Dakwah Pembebasan: Syekh Zainuddin Abdul Madjid Sebagai Inspirasi Dakwah Digital Yang Mencerahkan

Dakwah Pembebasan: Syekh Zainuddin Abdul Madjid Sebagai Inspirasi Dakwah Digital Yang Mencerahkan

Sinar5news.com – Ma’had Al-Qur’an Fityanul Ulum Cinere pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026 (kemarin), menjadi tempat berlangsungnya Seminar Nasional bertajuk “Dakwah Pembebasan: Syekh Zainuddin Abdul Madjid sebagai Inspirasi Dakwah Digital yang Mencerahkan”. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan Musyawarah Wilayah (MUSWIL) ke-II Pengurus NWDI Jakarta tahun 2026 dengan menghadirkan dua narasumber hebat, yaitu TGH. Abdul Basith Asdjazzi, Lc., M.E., cicit dari Maulana Syekh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sekaligus Founder Annahda Travel, dan Dr. Muhammad Hizbullah, MA, Dosen IIQ Jakarta.

Acara dibuka oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan fatihah-fatihah dan sholawat nahdlatain, menyanyikan lagu Indonesia raya dan Mars NWDI, lalu penyampaian sambutan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Ma’had Al-Qur’an Fityanul Ulum Cinere, TGM. Hasan Asy’ari, QH.ME. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perjuangan Maulana Syekh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid merupakan perjuangan dakwah yang berorientasi pada pembebasan umat dari berbagai bentuk keterbelakangan. beliau mengutip salah satu bait syair dalam lagu Mars Nahdlatul Wathan karya Maulana Syekh: “Kami benihan Nahdlatul Wathan yang setia, mengorbankan jiwa membela nusa dan bangsa, agar umat seluruh bersatu raga…” Menurut beliau, bait tersebut menggambarkan nilai kesetiaan, pengorbanan, dan persatuan yang menjadi fondasi perjuangan Maulana Syekh dalam membangun umat dan bangsa. Spirit inilah yang harus terus tertanam dalam jiwa para kader dan murid Maulana.

Setelah selesai dengan acara sambutan, kemudian lanjut pemaparan materi seminar oleh TGH. Abdul Basith Asdjazzi,Lc,ME. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa fondasi utama dakwah pembebasan Maulana Syekh adalah keilmuan. Menurut beliau, ilmu menjadi parameter dalam memahami kebenaran, terutama di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang semakin masif. beliau mengingatkan bahwa teknologi dapat menjadi sarana dakwah, tetapi tidak dapat menggantikan proses pembelajaran melalui guru, talaqqi, dan tradisi keilmuan yang menjadi penjaga otentisitas ilmu.

Sementara itu, narasumber kedau, Dr. Muhammad Hizbullah, MA menjelaskan bahwa pemikiran dakwah pembebasan Maulana Syekh tetap relevan dalam menghadapi tantangan di era digital. Beliau membagi konsep tersebut ke dalam tiga aspek utama, yaitu pembebasan intelektual melalui ilmu dan pendidikan (tahrir al-aql bi al-ilm wa al-tarbiyah), pembebasan sosial melalui pembangunan kemandirian dan institusi (tahrir al-mujtama’ bi al-istiqlal wa bina’ al-mu’assasah), serta penyucian jiwa dan perbaikan akhlak (tazkiyat al-nafs wa ishlah al-akhlaq). Seminar ini menjadi refleksi bahwa dakwah digital harus dibangun dengan landasan ilmu, akhlak, dan semangat pembebasan agar mampu menghadirkan pencerahan bagi masyarakat. Semoga bermanfaat.

Penulis: Istariadi

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA