Sinar5news- Jakarta -Seperti biasa setiap 10 November bangsa kita memperingati hari pahlawan baik itu pahlawan sebelum kemerdekaan dan pahlawan sesudah kemerdekaan yang kita kenal dengan nama pahlawan nasional. Akhir – akhir ini muncul perdebatan di tengah masyarakat atas berbagai nama yang muncul diusulkan masyarakat diantaranya nama Suharto dan GusDur dari sepuluh nama pahlawan yang disahkan negara.
Gelar pahlawan tentu tidak serta muncul begitu saja tanpa ada latar belakang, jejak rekam yang panjang terhadap jasa- jasa beliau membangun bangsa dalam semua aspek kehidupan baik bidang pendidikan, sosial budaya, demokrasi, lingkungan hidup, politik dst. Atas telah resminya dianugerahi pahlawan nasional terhadap Suharto sebagai pahlawan bidang politik dan bersenjata dan GusDur pahlawan bidang sosial keagamaan.
Forum kebangsaan melalui presidennya Samianto menilai keberadaan sepuluh tokoh yang mendapatkan gelar pahlawan nasional sangatlah mempuni atas jasa, karya, perjuangan serta pengabdian pada bangsa negara. Sementara dua tokoh Suharto dan Gusdur yang sempat banyak kalangan yang bereaksi pro kontra itu hal biasa. Kedua tokoh ini semasa hidupnya sempat bersebrangan akibat kerasnya arus politik kekuasaan di negri ini.
Langkah negara melalui presiden Prabowo memberikan gelar pahlawan kepada semua tokoh dari semua kalangan membuktikan visi negarawan presiden Prabowo yang ingin menghapus masa silam yang penuh luka dan dendam. Hendaknya ke depan selalu bergandengan dalam membangun bangsa harus dirajut sebagai penganut nilai dan moral Pancasila sejalan dengan budaya bangsa moderat bersatu untuk Indonesia maju.
Indonesia sebagai mozaik katulistiwa, negara bangsa besar wilayah luas berperadaban. Masyarakatnya hidup dengan nilai Budi kemuliaan, segala macam perselisihan sejarah masa lalu yang kelam hendaknya dikubur. Pemimpin masa depan dari golongan dan organisasi manapun apalagi partai hendaknya kembali menata bangunan dan orientasi kebangsaan yang jauh lebih penting hanya ketimbang berkuasa dan memelihara konflik. Tapi hendaknya ke depan seluruh tumpah darah untuk dibawa ke energi positif. Kembali ke jati diri bangsa berbudi kemuliaan dalam mengejar ketinggalan menuju bangsa hebat berdaya saing global di era kompetisi tekhnologi yang serba cepat.
Kesalahan sejarah masa silam yang sering berselisih paham dapat merugikan kita sebagai bangsa besar kaya raya sumber daya alam. Celah ini sering dimanfaatkan oleh bangsa pendatang imigran yang menari di air keruh untuk terus menebarkan adudomba dan provokasi untuk menguasai sumber daya bangsa kita. Tahun sapu bersih kabinet merah putih ini agar segala bentuk perselisihan masa lalu baik yang ditimbulkan oleh politik dan partai untuk diganti sapu bersih kembali ke jati diri bangsa yang kesatria tanpa dendam.
Langkah Prabowo memberikan penegasan kepada semua pemimpin partai , ormas , seluruh rakyat Indonesia. Mari saling merangkul, gotong royong saling memaafkan untuk tujuan yang lebih mulia menata diri menjemput asa. Indonesia mercusuar dunia, rakyat sejahtera adil makmur sentosa sebagimana cinta cita kita merdeka yang sudah 80 tahun merdeka masih menderita di negara kaya raya.
Selamat hari pahlawan untuk seluruh pahlawan bangsa dari sepuluh tokoh bangsa yang baru saja dianugerahi gelar pahlawan Nasional. Sangat mencerminkan kepribadian bangsa menghargai jasa jasa mereka yang beragam. Termasuk pahlawan dari buruh Marsinah yang berjuang untuk buruh agar bangsa ini ke depan lebih menghargai keringat rakyat pekerja di semua tingkatan baik buruh pabrik, karyawan swasta, guru honorer, buruh yayasan, dst. ( Red)




