Tabungan Surga

banner post atas

Salah satu kebahagiaan yang bisa membuat orang bahagia adalah adanya simpanan masa depan, lebih lagi ketika sedaang menghadapi ujian dari Allah berupa kehidupan yang sangat sulit, tabungan tersebut sangat berfungsi, dan bermakna. Karena dia ada ketika sedang dibutuhkan.

Oleh karena tabungan itu memiliki keistimewaan dan kegunaan yang sangat besar untuk hari kemudiannya, maka orang tua sering menyarankan kepada anaknya supaya menyisihkan sebagian belanja yang diberikan untuk ditabung, dalam rangka mendidik, melatih dan membiasakan budaya menabung.

Bertolak dari begitu pentingnya tabungan dalam kehidupan dunia sebagai bekal untuk mengarungi kehidupan yang sangat singkat dan cepat, maka dalam mempersiapkan kehidupan yang lebih panjang di akhirat kelak, tentu lebih membutuhkan tabungan.

Iklan

Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya tentang tabungan tabungan surga, yaitu amalan -amalan yang bisa menjadi tabungan seorang hamba yang kelak bisa memasukkannya ke dalam surga.

أَرْبَعَةٌ مِنْ كَنْـزِ الْجَنَّةِ: إِخْفَاءُ الصَّدَقَةِ. وَكِتْمَانُ الْمُصِيْبَةِ. وَصِلَةُ الرَّحِمِ. وَقَوْلُ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ (رواه الخطيب عن علي)

Artinya: “Empat hal yang termasuk simpanan Surga: Menyembunyikan sedekah, Merahasiakan musibah, Silaturahim, dan Mengucap hauqalah (Laa Haula Walaa Quwwata illaa Billaah).” (HR Khatib dari Ali)

Dalam hadits diatas Nabi mengajarkan kepada ummatnya empat amalan yang bisa dijadikan sebagai tabungan untuk masuk surga.

Adapun empat amalan tersebut adalah; Pertama, menyembunyikan shodaqoh. Diperintahkan untuk disembunyikan supaya terhindar dari sifat riya’, karena riya’ adalah salah satu virus yang bisa merontokkan bahkan menghapus pahala amal. Gambarnya kalau bisa tangan kiri tidak mengetahui tangan kanan dalam bersedekah.

Kedua, menyembunyikan musibah yang diderita seorang hamba ketika sedang diuji Allah, dengan tidak membeberkan kepada orang lain apa yang sedang dirasakan. Hendaknya musibah itu diterima dengan sabar dan dicurhatkan kepada Allah supaya ditunjuki jalan keluar, serta diberikan pertolongan dan kesabaran dalam menerima musibah tersebut, karena pada hakikat sebenarnya, bahwa musibah tersebut mengingatkan seorang hamba untuk tetap ingat kepada Allah dan semakin mendekat kepadanya.

BACA JUGA  Dari Kegelapan Menuju Cahaya

Ketiga, menyambung silaturahim kepada orang – orang yang memutuskan silaturahim dengan kita, terserah apapun yang mereka katakan yang penting kita sudah berusaha untuk menyambung silaturrahmi yang sedang terputus. Kalaupun mereka tidak menerima niat baik tersubut, itu terserah urusannya dihadapan Allah.

Keempat, memperbanyak membaca hauqolah (لاحول ولاقوة الا بالله) Kalimat tersebut menunjukkan makna yang sangat dalam terhadap kepasrahan seorang hamba terhadap tuhannya, dan menunjukkan tentang kemaha kuasaan Allah, dialah zat yang memberikan segalanya, dan darinyalah segala apa yang dimiliki manusia. Kalimat itu juga sekaligus menggambarkan tentang kelemahan seorang hamba, karena pada hakikat sebenarnya manusia tidak bisa melakukan apa-apa kecuali atas pertolongan Allah.

Inilah empat amalan sebagai tabungan surga yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. mudah-mudahan kita termasuk bagian dari hambanya yang diberikan kemampuan dan keistiqomahan dalam mengamalkan amalan tabungan surga. Fath.