KHUTBAH JUM’AT EDISI 25 SEPTEMBER 2026: JANGAN TAKUT MISKIN DALAM KETAATAN

KHUTBAH JUM’AT EDISI 25 SEPTEMBER 2026: JANGAN TAKUT MISKIN DALAM KETAATAN

KHUTBAH JUM’AT EDISI 25 SEPTEMBER 2026: JANGAN TAKUT MISKIN DALAM KETAATAN

KHOTBAH PERTAMA

Khutbah Pertama:

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِطَاعَتِهِ تَنَّزَلُ البَرَكَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الحَاضِرُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Jamaah Jumat yang Diberkahi dan Dirahmati Allah,

Di antara sekian banyak kenikmatan hidup, tidak ada kebahagiaan paling murni yang dirasakan oleh jiwa spiritual kita melainkan saat kita senantiasa tunduk, taat, dan patuh dalam menjalankan perintah Allah serta menjauhi segala larangan-Nya. Ketaatan bukan sekadar gugur kewajiban, melainkan manifestasi cinta tertinggi seorang hamba kepada Sang Maha Pencipta.

Bentuk ketaatan itu mewujud dalam tiga ruang kehidupan kita:

  1. Ibadah Badaniyah: Ketaatan ragawi melalui gerak tubuh, seperti mendirikan salat yang khusyuk dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

  2. Ibadah Qalbiyah: Ketaatan hati yang senantiasa berdzikir menyebut nama-Nya, menjaga kesucian jiwa dari dengki dan kesombongan, serta mengaitkan rasa cinta tertinggi hanya kepada Allah dalam situasi apa pun.

  3. Ibadah Maliyah: Ketaatan harta dengan menginfakkan sebagian rezeki di jalan Allah, membantu sesama yang tertindas, serta meringankan beban mereka yang merintih dalam kesusahan.

Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah,

Namun, di tengah perjalanan hidup, sering kali bisikan dunia membocorkan keraguan di dalam dada. Terkadang tebersit rasa takut: “Jika aku terlalu sibuk taat, jika aku jujur, jika aku rajin bersedekah, apakah aku akan kekurangan? Apakah aku akan miskin?”

Maka dari mimbar yang mulia ini, mari kita tegaskan dalam sanubari kita: Jangan pernah takut miskin dalam ketaatan!

Ketahuilah, hidup ini tidak cukup hanya dengan membanggakan deretan prestasi, kehebatan materi, tingginya jabatan, atau menterengnya nama besar di mata manusia. Jika semua kebanggaan duniawi itu tidak ditundukkan untuk ketaatan kepada Allah, maka ia hanya akan melahirkan kesombongan yang berujung pada kezaliman—sebuah rantai keburukan yang sangat sulit dihentikan.

Hanya dengan ketaatan kepada Allah-lah, kita merasakan hakikat nikmatnya hidup. Sebab, ketika kita taat, kita sedang memilih untuk senantiasa “bersama Allah”. Dan saat seorang hamba telah berada bersama Allah, itulah sebaik-baik keadaan manusia di atas muka bumi ini.

Orang yang hatinya dipenuhi ketaatan tidak akan pernah takut hidup miskin, tidak akan gentar menghadapi kemelaratan. Mana mungkin Allah Subhanahu wa Ta’ala—Sang Pemilik Seluruh Perbendaharaan Langit dan Bumi—akan menelantarkan hamba-Nya yang taat? Mana mungkin Allah membiarkan kita terbelenggu dalam keburukan yang menghancurkan hidup kita?

Secara materi, mungkin fisik dan tempat tinggal kita terlihat sangat sederhana. Namun secara batin, ketaatan telah mengaruniakan kekayaan jiwa yang tak mampu dibeli dengan belahan bumi manapun. Kekayaan batin inilah yang membuat kita tegar, kokoh, dan berpasrah diri (tawakal) secara utuh kepada-Nya.

Saat kita berpasrah diri, itulah puncak ketaatan yang melahirkan jiwa pantang menyerah. Rasulullah SAW bersabda menegaskan karakter mukmin yang tangguh ini:

المُؤْمِنُ القَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ المُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada masing-masingnya terdapat kebaikan.” (HR. Muslim)

Kekuatan mukmin dalam hadis ini tidak hanya diukur dari fisik yang bugar, tetapi juga kekuatan ketaatan yang membuat jiwa kita langgeng dalam bertahan menghadapi gelombang ujian hidup. Dari ketaatan itulah lahir kesabaran, memancar kesadaran, bertumbuh ketabahan, dan terwujud istiqamah.

Sebagaimana pepatah dalam bahasa Inggris menyatakan:

“Obedience is the key to unlocking true success and honor.”

(Ketaatan adalah kunci untuk membuka pintu keberhasilan dan kehormatan yang sejati.)

Jamaah yang Berbahagia Rahimakumullah,

Agar ketaatan ini tidak sekadar menjadi wacana, melainkan teruji dan terbukti dalam realitas kehidupan, marilah kita mempelajari agama kita secara bertahap (tadarruj). Mari kita pelajari aturan-aturan syariat, kita tata aqidah kita, dan kita hiasi akhlak kita. Pahami rambu-rambu hukum-Nya agar keberadaan kita sebagai manusia di muka bumi ini benar-benar membawa arti, menebar manfaat, serta bernilai mulia di hadapan manusia, dan yang paling utama, berharga di hadapan Allah SWT.

Jangan takut kehilangan dunia karena taat, sebab dunia adalah milik-Nya, dan Dia tidak pernah membiarkan hamba-Nya yang taat tenggelam dalam kebinasaan.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHOTBAH KEDUA (FULL BAHASA ARAB)

Khutbah Kedua:

الحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ البَشَرِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ، وَالمُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِينَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ المُوَحِّدِينَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الطَّائِعِينَ، وَارْزُقْنَا القَنَاعَةَ وَالقُوَّةَ فِي الدِّينِ، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَاهْدِنَا صِرَاطَكَ المُسْتَقِيمَ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا البَلَاءَ وَالوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ المُسْلِمِينَ عَامَّةً يَا رَبَّ العَالَمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

DATA PENULIS

  • Nama: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Ust. Amrullah)

  • Profesi: Jurnalis Sinar5News.com & Guru BK (SMP NW/Lab Jakarta)

  • Dakwah: Khatib Jum’at DKI Jakarta & Bekasi, Penulis Naskah Khutbah Nasional.

  • Spesialisasi: Penggagas Metode Al Akrom (5 Jam Bisa Baca Al-Qur’an) & Pengajar Tahsin/Tafsir.

  • Karya: Penulis 25 buku & Pencipta 12 album lagu religi.

  • Media: YouTube: Abu Akrom Channel & SinarLIMA TV

  • Kontak: 0878-8727-0732

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA