Fikih Nikah #1 Oleh : Zulkarnaen

Fikih Nikah #1 Oleh : Zulkarnaen

Secara kata, fikih bermakna paham. Makna ini diambil dari hadits Nabi yang mengatakan من يريد الله خيرا يفقه في الدين kata يفقه bermakna memahamkan. Memahami fikih berimplikasi memahami agama, karena memang bagian dari rukun di dalam Islam; iman atau tauhid, Islam atau syariat dan akhlak atau tasawuf. Secara terminologi, fikih bermakna hukum-hukum atas segala perbuatan manusia.
Nikah sendiri bermakna 2; pertama adalah perjanjian dan kedua adalah berhubungan badan. Nikah memang merupakan perjanjian atas nama tuhan. Ia adalah salah satu hal sakral di dalam Islam. Berbeda dengan Barat yang meletakkan pernikahan sebagai sesuatu yang bersifat provan.

Nikah dalam Islam kemudian bagian dari transcendent-oriented. Nikah menjadi medium ibadah seorang muslim muslimah yang saling cinta. Banyak hadits yang menerangkan keutamaan pernikahan dan pahala-pahalanya. Misalnya adalah riwayat yang mengatakan membuat istri senyum adalah pahala. Riwayat lain menyebutkan bahwa lebih utama orang yang sudah menikah jadi imam dalam sholat daripada orang yang belum nikah.

Islam tak hanya sampai di situ menyebut keistimewaan pernikahan dan perjanjian atas nama tuhan, namun sampai mengintervesi hal yang harus dicapai seorang muslim muslimah dalam pernikahan. Islam mendorong muslim muslimah untuk sama-sama berusaha mendapatkan keluarga sakinah mawaddah warohmah. Dalam hal ini, Islam sampai memberi penjelasan akan hak dan kewajiban seorang muslim muslimah dalam pernikahan. Percerain menjadi suatu hal yang menggetarkan Arsy-nya Allah swt, merupakan hal yang paling dibenci Allah swt. Islam meletakkan suami istri sebagai amanah yang akan dipertanggung jawabkan nanti di akhirat. Inilah kenapa Islam mendorong orang tua menikahkan anaknya dengan yang baik agamanya, karena yang baik agamanya adalah mereka sadar akan amanah tuhan dan ia takut kepada Allah swt.

BACA JUGA  Forum Kebangsaan " Rakyat Harus Sadar" 
BACA JUGA  Menguji Kesempurnaan Manusia

Pada dasarnya Islam sangatlah manusiawi. Ia telah lebih dahulu menjelaskan hajat manusia sebelum Barat menyuarakan hak asasi manusia. Islam tak menghalangi kecendrungan seks muslim muslimah. Fikih nikah merupakan aturan yang diberikan demi muslim muslimah sendiri bukan untuk tuhan. Islam ingin membantu muslim muslimah mencapai hajat kemanusiaan mereka masing-masing dibarengi dengan rasa takut kepada Allah swt.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA