Bukan Sekadar Aplikasi: Bakti Mahasiswa Unpam Wujudkan E-Learning Inklusif di Sekolah. Oleh: Tim Kolaborasi HIMTIF & HIMA PTI Universitas Pamulang

Bukan Sekadar Aplikasi: Bakti Mahasiswa Unpam Wujudkan E-Learning Inklusif di Sekolah. Oleh: Tim Kolaborasi HIMTIF & HIMA PTI Universitas Pamulang

Sinar5news- Tangsel- Era digital telah mengubah hampir semua aspek kehidupan kita, mulai dari cara bekerja, berkomunikasi, hingga cara kita belajar. Namun, sebuah pertanyaan besar tetap membayangi: sejauh mana dunia pendidikan kita di akar rumput benar-benar siap menyambut transformasi ini?. Di era globalisasi yang serba cepat, kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan. Teknologi digital menawarkan solusi pembelajaran yang lebih fleksibel, efisien, dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Salah satu solusi paling menjanjikan tentu saja adalah e-learning.

Namun, kenyataan di lapangan tidak sesederhana membalikkan telapak tangan. Akses terhadap teknologi masih menjadi tantangan nyata. Belum semua sekolah memiliki infrastruktur yang memadai, dan belum semua guru serta siswa melek digital. Lebih dari itu, platform e-learning yang beredar saat ini sering kali tidak dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan riil dan kendala pengguna di lapangan. Atas dasar keprihatinan itulah, Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HIMTIF) berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi (HIMA PTI) Universitas Pamulang mengambil inisiatif proaktif. Kami merancang sebuah platform digital berbasis e-learning. Tujuannya bukan sekadar membuat aplikasi yang terlihat canggih, melainkan menciptakan solusi teknis yang tepat guna, ringan, dan berkelanjutan.

Kegiatan kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada tataran konsep di dalam ruang kelas kampus. Kami turun langsung ke lapangan, melakukan observasi dan pendampingan ke SMK Serua dan SMK Puspita Husada. Kami berdialog dengan para guru dan siswa untuk mendengarkan langsung apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Dari temuan lapangan, kami mendapati banyak siswa yang memiliki antusiasme tinggi untuk belajar di luar jam sekolah, namun terbentur oleh ketiadaan akses ke materi pembelajaran yang terstruktur. Di sisi lain, banyak guru yang sebenarnya ingin memanfaatkan teknologi dalam pengajaran, tetapi kebingungan harus memulai dari mana.

Berangkat dari titik keluhan tersebut, kami merancang purwarupa Learning Management System (LMS) yang sederhana, ringan, dan ramah pengguna. Platform ini dirancang khusus untuk memecahkan masalah masyarakat dan peserta didik dalam beradaptasi dengan era digital.

Bagi kami sebagai mahasiswa, kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar tugas akademik. Pertama, ini adalah bentuk nyata tridharma perguruan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat. Kami tidak hanya duduk di bangku kuliah, tetapi ikut turun tangan memecahkan persoalan pendidikan di sekitar kami.
Kedua, program ini menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan teknis dalam rekayasa perangkat lunak, sekaligus mengasah soft skill seperti kolaborasi, komunikasi, dan empati. Kami belajar satu hal penting: teknologi sehebat apa pun tidak akan berdampak jika gagal menjawab kebutuhan manusia.
Ketiga, ini adalah bukti konkret bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu antara Teknik Informatika dan Pendidikan Teknologi Informasi mampu menghasilkan karya yang lebih holistik. Dari kegiatan ini, kami telah berhasil mengembangkan purwarupa website LMS yang siap diimplementasikan secara bertahap.

Kami juga tengah mengajukan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai bentuk perlindungan hukum atas karya inovasi mahasiswa. Tentu saja, perjalanan masih panjang. Purwarupa yang kami hasilkan masih membutuhkan berbagai penyempurnaan UI/UX dan optimalisasi sistem. Pendampingan kepada mitra sekolah juga harus berjalan secara konsisten. Namun, setidaknya sebuah langkah awal yang berani telah kami mulai.

Harapan kami, publikasi dan kegiatan ini dapat memantik semangat mahasiswa lain maupun berbagai instansi untuk ikut berkontribusi memajukan pendidikan nasional. Sebab pada akhirnya, kemajuan infrastruktur teknologi harus selalu diimbangi dengan pembangunan kualitas manusianya.

Mari bersama-sama merancang masa depan pendidikan digital yang tidak hanya canggih, tetapi juga benar-benar inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat. ( Red)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA