Ini Jawaban Bupati Lotim : Kenapa Masjid Di Tutup, Pasar Tetap Di Buka?

banner post atas

Sinar5news.com – Selong – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19) Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) melakukan pertemuan dengan Insan Pers dalam rangka menyampaikan Update data masyarakat yang masuk dalam OTG(Orang Tanpa Gejala) ODP(Orang Dalam Pemantauan) PDP(Pasien Dalam Pengawasan) dan Pasien Positif. Bertempat di Posko Covid-19 Pendopo Bupati. Jumat(03/04/2020).

Dalam update data yang dilaporkan pada jumat siang tersebut adalah data yang masuk sampai dengan hari Jumat 3 April 2020, pukul 14.00 wita. Dimana jumlah OTG,6.547 selesai pemantauan dan sehat 861 dan yang masih dalam pemantauan 5.686. ODP jumlahnya 1.089 selesai pemantauan dan sehat 217 dan yang masih dalam Pemantauan 872. PDP jumlahnya 10 selesai dirawat dan sehat 3 dan masih dalam perawatan 7.sedangkan yang positif covid-19 sampai saat ini tetap 2 orang.

Iklan

Dalam laporannya Ketua Gugus Tugas Covid-19 Lombok Timur yang juga Bupati Lombok Timur H.M.Sukiman Azmy,mengklarifikasi perintahnya untuk menutup semua Masjid yang ada dilombok timur yang meneruskan Fatwa MUI(Majelis Ulama’ Indonesia) untuk menutup Masjid dari kegiatan sholat Jumat.

Hal itu diklarifikasi oleh Bupati terkait banyaknya beredar pertanyaan di tengah-tengah masyarakat yang mempertanyakan kenapa Masjid dikosongkan sementara Pasar dibiarkan begitu saja. Menjawab soal ini adalah pelik juga. Karena biasanya Masjid tempat kita beribadah dan bersilaturrahim.

“Jawabannya karena Masjid itu tempat yang terhormat,tempat kita beribadah,tempat kita bersujud,tempat itu adalah milik Allah. Kalau saja dimasjid itu kita kumpul,ramai-ramai disana,lalu terjadi penularan dari Masjid itu,maka kehormatan dari Masjid itu akan tercemar. Jangan samakan masjid dengan Pasar,” Tegas Bupati yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Lombok Timur.

Ia juga menambahkan tidak mungkin pasar itu ditutup karena kalau pasar ditutup maka kita tidak akan khusyuk beribadah karena kita lapar. Kalau Pasar ditutup bagaimana kita akan bisa memenuhi kebutuhan pokok kita setiap hari.

BACA JUGA  PESANTREN DUNIA LITERASI

“Kalau Pasar ditutup akan terjadi Ras, karena kemana orang akan beli beras,kemana orang akan membeli kebutuhan pokoknya sehari-hari,lalu menyebabkan kita menjadi tidak karuan, jika tidak dipenuhi perekonomian ini maka kita akan menjadi lapar,bagaimana kita akan bisa beribadah kepada Allah,” Terangnya.

Itulah sebabnya pasar itu akan tetap dibuka dengan catatan akan dilakukan evaluasi seperti contohnya ada Grab dan Gojek danlainnya kedepan itu harus difungsikan agar mereka yang tidak dapat penumpang saat ini, kedepan dapat melakukan order kepada pasar.

“Di jakarta itu pak, tidak mau malas-malas kesana kemari tinggal order diojek saja, nanti ojek online inilah yang akan kepasar jika kita pesan kangkung, beras atau makanan lainnya. Ojek inilah yang akan kepasar untuk membelikan barang tersebut. Untuk itu media online ini kita akan upayakan untuk diterapkan dilombok timur ini. Jadi perantaranya ada,barangnya ada, pembelinya ada, kita tidak perlu keluar rumah untuk belanja. Dengan adanya tiga komponen ini kita terhindar dari resiko,” Paparnya.

Pada acara tersebut juga dilakukan penyerahan sumbangan dari Anggota PGRI(Persatuan Guru Republik Indonesia) Lombok Timur sebesar Rp.400 juta untuk pembelian 80.000 Masker, dan juga penyerahan sumbangan dari anggota Korpri Lombok Timur sebesar Rp.250 juta untuk pembelian masker. Yang diterima oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 Lombok Timur H.M.Sukiman Azmy.(Bul)