Apa itu Abses hati, Penyebab, Faktor dan Gejala

Apa itu Abses hati, Penyebab, Faktor dan Gejala

Sinar5news – Abses hati adalah kantung nanah yang terbentuk akibat cedera dalam organ hati. Jika dibiarkan kondisi tersebut dapat berkembang menjadi infeksi. Nanah sendiri terbentuk dari sel darah putih dan sel mati yang terbentuk saat tubuh mencoba melawan infeksi.

Nanah tersebut seharusnya mengalir keluar organ hati. Namun, nanah justru menumpuk dalam kantung-kantung dalam organ hati. Adanya nanah tersebut akan memicu pembengkakan dan peradangan di daerah sekitar hati, sehingga rasa sakit di area sekitar perut pun tidak dapat dihindari.

Penyebab Abses Hati

Penyakit abses hati terjadi ketika kantung nanah berkembang di hati karena disebabkan oleh infeksi. Abses hati terbagi menjadi tiga kategori berdasarkan penyebab yang mendasarinya, yaitu:

  • Abses hati piogenik: Penyebab abses ini yaitu infeksi bakteri. “Pyogenic” memiliki arti ‘menghasilkan nanah’. Infeksi menyebar langsung dari struktur terdekat hati, seperti saluran empedu, atau dari usus buntu. Kemudian, aliran darah dapat membawa infeksi dari bagian tubuh yang lebih jauh.
  • Abses hati amuba. Penyebabnya adalah parasit entamoeba. Parasit tersebut dapat melakukan perjalanan dari usus, melalui aliran darah ke hati. Dalam kasus yang jarang terjadi, organisme atau jamur lain juga dapat menyebabkan abses hati.
  • Abses hati yang dipicu cedera. Pembedahan, prosedur diagnostik, atau trauma pada hati dapat menyebabkan abses hati.

Penyakit ini umumnya dipicu oleh infeksi kuman, bakteri, parasit, atau jamur. Beberapa jenis patogen yang menjadi pemicunya, yaitu:

  • Bakteri, yaitu Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae.
  • Amoeba, yaitu Entamoeba histolytica.
  • Jamur, yaitu Candida sp.
  • Usus buntu.
  • Divertikulitis, yaitu infeksi pada kantung-kantung di sepanjang usus besar (kolon).
  • Kolesistitis, yaitu peradangan pada kantung empedu.

Selain itu, infeksi juga dapat terjadi ketika:

  • Peradangan menyebar ke hati dari kantung empedu, saluran empedu, atau usus buntu.
  • Patogen mengalir ke dalam aliran darah menuju hati dari organ lain di sekitarnya.
  • Pascaoperasi atau pernah mengalami cedera pada hati.

Faktor Risiko Abses Hati

Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko terkena abses hati, di antaranya:

  • Berusia lanjut.
  • Berjenis kelamin laki-laki.
  • Memiliki penyakit diabetes melitus.
  • Memiliki sirosis atau pengerasan hati.
  • Mengidap penyakit Crohn, yaitu radang usus kronis yang memengaruhi lapisan saluran pencernaan.
  • Mengidap infeksi perut atau gastrointestinal.
  • Menjalani operasi perut baru-baru ini.
  • Menjalani endoskopi tabung penguras empedu.
  • Alkoholisme atau konsumsi alkohol berat.
  • Mengidap penyakit yang mengganggu imunitas tubuh, seperti HIV atau AIDS.
  • Menjalani transplantasi organ atau pengobatan kanker.
  • Mengonsumsi obat jenis kortikosteroid.
  • Memiliki status gizi yang buruk.

Gejala Abses Hati

Ada beberapa gejala umum yang dialami oleh pengidap abses hati. Beberapa di antaranya dapat berkembang menjadi semakin parah jika tidak diatasi dengan baik. Berikut ini beberapa gejala yang perlu diwaspadai:

  • Demam dan menggigil.
  • Nyeri pada perut di bagian kanan atas.
  • Penurunan atau kehilangan nafsu makan.
  • Badan terasa lemas.
  • Batuk-batuk atau cegukan akibat iritasi diafragma.
  • Penurunan berat badan. 
  • Kotoran berwarna merah kehitaman.
  • Urine berwarna gelap.
  • Diare.
  • Nyeri pada sendi.
  • Mual dengan atau tanpa muntah-muntah.
  • Pleuritis yang memicu kesulitan bernapas.
  • Banyak mengeluarkan keringat.
  • Jaundice yang ditandai dengan menguningnya kulit dan bagian putih mata.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA