Prof H Agustitin: JANGAN SAMPAI PUASA KITA MENJADI SIA-SIA

banner post atas

*DALAM sebuah hadis sahih, Rasulullah SAW menyatakan bahwa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak menghasilkan apa pun dari puasanya, selain lapar dan haus. *(HR Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al Hakim)*_

*PUASA Ramadhan yang akan kita mulai hari ini di tengah penyebaran virus corona tetap wajib. Sebagai panduan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ahli kesehatan sudah sepakat bahwa wabah corona tidak menghalangi umat muslim untuk berpuasa.*

*MUI, melalui Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh, menyatakan bahwa puasa Ramadhan harus tetap dijalankan karena merupakan kewajiban umat muslim. Hanya saja muslim harus menghindari penularan virus corona.*

Iklan

*_“Umat Islam yang puasa, kewajiban puasa tetap puasa. Tetapi, memberikan perhatian khusus terhadap penyebaran harus dicegah dan diminalisir,”_*

*RAMADHAN, bulan penuh keberkahan, ampunan, dan kemulian, setiap umat muslim mulai dari anak-anak sampai orang dewasa bersuka cita menyambutnya. Lantunan merdu Alquran terdengar di tiap rumah. Semangat beribadah yang kembali bergairah dan lisan yang tak pernah berhenti berzikir memuji tuhannya.*

*PADA bulan Ramadhan yang mulia ini umat muslim diwajibkan menjalankan ibadah puasa, sebagai sebuah bentuk pendidikan ruhiyah, untuk membentuk pribadi bertakwa yang mampu membentengi dirinya dari hawa nafsu yang menyesatkan*.

*ALLAH berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 (yang artinya), *_“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”_*

*PERLU diketahui bahwa begitu banyak orang yang berpuasa. Mereka berpuasa hanya sebagai bentuk penunai kewajiban tanpa didasari keinginan untuk memperbaiki diri. Itulah sebabnya, puasanyaa tidak menghasilkan apa pun kecuali rasa lapar dan dahaga.*

*RASULULLAH SAW bersabda (yang artinya), *_“Berapa banyak orang yang berpuasa, bagian dari puasanya (hanya) lapar dan dahaga.”_* (HR. Ahmad).

*ITULAH sebabnya, agar puasa kita tidak sia-sia. Yakni, hanya sebatas menahan lapar dan dahaga, kita perlu mempehatikan hal-hal di bawah ini.,*

*Luruskan Niat.* Rasulullah SAW bersabda (yang artinya), *_“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.”_*
*(HR. Bukhari dan Muslim).*

*Pelajari Tuntunan Puasa.* *Puasa Ramadhan adalah ibadah wajib yang harus dilaksanakan oleh umat muslim. Tentunya setiap ibadah sudah memiliki ketentuan syariat agar ibadah puasa yang dilakukan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Maka, kita perlu mempelajari syarat dan rukun puasa, hal-hal yang makruh atau membatalkan puasa, amalan -amalan sunah saat puasa, yang sesuai dengan Alquran dan hadis.*

*Sibukkan Diri dengan Ibadah.*
*Selama 11 bulan lainnya, kita banyak disibukkan oleh beragam urusan dunia yang membuat lalai dari ibadah. Datangnya bulan Ramadhan adalah momentum untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas ibadah kita.*

*Menjaga Ucapan dan Perbuatan.*
*Ibadah puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Akan tetapi, ibadah puasa juga mengekang hawa nafsu, amarah, dan segala perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah puasa*.

*Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas Radhiallahu A’nhu, Rasulullah SAW bersabda yang intinya dalah bahwa ada lima hal yang dapat merusak pahala puasa yaitu: berdusta, menggunjing keburukan orang lain, mengadu domba, sumpah pals, memandang dengan syahwat.*

BACA JUGA  Prof H Agustitin: Wisata BATINIAH tentang.Pemikiran Tasawuf Modern seri ke 39

*LIMA perkara yang membatalkan orang yang berpuasa adalah: *dusta, ghibah, adu domba, sumpah palsu, dan melihat dengan syahwat “.*
*(H.R. Al-azdi dan Addailami dari Anas r.a.).*

*HENDAKNYA kita benar-benar memperhatikan puasa kita karena ibadah puasa adalah ibadah yang istimewa bagi Allah. Allah yang akan membalasnya dengan pahala yang telah Dia janjikan sebagaimana firman-Nya dalam hadis qudsi, *_“Allah berfirman (yang artinya), ‘Setiap amalan adalah sebagai kafarah/tebusan kecuali amalan puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya.'”*
*(HR. Ahmad, shahih).*

*LANJUT persiapan makan sahur bagi Saudaraku yang akan menunaikan ibadah puasa Ramadhan ini*

.

*SEGERAKAN BUKA DAN AKHIRKAN SAHUR!*

_*SEGERAKANLAH berbuka dan akhirkanlah sahur.” *(HR Ath-Thabrani).* Itu berarti bahwa Nabi Muhammad SAW menyerukan agar orang yang berpuasa menyegerakan berbuka ketika azan magrib berkumandang dan mengakhirkan makan sahurnya menjelang azan subuh. Tujuannya adalah untuk menguatkan seseorang dalam melaksanakan ibadah puasa*._

*BERBUKA puasa amat ditunggu-tunggu ketika seseorang berpuasa. Ketika azan magrib berkumandang, itulah waktu berbuka puasa. Lalu, lebih baik mana berbuka puasa telebih dahulu atau menunaikan salat magrib terlebih dahulu? Yuk, kita simak beberapa hadis mengenai buka puasa berikut ini!*

*_“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”_* (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098, dari Sahl bin Sa’ad).

*_“Umatku akan senantiasa berada di atas sunahku (ajaranku) selama tidak menunggu munculnya bintang untuk berbuka puasa.”_* (HR. Ibnu Hibban 8/277 dan Ibnu Khuzaimah 3/275).

*_“Rasulullah SAW biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan salat. Jika tidak ada rothb, beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.”_* (HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3/164).

*DARI beberapa hadis di atas dapat diketahui bahwa hendaknya menyegerakan berbuka puasa ketika sudah memasuki waktunya walaupun hanya dengan seteguk air. Hadis di atas juga menjadi dalil sunah untuk berbuka puasa terlebih dahulu dan dalil makan yang manis seperti kurma, sebagaimana Rasulullah SAW berbuka dengan kurma, serta dalil untuk salat magrib setelah berbuka.*

*SEMENTARA itu, makan sahur sangat disunahkan bagi orang yang berpuasa. Makan sahur merupakan keringanan bagi orang yang berpuasa. Menahan haus dan lapar seharian penuh sangat memberatkan. Maka, Allah mensyariatkan makan sahur dan buka puasa agar ibadahnya tidak terlalu berat.*

*RASULULLAH SAW sangat menganjurkan untuk makan sahur sebelum seseorang berpuasa. Dalam beberapa hadis dikatakan seperti berikut ini.*

*_“Makan sahurlah kalian karena di dalam makan sahur terdapat keberkahan.”_* (HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095).

BACA JUGA  Hadist Hari Ini Sabtu 15 Sofar 1442

*_”Beda antara puasa kami (umat Islam) dan puasa Ahli Kitab ialah makan sahur.”_* (HR. Muslim, Abu Daud).

*_“Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.”_* (HR. Ahmad).

*BERBEDA dengan berbuka puasa, makan sahur dianjurkan pada akhir waktunya. Hal itu berdasar pada kebiasaan yang dilakukan oeh Nabi Muhammad SAW sebagaimana riwayat berikut ini*

*DIRIWAYATKAN dari Qatadah dari Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad SAW dan Zaid bin Tsabit RA pernah makan sahur. Selesai makan sahur, Rasulullah SAW mempersiapkan diri untuk salat subuh*.

KEPADA Anas, orang-orang menanyakan, *_”Berapa lamakah rentang waktu antara usainya mereka (Nabi SAW dan Zaid) makan sahur dan masuknya waktu salat?”_*

ANAS spontan menjawab, *_”Sekitar orang membaca sebanyak lima puluh ayat.”_*

*HADIS di atas menerangkan kebiasaan Nabi Muhammad SAW mengakhirkan makan sahur, yaitu kira-kira selama membaca 50 ayat Alquran dibaca, kemudian masuk waktu subuh*.

*KESIMPULANNYA, waktu makan sahur Nabi Muhammad SAW adalah dekat dengan waktu salat subuh. Artinya, beliau akhirkan makan sahurnya. Sementara itu, waktu berakhirnya makan sahur adalah mendekati azan subuh berkumandang. Saat sahur sebaiknya diakhiri dengan minum air putih, sekitar 2 gelas.*

*ADAPUN hikmah mengakhirkan makan sahur di antaranya adalaah seperti yang di bawah ini.*

*Mempersingkat Waktu Menahan Lapar*.
*Umat muslim diperintahkan untuk berpuasa, menahan nafsu seperti makan dan minum, dari waktu subuh hingga datangnya waktu maghrib. Karena itu, jika kita mulai berpuasa saat mengakhirkan waktu sahur, maka jeda waktu untuk menahan makan bisa dipersingkat*.

*Bisa Salat Subuh Tepat Waktu.*
*Jika kita mengakhirkan waktu sahur, pada saat selesai makan, kita akan langsung bertemu dengan azan subuh. Ini akan memudahkan kita untuk menunaikan shalat subuh tepat waktu. Berbeda halnya ketika kita sahur tengah malam atau sebelum tarawih, tentu akan membuat kita tidur dalam keadaan kenyang, hingga akhirnya kesulitan bangun saat subuh.*

*Agar Tidak Tidur Setelah Makan Sahur.* Tidur setelah makan sahur sebenarnya tidak disarankan. Banyak kerugian
jika terbiasa tidur setelah sahur. Salah satunya gangguan kesehatan. Hal itu bisa menyebabkan makanan yang kita konsumsi sulit dicerna sehingga nutrisi yang masuk ke tubuh sulit diserap. Hal ini menyebabkan gangguan kesehatan, seperti obesitas, hingga penyakit jantung. Nutrisi yang tidak terserap dengan baik juga akan membuat kita lebih lemas saat beraktivitas sampai waktu berbuka*

*_Bismillairrahmanirrahim. Allâhumma qawwinî fîhi ‘alâ iqâmati amrika, wa adziqnî fîhi halâwata dzikrika, wa awzi’nî fîhi liadâi syukrika bikaramika, wahfazhnî fîhi bihifzhika wa satrika, yâ Absharan nâzhirîn._* (Ya Allah, berilah daku kekuatan untuk melaksanakan perintah-Mu. Berikan kepadaku kelezatan berzikir kepada-Mu. Bantulah aku untuk bersyukur kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Lindungilah aku dengan penjagaan-Mu dan perlindungan-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi).