Diagnosis Abses Peritonsil, Pengobatan, Pencegahan dan Komplikasi

Diagnosis Abses Peritonsil, Pengobatan, Pencegahan dan Komplikasi

Sinar5news – Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan hasil wawancara dan pemeriksaan fisik. Dokter akan menggunakan senter untuk melihat kondisi amandel dan jaringan sekitarnya dan menekan bagian yang dicurigai abses untuk memastikan adanya nanah di dalamnya. 

Pemeriksaan pendukung lainnya dapat menggunakan USG, rontgen maupun CT scan. Tujuannya adalah untuk melihat kemungkinan penyebab lain yang terlibat pada jaringan tersebut. Melalui tes pencitraan, beberapa kondisi berikut mungkin juga bisa ditemukan, yaitu:

  • Epiglottitis, yaitu radang epiglotis yang menutup jaringan yang mencegah makanan masuk ke tenggorokan.
  • Abses retropharyngeal, terbentuknya kantung nanah di belakang jaringan di belakang tenggorokan. Bentuknya seperti abses peritonsil tapi di lokasi yang berbeda.
  • Selulitis peritonsil, yaitu infeksi jaringan lunak yang terbentuk di bawah permukaan jaringan.

Selain itu, dokter mungkin juga perlu menguji virus mononukleosis. Beberapa ahli berpendapat bahwa virus mononukleosis berkaitan dengan abses peritonsil. Bahkan kemungkinannya sebesar 20 persen. 

Dokter juga dapat memeriksa sampel nanah dari abses ke laboratorium, sehingga jenis bakteri dapat diidentifikasi. 

Pengobatan Abses Peritonsil

Pada pengobatan abses peritonsil, dokter akan menggunakan terapi antibiotik. Pemberian antibiotik ditujukan untuk membunuh bakteri dan sebagian besar kasus dapat ditangani dengan rawat jalan. 

Namun, jika diperlukan, dokter akan menyarankan untuk dirawat di rumah sakit. Selain itu, dokter juga mungkin akan memberikan obat untuk meredakan nyeri dan mempercepat perbaikan kondisi. Namun jika pemberian obat tidak membuat gejala abses peritonsil mereda, dokter mungkin akan merekomendasikan pengobatan berikut:

  • Drainase abses peritonsil. Dokter akan mengeringkan abses peritonsil. Untuk melakukannya, dokter perlu membuat sayatan pada abses agar cairan nanah di dalamnya dapat keluar.
  • Operasi amandel. Jika kamu mengalami abses peritonsil berulang, dokter mungkin merekomendasikan tonsilektomi. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat amandel melalui pembedahan.

Setelah menjalani pengobatan abses peritonsil, kamu tetap perlu menindaklanjuti kondisi dengan dokter, khususnya dokter spesialis telinga-hidung tenggorokan (THT/ otolaryngologist). Pemantauan bertujuan agar dokter dapat memastikan bahwa pengobatan benar-benar memberikan dampak positif. Selain itu, kamu juga perlu ke dokter lagi jika:

  • Abses terbentuk lagi. Kamu mungkin memerlukan antibiotik yang berbeda atau drainase lebih lanjut.
  • Jika mengalami pendarahan berlebihan atau mengalami kesulitan bernapas atau menelan, segera dapatkan pertolongan medis.

Pencegahan Abses Peritonsil

Pencegahan untuk penyakit ini bisa dilakukan dengan:

  • Mengonsumsi makanan sehat.
  • Minum air putih yang cukup.
  • Membatasi konsumsi makanan berminyak. 
  • Berhenti merokok.
  • Praktikkan kebersihan mulut yang baik.

Apabila terdapat keluhan berupa sakit pada tenggorokan (radang) saat menelan, segera diskusikan dengan dokter untuk diobati hingga sembuh. Selain itu, pola istirahat yang baik dan tidur yang teratur juga diperlukan, supaya daya tahan tubuh tetap baik.

Komplikasi Abses Peritonsil

Jika abses peritonsil sudah mendapat penanganan, biasanya kondisi akan hilang tanpa menimbulkan masalah lanjutan. Namun, masih ada kemungkinan pengidap akan mengalami infeksi lagi di kemudian hari. Apabila tidak ditangani dengan segera, komplikasi dari abses dapat muncul. Komplikasi tersebut berupa:

  • Terhalangnya jalan napas.
  • Infeksi bakteri di rahang, leher, atau dada.
  • Infeksi aliran darah.
  • Sepsis.
  • Kematian. 
  • Pneumonia.
  • Meningitis.

Jika kamu mengalami masalah dengan amandel, bicarakan dengan dokter tentangk kemungkinan perawatan dan cara menghilangkannya. Perhatian setiap rasa sakit atau gejala pada tenggorokan. Selalu ingat bahwa deteksi dini adalah kunci untuk keberhasilan pengobatan abses peritonsil.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA