Prof Dr H Agustitin: MEMBANGUN KASIH SAYANG DAN CINTA

banner post atas

Kasih sayang seringkali diartikan sebagai suatu perasaan yang diberikan dan diterima oleh seseorang, dalam konteks hubungannya dengan cinta.

Namun, hal ini tidak bisa diartikan secara mutlak. Karena, suatu bentuk emosi bukanlah sesuatu yang dapat diberikan ataupun diterima. Emosi adalah sesuatu yang secara sederhana dirasakan, layaknya rasa marah maupun rasa bahagia. Karenanya, kasih sayang tidak secara mutlak didefinisikan sebagai suatu bentuk emosi, melainkan perasaan yang diberikan oleh satu orang ke seseorang, atau sesuatu lainnya.

Kasih sayang merupakan sesuatu yang mengalir di antara manusia, diterima, dan diberikan. Untuk memberikan maupun merasakan kasih sayang, seseorang membutuhkan suatu bentuk usaha. Dalam hubungannya antara satu makhluk dan makhluk lain, kasih sayang berbentuk non-seksual, di mana setiap orang yang memiliki rasa cinta terhadap orang lain bisa merasakannya. Hal ini dibuktikkan dengan adanya kasih sayang yang timbul dari rasa cinta seorang ibu kepada anaknya, seorang kakak kepada adiknya, dan tentu saja seorang pria kepada wanita, ataupun sebaliknya. Ditambah lagi, definisi kasih sayang bukanlah sesuatu yang hanya diberikan antar-manusia, melainkan juga kepada spesies lainnya. Manusia bisa merasakan dan memberikan kasih sayang kepada hewan peliharaannya, baik itu kucing, anjing, maupun hewan lainnya.

Iklan

Kasih sayang dan cinta merupakan dua hal yang berbeda. Kasih sayang muncul sebagai salah satu bentuk cinta, dan bukan satu-satunya wujud dari cinta itu sendiri. Cinta merupakan sesuatu yang lebih rumit, dengan cakupan yang lebih luas. Bentuk dari cinta bisa bermacam-macam, baik itu dalam bentuk kasih sayang, perhatian, pemahaman antara satu sama lain, dan hubungan seks. Sementara kasih sayang adalah suatu wujud dari pengungkapan cinta yang diberikan oleh seseorang kepada sesuatu atau orang lain yang memang dicintainya.

Bagaimana sudah bisa membedakan kasih sayang dan cinta? Selalu, berikan kasih sayang kepada orang-orang yang Anda sayangi setiap hari, ya!

BACA JUGA  Prof Dr H Agustitin: Meraung Sejenak

Cinta” sebuah nama yang sering dibicarakan orang, dari yang muda sampai yang tua. Banyak manusia mengatas namakan cinta untuk setiap prilakunya. Tapi apakah mereka mengerti apa makna di balik sebuah kata ”cinta”.
”Cinta” memang sebuah nama yang sangat simple dan mudah untuk diucapkan.

Apa arti dari ‘cinta”? . Sebuah fenomena yang luar biasa. Membuat yang sedih menjadi ceria, jahat menjadi baek, peperangan menjadi perdamaian, kebencian menjadi persaudaraan, pahit menjadi manis, luka menjadi sembuh, sakit menjadi sehat. Semua itu atas nama cinta. Dan ketika kata ”Cinta disalah gunakan maka kejadiannya juga bakal sebaliknya.
Cinta juga bisa berasal dari obsesi untuk mendapatkan sesuatu. Tapi itu bukan cinta, ia hanyalah alat untuk mendapatkan objek itu. Kata ”Cinta” mempunyai makna yang universal. Setiap insan mempunyai tanggapan sendiri tentang arti cinta. Dan setiap insan juga punya cara sendiri untuk mencintai.
Apa arti cinta itu sebenarnya? Cinta adalah sebuah ungkapan rasa sayang dan simpati kita kepada seseorang. Kata cinta juga diberikan dari kita kepada Sang Pencipta, sebagai tanda kalau kita amat membutuhkan dan menyanjungnya. Rasa cinta yang kita berikan menunjukkan bahwasanya kita sangat menyukainya dan ingin bersamanya. Kecemburuan sering terjadi jika seseorang yang kita cintai bersama oranglain. Itulah cinta, satu nama seribu makna
Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.

Cinta kepada sesama adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam Menurut Erich Fromm, ada empat syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu:
a. Knowledge (pengenalan)
b. Responsibilty (tanggung jawab)
c. Care (perhatian)
d. Respect (saling menghormati)

BACA JUGA  Prof H Agustitin: Mencermati Gagasan Al- Hallaj TENTANG Hulul VS Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani

Cinta berada di seluruh semua kebudayaan manusia. Oleh karena perbedaan kebudayaan ini, maka pendefinisian dari cinta pun sulit ditetapkan..
skPara pakar telah mendefinisikan dan memilah-milah istilah ini yang pengertiannya sangat rumit. Antara lain mereka membedakan cinta terhadap sesama manusia dan yang terkait dengannya menkadi:
a. Cinta terhadap keluarga

b. Cinta terhadap teman-teman, atau philia

c. Cinta yang romantis atau juga disebut asmara

d. Cinta yang hanya merupakan hawa nafsu atau cinta eros

e. Cinta sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape

f. Cinta dirinya sendiri, yang disebut narsisme

g. Cinta akan sebuah konsep tertentu

.Cinta akan negaranya atau patriotisme

h.Cinta akan bangsa atau nasionalisme.

Cinta antar pribadi manusia menunjuk kepada cinta antara manusia mempunyai beberapa undur yang sering ada dalam cinta antar pribadi tersebut yaitu
Afeksi: menghargai orang lain
Ikatan: memuaskan kebutuhan emosi dasar
Altruisme: perhatian non-egois kepada orang lain . Reciprocation: cinta yang saling menguntungkan
Commitment: keinginan untuk mengabadikan cinta
Keintiman emosional: berbagia emosi dan rasa
Kinship: ikatan keluarga
Passion: nafsu seksual
Physical intimacy: berbagi kehidupan erat satu sama lain. Self-interest: cinta yang mengharapkan imbalan pribadi.Service: keinginan untuk membant
Energi seksual dapat menjadi unsur paling penting dalam menentukan bentuk hubungan.

Namun atraksi seksual sering menimbulkan sebuah ikatan baru, keinginan seksual dianggap tidak baik atau tidak sepantasnya dalam beberapa ikatan cinta. Dalam banyak agama dan sistem etik hal ini dianggap salah bila memiliki keinginan seksual kepada keluarga dekat, anak, atau diluar hubungan berkomitmen. Tetapi banyak cara untuk mengungkapkan rasa kasih sayang tanpa seks. Afeksi, keintiman emosi dan hobby yang sama sangat biasa dalam berteman dan saudara di seluruh manusia.
Dalam Islam, cinta seseorang haruslah berlandaskan kepengikutan (ittibaâ) dan ketaatan.