Prof Dr Harapandi :Langkah Kempat Menuju jalan Rahman Cabaran (Halangan) yang Mesti ditembus

banner post atas

حفت النار بالشهوات، وحفت الجنة بالمكاره
Neraka dihiasi dengan dorongan hawa nafsu, sementara Surga dililit dengan kesusahan

Aqâbat al-‘Awâridl (kendala dalam beribadah), dalam hal ini al-Syaikh menyebutkan 4 kendala dalam beribadah iaitu rezeki, ragu dan khawatir, qadha’ Allah dan musibah (kesulitan hidup). Masalah pertama; rezeki dianjurkan selalu bertawakkal, seperti Firman Allah dalam al-Quran surat Thaha:32, Kami tidak meminta darimu rizki, Akulah yang memberimu rizki.

لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ

Iklan

Kendala kedua; ragu dan khawatir yang menyelimuti kita, maka hendaklah menyerahkan diri (al-Tafwidh), semua urusan terkait pilihan yang mengandung bahaya hendaklah diserahkan kepada Allah seperti penyerahan diri seorang hamba yang saleh terbebaskan dari ancaman fir’aun, Qur’an surat al-Mukminun/23:44-45.

”Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya. Maka Allah memeliharanya dari kehatan tipu daya mereka. Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh adzab yang amat buruk”.

Dan untuk yang ketiga; Qadha Allah, maka al-Syaikh memberikan ketentuan untuk sentiasa bersabar terhadap segala ketentuan yang telah diberikan Allah, hal ini disebebkan dua faktor, iaitu agar engkau dapat tenang dalam beribadah kepada Allah dan kemarahan kepada taqdir Allah dapat mendatangkan murka Allah. Firman Allah dalam hadits Qudsi;

من لم يرض بقضائي ولم يشكر لعطائي فليطلب ربا سواي
Maksudnya: “Siapa sahaja yang tidak ridla dengan taqdirKu dan tidak bersyukur dengan angerahKu, maka carilah Tuhan selain diriku”.

Sedangkan masalah keempat; iaitu masalah yang berkaitan dengan musibah sebagai kendala beribadah mesti diatasi dengan sikap sabar dan tabah, percaya dan yakinlah bahwa segala kejadian yang menimpa kita memiliki hikmah dan rahasia yang tidak dapat kita ungkap. Orang-orang yang sabar sangat dicintai dan disayangi Allah, firmanNya;إن الله مع الصابرين sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar. Dalam firman yang lain Allah والله يحب الصابرين Allah menyukai orang-orang yang bersabar (Ali Imran:146). إنما يوفى الصابرون أجرهم بغير حساب Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala merreka tanpa batas (Az-Zumar:10).

BACA JUGA  Pancasila Pusaka Bangsa Warisan Negri Harus Kita Jaga Bersama

Semoga solusi dari kendala-kendala dalam beribadah seperti yang dijelaskan Imam al-Ghazali tersebut dapat kita jadikan acuan dalam menjalankan kehidupan yang hanya bertujuan untuk ibadah ini dapat dilaksanakan. Wamaa khalaqtul jinna wal insa illah liya’budun.
Wallahu a’lam