Prof H.Agustitin: WISATA BATINIAH

Prof H.Agustitin: WISATA BATINIAH

*رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ*

*Rabbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lana Mil-Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab*

*”Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 7)*

*يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ*

*Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik*

*_Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.” (HR. Ahmad dan at Tirmidzi)*

*اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ*

*Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa ‘Alaa Thaa’atik*

_Artinya: “Ya Allah yang mengarahkan hati arahkanlah hati..hati kami untuk taat kepada Mu..

*اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً*

_*”Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Mu ilmu yg bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima.*

Betapa orang _sering_ *GAGAL* untuk menjadi *PEMIMPIN* karena mereka tidak berlaku _sebagai_ *pemimpin* melainkan berlaku _sebagai_ *BOSS. Apakah *perbedaan* antara *PEMIMPIN* dengan *BOSS*?

Seorang *BOSS* _mempekerjakan_ *bawahannya*;
tetapi seorang *PEMIMPIN* _mengilhami_ mereka.

Seorang *BOSS* _mengandalkan_ *kekuasaannya*;
tetapi seorang *PEMIMPIN* mengandalkan *kemauan* baiknya.

Seorang *BOSS* _menimbulkan_ *ketakutan*;
tetapi seorang *PEMIMPIN* _memancarkan_ *kasih*.

Seorang *boss* mengatakan *AKU* ;
tetapi seorang *pemimpin* _mengatakan_ *KITA*.

Seorang *BOSS* _menunjuk_ siapa yang *bersalah*;
tetapi seorang *PEMIMPIN* _menunjuk_ *apa* yang *SALAH*.

Seorang *BOSS* tahu _bagaimana_ sesuatu *dikerjakan*;
tetapi seorang *PEMIMPIN* tahu _bagaimana_ *mengerjakannya*

Seorang *BOSS* _menuntut_ *rasa hormat*;
tetapi seorang *PEMIMPIN* _membangkitkan_ *rasa hormat*.

Seorang *boss* _berkata_ *PERGI* !!! ;
tetapi seorang *pemimpin* berkata *MARI KITA PERGI* !
Karena itu yang namanya *BERSEDEKAH ITU adalah TERMASUK BICARA JUJUR, SANTUN DAN. BAIK*

_*SEDEKAH tidak mesti harus berupa materi (uang atau barang). Mengucapkan kata-kata yang baik kepada orang pun termasuk sedekah. *“Tidak ada sedekah yang paling utama selain ucapan yang baik”* (HR Al-Baihaqi). *”Tidak ada sedekah yang paling dicintai Allah, selain ucapan yang baik.”*_ (HR Al-Baihaqi).

SEDEKAH merupakan perbuatan yang sangat disukai oleh Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Karena termasuk sedekah, maka mengucapkan kata-kata (bertutur kata) yang baik pun mendapat pahala dari Allah.

HANYA saja, kadang-kadang kita berpikir bahwa sedekah itu berarti harus mengeluarkan materi yang berupa barang atau uang yang ada pada diri kita. Padahal, tidak selamanya seperti itu. Kita juga bisa bersedekah dengan anggota badan yang salah satunya ialah dengan berkata baik kepada orang lain.

DI antara bentuk sedekah anggota badan adalah ucapan yang baik. Allah telah menjadikan ucapan lembut dan baik sebagai kualifikasi turunnya rahmat Allah. Tidak ada kata yang pantas/ baik dalam Alquran kecuali untuk menyebutkan perbuatan baik.

KEMUDIAN, Allah menjadikan ucapan yang baik tersebut sebagai sifat seseorang dalam berbicara. Allah berfirman di dalam kitab suci Alquran (yang artinya) berikut ini.

*_“Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka dengan ucapan yang pantas,”_* (QS. Al-Isra’: 28).

KITA tidak hanya diperintahkan untuk berkata baik kepada sesama muslim. Bahkan, sewaktu kita menyampaikan kebenaran (berdakwah) kepada orang-orang selain Islam pun kita diperintahkan menggunakan kata-kata yang baik.

INILAH yang pernah diperintahkan Allah kepada Musa dan Harun agar mereka berkata kepada Firaun dengan perkataan yang pantas dan baik. Hal itu termaktub di dalam Alquran (yang artinya) seperti di bawah ini.

_”Pergilah kamu berdua kepada Firaun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka, berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut. Mudah-mudahan ia ingat atau takut,”_* (QS. Thaha: 43-44).

DALAM hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa di antara cara menjaga lisan adalah dengan cara berkata baik atau diam. Rasulullah SAW bersabda (yang artinya) di bawah ini.

*_“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik, atau diam,”_* ( HR. Bukhari dan Muslim).

LIHATLAH, renungkanlah! Betapa mulianya agama ini (Islam)! Firaun adalah orang yang melampaui batas dan sombong. Meski demikian, Allah memerintahkan Musa dan Harun agar berkata baik kepadanya. Akan tetapi, semua ini tentunya dilakukan dalam rangka dakwah dan menyampaikan kebenaran, tidak untuk menjilat atau mencari muka.

PERKATAAN yang baik akan menggerakkan hati manusia untuk berbuat sesuatu yang baik. Sementara itu, perkataan yang buruk akan berpotensi menimbulkan kejengkelan pada hati manusia atau menghentikan hati dari melakukan sesuatu perbuatan yang baik.

BETAPA banyak ucapan yang baik dapat menyebabkan seseorang masuk surga. Sebaliknya, betapa banyak juga ucapan buruk yang dapat menjerumuskan pelakunya ke dalam jurang neraka.

*_Bismillahirrahmanirrahim. Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas-sami’ul ‘alim._* Ya Rabb kami. Terimalah amal kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. *(Alquran Surah Al-Baqarah ayat 127).*

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA