Libur Sekolah Terus Berlanjut, Semua Pihak Harus Bersabar Oleh: Abdurrahman, S.Pd.I

Libur Sekolah Terus Berlanjut, Semua Pihak Harus Bersabar Oleh: Abdurrahman, S.Pd.I

Pendidikan di indonesia kini telah masuk pada tahun ajaran baru 2020-2021. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kini seluruh satuan pendidikan baik di tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi masih melaksanakan proses belajar mengajar menggunakan daring secara online. Kondisi seperti ini masih melanda daerah-daerah di indonesia yang masuk kategori daerah yang memiliki kasus covid-19 yang cenderung meningkat dari hari ke hari.

Daerah NTB merupakan salah satu daerah yang memiliki kasus covid-19 yang cenderung mengalami peningkatan. Hingga hari Sabtu per tanggal 25 Juli 2020 kasus positif covid-19 di NTB menyentuh angka 1.903 orang. Dengan perincian 1.197 orang sudah sembuh, 106 orang meninggal dunia dan 600 orang masih positif dalam keadaan baik. Angka tersebut merupakan angka yang cukup menghawatirkan sehingga pemerintah daerah melalui dinas pendidikan mengeluarkan surat edaran untuk tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah melainkan melaksanakan pembelajaran melalui daring secara online. Tentu kebijakan tersebut di ambil atas dasar pertimbangan untuk keselamatan peserta didik dari bahaya virus corona yang tengah melanda daerah NTB. Mengingat angka positif covid-19 di NTB yang cukup menghawatirkan.

Sudah kesekian kalinya selama beberapa bulan terakhir, pemerintah NTB melalui dinas pendidikan secara resmi melarang sekolah-sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah. Itu artinya anak-anak tetap harus belajar dari rumah masing-masing dan tidak diperkenankan untuk masuk sekolah hingga waktu yang belum ditentukan. Kondisi ini membuat para siswa banyak yang galau karena tidak terbiasa menghadapi situasi pandemi yang berkepanjangan seperti yang terjadi saat ini.
Begitu pula dengan para orang tua yang kebingungan bagaimana harus memotivasi anak-anaknya agar mau belajar secara maksimal dirumah. Kebijakan pemerintah yang menerapkan pembelajaran daring secara online, membuat para orang tua mengeluh karena merasa pembelajaran daring secara online tidak maksimal dilakukan. Belum lagi mereka harus menyiapkan kuota internet untuk anaknya agar bisa memgikuti proses pembelajaran daring secara online dari pihak sekolah.

BACA JUGA  Tetangga Beda Manhaj oleh : Zulkarnaen

Keluhan tersebut tidak hanya hadir dari para orang tua, melainkan juga dari para guru-guru. Mereka menilai pembelajaran daring tidak bisa mewakili pembelajaran tatap muka yang selama ini dilakukan di sekolah. Namun disisi yang lain mereka juga sadar bahwa kondisi pandemi covid-19 saat ini yang berkepanjangan juga tidak bisa di anggap sepele. Karena bahaya virus corona nyatanya telah terbukti membunuh banyak orang. Di NTB sendiri angka kematian dari kasus positif corona sudah mencapai 106 orang. Situasi yang tidak menentu yang terjadi saat ini membuat para guru dan orang tua serta peserta didik dilema. Satu sisi mereka sangat rindu ingin kembali melakukan aktifitas pembelajaran seperti biasanya di sekolah namun di sisi lain ancaman wabah virus corona masih membahayakan untuk anak-anak dan orang dewasa.

BACA JUGA  Samsul Hadi: Berbuat baik saja, selebihnya adalah akibat

Hadirnya meme-meme di media sosial yang mengeluhkan situasi pendidikan saat ini. Membuktikan bahwa masyarakat belum sepenuhnya siap untuk menghadapi situasi ditengah wabah virus corona yang sedang terjadi saat ini. Bagi penulis sudah seharusnya semua pihak mengerti dengan situasi yang terjadi. Tidak perlu membuat meme-meme di media sosial yang justru membuat persoalan semakin rumit. Semua pihak harus menahan diri, mengerti dan saling memahami bahwa saat ini kita berada pada situasi yang tidak normal sehingga kesabaran itu penting.
Karena pada dasarnya kita semua adalah korban dari pendemi covid-19 yang sedang terjadi. Pemerintah sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk mengatasi situasi yang sedang terjadi. Mulai dari memberi bantuan sosial kepada masyarakat terdampak corona hingga mewajibkan semua pihak baik instansi maupun perorangan untuk menerapkan protokoler kesehatan ketika melakukan aktifitas di luar rumah dengan cara selalu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari tempat-tempat kerumunan orang banyak dan hindari kontak fisik dengan orang lain.

BACA JUGA  Fikih Nikah #1 Oleh : Zulkarnaen

Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah tersebut sudah seharusnya kita bantu dan kita dukung agar kita bisa segera keluar dari situasi pandemi yang sedang terjadi saat ini. Kita berharap virus corona segera berakhir dan berlalu sehingga proses belajar mengajar di sekolah bisa beroperasi kembali seperti biasa dan aktifitas ditengah masyarakat dapat berjalan normal kembali.

Mataram, 26 Juli 2020

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA