asd

Dinasti Milis Meneguhkan Semangat Kebersamaan.

Dinasti Milis Meneguhkan Semangat Kebersamaan.

Kehadiran gerup Bai Balok Dinasti Milis yang di motori  Marwan putra dari  Keke Gentur membawa angin segar untuk semua warga milis di tanah Nusantara ini. Dari gerup ini apa yang menjadi harapan dan fatwa leluhur Papuk Milis lagenda Seleq ini, begitu warga sekitar mengenal kampung ini sementara persi Maulana TGH.zainudin Abdul Majid menyebutnya dengan kampung Saliq. 
 
Papuk Milis yang selalu berkhalwat di Tangklok nama aliran sungai yang membelah antara wilayah Seleq Bongkot dan Seleq direk. Membuat wilayah ini sangat subur dan sumurnya dikenal tidak pernah kering walaupun musim kemarau. Tempat beliau ini jika diselaraskan sama dengan gua hiroq tempat khalwatnya Kanjeng Rasul Muhammad Saw di Mekah.
 
Papuk Milis dikenal atau dijuluki dengan nama lain papuk bongkok. Ini disematkan pada beliau karena selalu berjalan merunduk. Inilah makna ketinggian akhlaq yang agung beliau sosok kesatria sejati. Keperkasaan, keberanian dan kepahlawanannya menjadi buah bibir kawan maupun lawan. Beliau selalu merunduk itulah padi berisi tutur ayahanda Almarhum TGH Athar menceritakan sosok beliau yang sangat pemberani, sabar, jarang bicara. Namun ketinggian ilmu pengetahuan dan kemuliaan akhlaqnya tak tertandingi di zamannya. Ungkap ayahanda tercinta TGH.Athar.
 
Dimasa kecil sering penulis  bersama menemani beliau berhalwat di Tangklok dan sesekali ikut bersama beliau memancing ikan di embung kodek dekat rumah di jembe bat. Banyak kisah, cerita yang tidak mungkin diulas disini tapi ini hanya cuplikan sedikit nostalgia bersama beliau sang pendekar sejati tanpa kekuasaan.
 
Salah satu cerita tepatnya fatwa beliau sebagaimana yang dituturkan oleh Inaq Tuan Setemah permaisuri dari almarhum ayahanda TGH.Athar. Bunda dari sang penulis Samianto Athar yang dikenal dikampung halaman dengan panggilan Anto. pengembara ulung yang sampai sekarang masih di tanah rantau  mencari kehidupan menjemput mengais rizki anugrah Tuhan.
 
“Anak²ku semua sawah ladang yang aku tinggalkan silahkan miliki untuk di garap diolah dimanfaatkan di jaga dirawat jangan sampai berpindah tangan. Karena itu aku titipkan buat bekal anak cucuk Bai Balok selanjutnya. Artinya apa yang ada sekarang beliau titipkan untuk digarap diambil manfaatnya untuk kemaslahatan generasi beliau selanjutnya sampai akhir zaman”. Demikian Bunda inaqtuan Setemah selaku anak tertua saat ini dari dinasti milis yang masih jadi saksi sejarah. Smg beliau senatiasa disehatkan diberkahi. Amien yra.
 
Papuk Milis adalah panutan kita semua beliau dihujat, dicaci-maki, tapi beliau tetap merunduk. Cacian dan hinaan yang tidak berdasar beliau biarkan lewat dibawa angin. Ini sejalan dengan pesan Sayidina Ali sahabat sekaligus menantu Rasulullah. Jangan kau balas hinaan biarkan di bawa angin berlalu. 
 
Memaknai sekilas cerita diatas bahwa generasinya harus patuh, tunduk, terhadap ajaran beliau dan fatwanya. Gerup ini sangat menginspirasi kita semua untuk selalu memelihara ajaran beliau yang senatiasa menjaga dinasti Milis. Sebagai kumpulan keluarga besar yang sederhana, kesatria, cerdas, visioner, petarung sejati dalam medan kehidupan. Apapun kesulitan menghadang pantang untuk mengeluh apalagi kalah dengan hiruk pikuk dunia yang fana.
 
Saling asih asah dan asuh, siu pikir sopok angen. Saling anton, sedok, tolong menolong, gotong royong dikeluarga besar dinasti Milis adalah ajaran, harapan dan cita cita Papuk Milis untuk selalu terjaga dirawat sampai langit runtuh. (Bersambung)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA