Alasan sederhana mengapa takbiran begitu menggema di Indonesia || edisi ke-29 1443 H

Alasan sederhana mengapa takbiran begitu menggema di Indonesia || edisi ke-29 1443 H

Setelah selesai menjalankan puasa satu bulan lamanya, orang muslim merayakan kemenangannya dengan meramaikan gema takbir di rumah, di Masjid, di Mushalla, bahkan ada yang keliling jalan raya membawa obor sambil mengumandangkan takbir mengagungkan Allah SWT.

Budaya takbir hari raya atau sering disingkat dengan sebutan takbiran sudah menjadi budaya bagi orang Islam Indonesia. Budaya ini adalah sebuah keniscayaan yang harus ada, mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah orang Islam.

Takbiran pada malam atau siang hari raya bisa membudaya dikalangan masyarakat Indonesia disebabkan oleh adanya dalil kuat dari Al-Qur’an yang menjadi landasan takbiran tersebut harus dilestarikan atau dibudayakan.

Adapun landasan yang menguatkan anjuran pembacaan takbir ini adalah firman Allah pada Surat al-Baqarah ayat 185:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Disamping dalil di atas, anjuran takbir ini juga diperkuat oleh hadits Rasulullah berikut :

اكثروا من التكبير ليلة العيدين فانهم يهدم الذنوب هدما

“Perbanyaklah membaca
takbiran pada malam hari raya (fitri dan adha) karena hal itu dapat melebur dosa-dosa.”

Dalil ini juga dikuatkan oleh keterangan dari kitab Fathul Qarib:

ويكبر ندبا كل من ذكر وانثى وحاضر ومسافر فى المنازل والطرق والمساجد والاسواق من غروب ليلة العيد (اي عيد الفطر) الى ان يدخل الامام فى الصلاة

“Disunnahkan membaca
takbir bagi lagi-laki dan perempuan, di rumah maupun di perjalanan, di mana saja, di jalanan, di masjid juga di pasar-pasar mulai dari terbenarmnya matahari malam Idul Fitri hingga Imam melakukan shalat id.”

Takbir yang biasa dipakai di kalangan masyarakat biasa menggunakan dua versi yaitu : ada yang takbir versi pendek dan takbir versi panjang.

Contoh lafadz takbiran versi pendek adalah sebagai berikut :

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Latin :
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.

Artinya, “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya.”

Adapun contoh lafadz takbiran versi panjang adalah sebagai berikut :

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ

Latin :
Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na‘budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa a’azza jundah, wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.

Artinya, “Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, memuliakan tentaranya dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar.”

Ada versi yang paling sering digunakan yaitu versi terpanjang dengan menggabungkan dua takbiran diatas. Takbiran versi ini biasa digemakan oleh para pemuda dan para qori’ yang bersuara panjang.

Inilah alasan singkat dan sederhana yang kami kemukakan tentang kenapa takbiran begitu menggema di Indonesia. Akhirnya kami ucapkan mudah-mudahan puasa kita diterima dan segala dosa kita diampuni oleh Allah SWT. Aamiin ya rabbal aalamiin.

Wallahu A’lam
Fath

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA