Prof H Agustitin Setyobudi (Ketua Umum Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia) :REFLEKSI DIRI

0
92
banner post atas

Banyak orang yangAda kketikawaktu susah baru ingat kepada Allah . Saat sedang punya keinginan/ hajat, baru mencari Allah . Selai kaya, semasa senang, bahagia, ceria, lupa pada Allah , bahkan ada congkak kepada Allah . Barang siapa yang selalu berusaha menjaga hubungannya dengan Allah dengan sebenar benarnya langsung nampak, dengan selalu ingat kepada Allah tidak hanyadi Masjid saja, kita sibuk menjaga hubungan dengan Allah. Apa dia pejabat, apa dia anak sekolah, apa di tempat kerja atau dimanapun berada . Merasalah ada keterikatan dengan Allah ,merekalah ada hubungan dgn Allah , hubungan yang mendera , kerana kita berhubungan dengan Allah yang ghaib dari pandangan kita, apalagi bagi manusia yang beriman, pasti akan sentiasa merasakan bahawa Allah itu amat dekat dengannya. “Dan sesungguhnya, Kami telah mencipta manusia dan Kami mengetahui apa yang keinginan dalam hatinya, dengan orang orang yang berilmu pengetahuan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”

(Surah Qaaf ayat 16).
Hatta, yang kita bisikkan dalam hati pun Allah mengetahuinya.

Dalam memahami dan menghayati ilmu Tauhid bermula dengan memahami dan menghayati ‘Tauhidul ilmu Af’al’ yakni mengesakan Allah pada setiap perbuatan dan laluan. Kemudian naik kepada Tauhidul Asma’wal Sifat. Mengesahkan Allah pada setiap nama-nama dan sifat. Dan akhir sekali Tauhidul Zat. Mengesahkan Allah pada zat Nya yang wajibul wujud. Sekalian makhluk dan ciptaan Nya adalah mumkinat wujud, wujud yang mungkin.

Iklan

Sehingga pada saat awal mengalami kesakitan yakni saat Malaikat menjemput dan mula mencabut keluar roh dari jasad ”. Allahumma Ya Allah, tetapkan setiap hati dengan hikmah ilmu ‘La ilaaha illa Allah’ semasa roh meninggalkan jasad kami!

Oleh sebab itu jagalah kedekatan kepada Allah dengan selalu menambah ilmu pengetahuan , dan dekat dalam mengamalkan ilmu itu menjadi karya yang bermanfaat, dengan tetap tunduk, hati khusyuk terhadapNya.
Kedekatannya senantiasa menghampiri ketika seseorang taat dan patuh kepadaNya. Kedekatannya senantiasa menghamkosmetika seseorang mengakui atas kekhlafanya dan kesalahan di hadapan Allah dan segera bertaubat dan beristighfar.
Kedekatan itu adalah ketika membuang syirik dari hati yakni dengan selalu menghadapkan wajah hanya kepada Allah.
Wahai hamba! ALLAH akan menguji dengan kenikmatan kelapangan, kesusahan dan kesempitan, ini adalah ibarat batu pengasah pisau. Pisau akan bertambah tajamnya apabila diasah.
Hendaklah hati itu semakin dekat kepada Allah apabila diuji dengan nikmat atau pun dalam keadaan diuji dengan kesusahan. Berbaik sangkalah terhadap Allah, Allah mengikuti sangkaan terhadapNya. Telanlah obat itu biarpun pahit, bersabarlah dengan pahitnya obat itu, kerana di berikan doktor pakar yg mengetahui hal keadaan pesakitnya, Dialah Allah Yang Maha Mengetahui semua keadaan dan pilihanNya keatas mu itu adalah sebaik baik pilihan, biarpun engkau masih tidak dapat melihat di manakah kebaikan itu.

Menuntut ilmu itu sangat amat penting karena ilmu merupakan pangeran cahaya Allah, memancar ke luar melahirkan ‘amal’, memancar ke dlm melahirkan ‘iman’ percaya diri untuk secara total mengabdikan dirinya kepada Allah.

Hakekat dari mengadi pada Allah ialah belajar menetapkan hati, melatih jiwa dan hati agar ssecara total mengingat kepada Allah dan memiliki ketetapan diri hanya menabdi kepada Allah.