Cegah Covid-19 Melalui Gerakan Jaga Kampung

banner post atas

Sinar5news.com – Selong – Angka Pasien positif Covid-19 di Nusa Tenggara Barat(NTB) terus bentambah. Sejak munculnya wabah virus Corona pada 24 Maret 2020 hingga 22 April 2020 tercatat 115 orang terkonfirmasi positif di NTB,sedangkan untuk Kabupaten Lombok Timur yang terkonfirmasi positip 19 orang.
Melihat perkembangan tersebut Crisis Centre Covid-19 Kemitraan Kemanusiaan mengharapkan seluruh elemen masyarakat untuk melakukan segala upaya antisipasi,pencegahan Covid-19 dan meminimalisir dampak serta penanganannya dilakukan secara sistematis ,cepat dan tepat serta berkesinambungan.

Menurut Koordinator Umum Crisis Centre Covid-19 dr.H.Kurnia Akmal mengatakan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 harus ada pendekatan yang baik agar penangnan pandemic covid-19 ini selesai dengan lebih baik dan tidak menambah masalah baru.

“Apabila penanganan terkesan kurang serius dan kurang baik,maka masalah akan semakin panjang dan biaya yang dibutuhkan untuk penanganan Covid-19 akan terus membengkak,” Ungkap dr.Kurnia.

Iklan

Ia juga menambahkan peran media akan memegang peranan yang cukup penting untuk terus menggalakkan upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,dan pemerintah haarus tetap berupaya untuk menggunakan kemampuan dan kekuatan yang maksimal untuk menghadapi Pandemi Covid-19.

Selain upaya pencegahan dan pengendalian pemerintah juga harus mampu mengantisipasi dampak yang lain dari Covid-19 ini seperti dampak ekonomi dan social serta pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan agar tidak terjadi gejolak atau hal-hal yang tidak diinginkan pada masyarakat.

dr Kurnia Akmal juga berharap dengan adanya progress data Covid-19, hendaknya pemerintah mampu membuat kesimpulan dan rumusan agar penanganan pandemic covid-19 kedepanya bisa lebih tepat,sistematis dan berkesinambungan sampai tuntas.

“Semua potensi harus digerakkan termasuk relawan,tokoh-tokoh,Media dan semua potensi yang ada dengan pendekatan yang lebih baik dan menganggap semuanya sebagai mitra strategis untuk penanganan pandemic Covid-19. Pemerintah juga harus melibatkan semua masyarakat dalam menghadapi Pandemi Covid-19 dengan memperkuat basis Kampung melalui gerakan jaga Kampung,” Harapnya.

BACA JUGA  TGH. L. Pattimura Farhan, M.HI: Kiyai Noer, Guru Bak "Rasa" Ayah.

Pada akhirnya Koordinator Umum Crisis Centre Covid-19 Lombok Timur dr.Kurnia Akmal mengapresiasi masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan mata rantai penularan covid-19 dengan tetap tinggal dirumah,memakai masker kalau keluar rumah dan mnghindari kerumunan, menjaga jarak (physical distancing) minimal dua meter,serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.

“Saya juga menyampaika apresiasi yang tinggi kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan,baik pencegahan penyebaran covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di Rumah Sakit,” Pungkasnya.(Bul)