan sekolah masing-masing. (Amr/Red)
DATA PENULIS
-
Nama: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Ust. Amrullah)
-
Profesi: Jurnalis Sinar5News.com & Guru BK (SMP NW/Lab Jakarta)
-
Dakwah: Khatib Jum’at DKI Jakarta & Bekasi, Penulis Naskah Khutbah Nasional.
-
Spesialisasi: Penggagas Metode Al Akrom (5 Jam Bisa Baca Al-Qur’an) & Pengajar Tahsin/Tafsir.
-
Karya: Penulis 30 buku & Pencipta 13 album lagu religi.
-
Media: YouTube: Abu Akrom Channel & SinarLIMA TV
-
Kontak: 0878-8727-0732





