Pengajian Ta’lim; Pentingnya Ilmu

0
419
banner post atas

Sinar5news.com  Rasulullah SAW telah mewajibkan ummatnya untuk mencari ilmu, sebagaimana dalam sabdanya “menuntut ilmu wajib bagi muslim dan muslimat.” Hal ini karena ilmu adalah kunci utama untuk meraih segalanya. Apapun yang dilakukan tidak bisa terlepas dari intervensi ilmu, karena ilmu merupakan sebuah alat untuk melakukan dan sampai kepada sesuatu.

Untuk mendapatkan ilmu perlu memaksimalkan berbagai indera yang kita miliki seperti penglihatan, pendengaran dan hati. Karena pengetahuan yang kita peroleh bersumber dari panca indera. Yang demikian itu sesuai dengan firman Allah “Dan Allah telah membawa kamu keluar dari rahim ibumu saat kamu tidak tahu apa-apa. Dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati yang bisa kamu syukuri (kepada Allah)” [Qur’an, 16: 78].

Pemanfaatan panca indra dengan maksimal akan sangat berpengaruh kepada proses penyerapan ilmu pengetahuan. Semakin diasah dan dipertajam panca indra, akan semakin mempermudah dalam penangkapan ilmu. Tak ubahnya laksana pisau yang terus diasah, akan semakin tajam dan mempermudah dalam memotong sesuatu.

Iklan

Proses penyerapan yang cepat akan berpengaruh kepada kualitas dan kuantitas ilmu yang diperoleh. Sehingga berbedanya penyerapan ilmu yang dimiliki, akan memberikan warna yang berbeda pula pada setiap individu.

Orang yang memiliki ilmu akan dapat membedakan antara yang benar dan salah, sehingga tidak terperangkap kepada perkataan, perbuatan atau tingkah laku yang salah. Berhati-hati dalam mengambil keputusan dan bertindak, serta tidak sembrono.

Contoh sederhana tentang shalat, jika tidak mengetahui tatacara pelaksanaannya, bagaimana berniat yang benar, cara rukuk dan sujud, serta berbagai gerakan dan bacaan dalam shalat. Maka ibadah yang dilakukan tidak sah, karena tidak sesuai rukun dan syaratnya.

Begitu juga dalam seluruh langkah dan aktivitas yang kita lakukan, tidak terhitung ibadah dihadapan Allah kalau tidak didasari dengan ilmu. Contoh sederhananya makan. Jika tidak didasari dengan ilmu makan, maka tidak akan menghasilkan pahala akhirat, hanya dapat bagian kenyangnya saja di dunia.

Begitu pentingnya ilmu. H.Muslihan Habib,M.ag. selaku pembimbing pengajian ta’lim menganjurkan untuk terus belajar sebanyak-banyaknya, beliu memaparkan kitab ta’lim tentang banyak belajar supaya mendapat ilmu yang banyak. “Belajarlah maka sesungguhnya ilmu itu menjadi perhiasan kepada pemiliknya dan ilmu itu membawa keutamaan dan alamat/tanda pada tiap yang terpuji.”

Tak luput beliau menyisipkan menjelaskan tentang bencana dan penyakit yang merusak ilmu adalah “lupa.” (tur asri)