Prof H Agutitin : WISATA BATINIAH TENTANG BAHAYANYA BEBRBUAT KECURANGAN KARENA ITU AKAN MEMBINASAKAN KITA

Prof H Agutitin : WISATA BATINIAH TENTANG BAHAYANYA BEBRBUAT KECURANGAN KARENA ITU AKAN MEMBINASAKAN KITA

*RASULULLAH SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba pun yang diberi amanah oleh Allâh untuk memimpin bawahannya yang pada hari kematiannya ia masih berbuat curang atau menipu rakyatnya, melainkan Allâh mengharamkan surga atasnya.”_ *(Muttafaq alaih)*.

*ALQURAN mengecam pelbagai tabiat buruk. Antara lain kecurangan. Salah satu surah di dalam Alquran bernama *Al-Muthaffifin.* Secara kebahasaan, surah Makkiyah itu berarti *Orang-orang yang curang.*

*KECURANGAN yang diancam dengan siksa neraka itu tidak sebatas perkara niaga, tetapi juga berkenaan dengan kehidupan orang di tengah keluarga, masyarakat, dan negara.*

*LALU, siapakah yang patut disebut sebagai pelaku kecurangan? Yakni seseorang atau sekelompok orang yang meminta keistimewaan, penghargaan, atau pelayanan bagi diri sendiri atau golongannya saja, sementara pihak lain tidak mendapat perlakuan seperti itu.*

*PADA suatu saat nanti jelas akan terbongka juga. Seperti peribahasa: *Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga* yang artinya: sepandai-pandainya orang menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga baunya. Sepandai-pandai tupai melompat, pada suatu saat akan jatuh juga*

*KEBOHONGAN atau kedustaan seseorsng selalu saja melekat pada suatu kecurangan. Dengan demikian, orang yang berbuat curang pastinya akan menguatkan kecurangannya itu dengan melakukan kebohongan-kebohongan. Semakin besar kecurangan yang ia lakukan, maka semakin banyak pula kebohongan yang ia lakukan*

PADAHAL, dalam Islam, kebohongan sangat dicela. Begitu juga dengan kecurangan. Keduanya sangat dibenci oleh Allah. Dan balasan bagi mereka yang melakukan kebohongan pun sangat pedih.

HAYO kita renungkan kembali firman Allah berikut (yang artinya); *_“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah pembohong/pendusta.”_* (QS An Nahl:105)

*SANGAT parah jika ada manusia yang dikatakan oleh Allah sebagai pendusta/pembohong, sementara perasaan di dalam hatinya tidak merasa takut sama sekali. Sungguh parah dan payah seorang pembohong yang demikian itu.*

*HADIS Rasulullah SAW (yang artinya) seperti berikut ini*

*_“Sesungguhnya kejujuran akan menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu akan menghantarkan kepada surga.”_*

*_”Seseorang yang berbuat jujur oleh Allah akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya bohong itu akan menunjukkan pada kezaliman, dan kezaliman itu akan menghantarkan ke neraka. Seseorang yang terus menerus berbuat bohong akan ditulis oleh Allah sebagai pembohong”_* (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).

*MAKA, adakah balasan yang lebih buruk bagi pembohong dan penguasa curang selain neraka? Disebut sebagai pendusta oleh Allah, diharamkan surga, serta diancam dengan neraka adalah suatu kebinasaan bagi mereka yang suka berbohong dan berbuat curang. Tidak ada keselamatan bagi para pendusta dan yang berbuat curang, baik di dunia maupun di akhirat.*

*BETAPA indah apabila salat subuh berjamaah bersama keluarga (suami/istri dan atau anak) di rumah.*

_*Bismillahirrahmanirrahim.*_ Ya Tuhan kami, semoga Engkau mengampuni kesalahan serta tindakan yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, dan tetapkanlah pendirian (keimanan atas ke-Esa-an Mu) kami, dan tolonglah kami dari tipu daya orang-orang yang mengingkari-Mu. *(QS. Ali ‘Imran: 147)*

*ORANG BODOH TERLIHAT KETIKA MARAH, AKAN TERLIHAT DARI UCAPANNYA*

*”ORANG yang kuat bukanlah dengan bergulat. Namun orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.”_* *(HR. Bukhari, Muslim)*

*APABILA kita bijaksana dalam mengendalikan amarah maka sudah barang tentu dan pasti Allah akan muliakan kita dengan sifat sabar. Kenapa sabar? Karena hanya orang-orang yang sabarlah yang bisa dengan bijak mengendalikan sifat amarah ketika sedang melanda.*

*APABILA sedang marah, seyogianya kita melunakkan hati kita dengan terus menyebut nama Allah dalam bacaan istigfar. Kenapa?*
*Karena dengan kita pandai berlaku demikian maka sudah barang tentu dan pasti bahwa hati yang tadinya dalam keadaan memuncak akan merendah secara perlahan-lahan*

*ITULAH sebabnya, yuk kita jaga kualitas diri kita dengan tidak berbicara ketika sedang marah. Sebagaimana diketahui bahwaperkataam adalah menentukan kualita diri kita seperti apa*

*OLEH karena itu, tetaplah tenang. Sebab, kejadian yang membuat hati kita bergejolak adalah disebabkan oleh rasa emosi. Hal itu adalah ujian dan pembelajaran dari Allah agar kita sebagai hamba-Nya yang mempunyai nafsu bisa belajar. Belajar bagaimana rasanya berjuang melawan diri sendiri dalam menjinakkan agar kita bisa mengendalikan nafsu amarah.*

*PADA saat kita
berbicara seadanya yang mengarah pada keburukan, maka disitulah kita akan terlihat bodoh di hadapan orang lain, bahkan orang yang lebih banyak lagi yang lebih banyak.*

*DI isitu pulalah kita akan merasa rendah diri di hadapan sesama manusia. Kenapa demikian? Karena kita tidak mampu untuk bisa menjaga sikap, perilaku, dan tutur kata kita.*

*HANYA orang yang bodohlah yang ketika marah dia mengeluarkan kata-kata yang menghinakan dirinya-sendiri. Dengan cara apa? Adalah dengan cara menghinakan orang lain melalui kata-kata yang kotor, bahkan kata-kata yang jorok dan buruk.*

*INGATLAH bahwa
orang yang pintar dan mulia bukanlah orang yang selalu menang dalam bergulat. Akan tetapi, orang yang pintar dan mulia adalah orang yang pandai menahan amarah sehingga orang tetsebut tetap tenang dalam nuansa kesabaran dan keikhlasan hati.*

*BUKAN mereka tidak perih. Akan tetapi, mereka tahu bahwa dengan tindakannya yang mengalah untuk tetap diam tidak membalasnya itulah Allah akan memberinya kasih sayang yang mulia.*

RASULULLAH SAW bersabda (yang artinya),
_*”Barang siapa yang dapat menahan amarahnya sedangkan ia dapat meluapkannya, Allah akan penuhi hatinya dengan keridhoan di hari Qiyamat.”*_ (HR. Thabrani).

*_Bismillahirrahmanirrahim. Ya Allah, Tuhan kami. Mohon kiranya Engkau ridho menganugerahkan keselamatan, kesehatan, umur panjang penuh berkah, rezeki halal, ilmu yang bermanfaat, dan kemudahan menghadapi berbagai persoalan hidup kepada kami dan kepada Saudaraku yang membaca DhuhaCall ini._*

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA