Prof.Agustitin: Sejarah Perkembangan Musik Qasidah

Prof.Agustitin: Sejarah Perkembangan Musik Qasidah

SejarahPerkembangan Musik Qasidah dimulai pertama kalinya ketika qasidah ditampilkan oleh kaum Anshar (sebutan untuk suatu kaum yang menerima hijrah Nabi Muhammad SAW. dan sahabat – sahabatnya dari kaum Muhajirin dalam perjalanan hijrah dari tanah kelahirannya (Makkah) ke Yatsrib (Madinah).*

Pada waktu itu beberapa kaum Anshar menyambut kedatangan Nabi beserta para Sahabat beliau dan mendendangkan lagu – lagu pujian diiringi dengan lantunan musik rebana. Sejak saat itu Lagu – lagu  pujian itu berkembang ke berbagai negara di belahan dunia, terutama negara – negara islam dan melegenda hingga zaman sekarang sebagai lagu klasik dan banyak dapat dinikmati hingga sekarang. 

 Prof.Agustitin: Lagu – lagu pujian sering kita dengarkan misalnya pada kegiatan hari besar keagamaan Islam, pernikahan, Tasyakuran dan lain sebgainya, 

Sebagai contoh dari lagu – lagu pujian itu adalah sebagai berikut:

Ya Nabi, keselamatan untukmu
Ya Rasul, keseamatan untukmu
Ya Kekasih, keselamatan untukmu
Engkaulah matahari, engkaulah rembulan
Engkau cahaya di atas cahaya
Engkau penerang kegelapan
Engkau pelita penerang hati

      Berbeda dengan jenis – jenis musik dan lagu – lagu lain yang tumbuh dalam budaya Indonesia, qasidah merupakan kesenian yang diapresiasi oleh kalangan ulama dan pesantren. Dimana dalam hal berkesenian, kalangan ulama dan pesantren dapat dikatakan kurang menerima jenis kesenian musik lainnnya, bahkan cenderung melarang.

 Dengan kondisi seperti inilah, maka dapat dipahami jika kesenian musik qasidah lebih banyak berkembang pada masyarakat yang memiliki ciri budaya Islami yang kental seperti di pesantren – pesantren. 

BACA JUGA  Cabin Fever "Menghantui" Masyarakat Yang Terlalu Lama Tinggal di Rumah.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA

BACA JUGA  Cabin Fever "Menghantui" Masyarakat Yang Terlalu Lama Tinggal di Rumah.