Kultum Tarawih hari ke-1

Kultum Tarawih hari ke-1

Menanam Niat, Membangun Pondasi Cinta

Muqoddimah

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا، وَأَفَاضَ فِيْهِ مِنَ الرَّحْمَةِ وَالْمَحَبَّةِ مَا يُقَوِّي الْإِيْمَانَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه،ُ رَبُّ الْعَالَمِيْن،َ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْأَمِينُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.

Isi Pidato

Hadirin jamaah shalat tarawih yang dirahmati Allah,

Alhamdulillah, malam ini kita berkumpul di rumah Allah dalam suasana yang penuh keberkahan. Ini adalah malam pertama kita. Malam di mana pintu-pintu langit dibuka lebar, pintu surga diketuk dengan doa-doa, dan pintu neraka ditutup rapat-rapat.

Namun, mari kita bertanya pada diri sendiri: “Apa yang membawa kita melangkahkan kaki ke masjid malam ini?”

Apakah karena kebiasaan tahunan? Apakah karena merasa sungkan dengan tetangga? Ataukah karena sebuah kekuatan dahsyat yang bernama Cinta?

Tema besar kita selama Ramadan ini adalah “Ramadan Berdampak: Cinta sebagai Pondasi Keislaman.” Mengapa cinta? Karena ibadah tanpa cinta itu hambar. Puasa tanpa cinta hanya akan menyisakan lapar dan dahaga. Maka di hari pertama ini, tugas kita bukan sekadar menahan lapar besok pagi, tapi membangun pondasi niat yang didasari rasa cinta.

Jamaah sekalian,

Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadis yang sangat masyhur mengenai pentingnya niat:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

(Innamal a’mālu bin-niyyāt, wa innamā likullim-ri’in mā nawā)

“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari & Muslim)

Niat bukan sekadar ucapan di lisan, tapi “kekuatan jiwa” yang menggerakkan raga. Jika niat kita adalah cinta kepada Allah, maka seberat apa pun haus yang kita rasakan besok, jiwa kita akan tetap kuat. Mengapa? Karena orang yang sedang jatuh cinta tidak akan merasa terbebani saat melakukan sesuatu untuk yang dicintainya.

Dahsyatnya Cinta dalam Berislam

Bayangkan, Allah SWT menjanjikan keajaiban bagi mereka yang memulai Ramadan dengan iman dan harapan (cinta). Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

(Man ṣāma ramaḍāna īmānan waḥtisāban ghufira lahū mā taqaddama min żanbih)

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (rida Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim)

Kata Imanan (karena iman) di sini bukan sekadar percaya, tapi rasa cinta yang mendalam yang membuat kita tunduk. Inilah kekuatan jiwa. Jiwa yang kuat adalah jiwa yang tenang karena merasa dekat dengan penciptanya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

أَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ

(Alā biżikrillāhi taṭma’innul qulūb)

 “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Hadirin yang berbahagia,

Di malam pertama ini, mari kita periksa “pondasi” kita. Jika kita ingin Ramadan tahun ini memiliki dampak yang permanen dalam hidup kita, jangan biarkan puasa kita hanya menjadi ritual fisik.

Jadikan puasa kita sebagai wujud cinta.

 Ketika kita haus, katakan pada jiwa kita: “Aku menahan haus ini karena aku mencintai Allah.”

 Ketika kita lelah saat tarawih, katakan: “Lelah ini adalah bentuk baktiku pada Sang Kekasih sejati.”

Jika pondasi cintanya sudah kuat sejak hari pertama, maka hari-hari berikutnya akan terasa ringan. Kita tidak akan menghitung berapa hari lagi lebaran, tapi kita akan merasa sedih karena waktu bersama bulan penuh cinta ini begitu cepat berlalu.

Penutup

Sebagai kesimpulan di malam perdana ini, mari kita tanamkan dalam hati bahwa Ramadan adalah madrasah (sekolah) untuk memperkuat jiwa. Kekuatan jiwa lahir dari cinta, dan cinta yang paling agung adalah cinta kepada Allah SWT.

Semoga Allah mengistiqomahkan kita, menguatkan fisik dan batin kita, serta menjadikan Ramadan tahun ini sebagai Ramadan yang paling berdampak dalam sepanjang hidup kita.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

 

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA