asd

Kota Jakarta dan warganya kembali kehilangan ulamanya KH. RIZKI DZULQKRNAIN, Lc, MA

Kota Jakarta dan warganya kembali kehilangan ulamanya KH. RIZKI DZULQKRNAIN, Lc, MA

TERANGKAT ILMU
DENGAN KEPERGIAN ULAMA

Jakarta, 24 September 2020,

Kota Jakarta dan warganya kembali kehilangan ulamanya. Seorang kiyai muda asal betawi kembali di panggil oleh Sang Kholik, Alloh Jalla Wa’ala. Diusianya yang belum 40 tahun ia meninggalkan dunia yang fana ini menuju kebahagian yang abadi انت من اهل الخير

Sanad dan Disiplin Keilmuannya Luarbiasa. Intonasi dan Suaranya khas dan berwibawa, lebih dari itu, Akhlak dan Adabnya memang mempesona.

Sekelumit Biografi Beliau :

Rizki Zulkarnain, dilahirkan di Jakarta pada 11 Safar 1403 H/ 26 November 1982 M sebagai putra kedua dari pasangan H. Asmat dan HJ. Kholilah. Sejak kecil telah memulai pendidikan agama dengan belajar membaca al-Qur’an di bawah bimbingan para guru di majelis-majelis ilmu setempat. Pada tahun 1989-1995 menempuh pendidikan Ibtidaiyah di Madrasah ʻUmdatur Rasikhien. Pada tahun 1995-1998 menuntut ilmu di Madrasah Tsanawiyah ʻUmdatur Rasikhien, pada tahun 2001 menamatkan pendidikannya di SMUN 36 Jakarta.

Pada tahun 2007 ia menyelesaikan pendidikan studi S1 di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta prodi Tafsir Hadis dengan skripsi “Nusyûz kajian surat al-Nisâ ayat: 128 dalam tafsir al-Sirâj al-Munîr Fî al-ʻIânah ʻAlâ Maʻrifat Baʻd Maʻânî Kalâm Rabbinâ al-Hakîm al-Khabîr karya Syaikh Muhammad al-Syarbînî al-Khaṯîb”. Pada tahun 2011-2012 mendapat beasiswa dari kementrian agama untuk mengikuti short course di Universitas Ibn Thufail, Kinetra, Maroko. Di Maroko ia berhasil merampungkan sebuah karya “Dzakîrat al-Muhtâj Fî Salawât ʻAlâ Sâhib al-Liwâ Wa al-Tâj”. Kitab tersebut telah dicetak dan diberikan sambutan oleh 23 ulama. Pada awal tahun 2012, ia mengambil baiat thariqah Tijâniyah di kota Fez, Maroko.

Pada tahun 2014 lulus dari Ma’had Ali al-Asyirah al-Qur’aniyyah pada prodi Tafsir dan pada pada tahun 2018 ia lulus studi S2 nya pada program Magister Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada prodi Tafsir Hadis Konsentrasi Hadis dengan judul tesis “Kritik Hadis Ahmad al-Ghumârî Terhadap Hadis-Hadis Palsu Riwayat al-Qudâʻi Dalam Kitab al-Jâmi’ al-Saghîr (Telaah Kitab al-Mudâwî Li ‘Ilal al-Jami’ al-Saghîr Wa Syarhai al-Munâwî)”.

Sebelum berkutat dalam dunia akademisi, ia menuntut ilmu kepada para ulama yang menjadi ʻumdah (rujukan) di Jakarta antara lain: Hadarat Syaikh K.H Muhammad Syâfiʻî Hadzâmi Mufti Betawi, Abuya K.H Saifuddin Amsir, K.H Maulana Kamal Yusuf, K.H Ahmad Syâfiʻi Abdul Hamid, K.H Ahmad Hifzhillah Badruddin, Ustad H. Mursalim dan lain-lain.

* Kepada Ustad H. Mursalim Junaidi, ia belajar sejumlah kitab di antaranya: Matan al-Ajurrumiyyah, Mutammimah, Matan Bina Wal Asas, Qathrun Nada, Aqaidud Diniyah Juz 1, 2 & 3, Tijanud Durari, Minhatul Mughits Mushthalah al-Hadits, Mukhtarul al-Ahadits, al-Aqaidud Diniyah, Akhlaq Lil Banin juz 1-2, Khulashah Nuril Yaqin juz 1-2, Taisirul Khallaq, Tarikh Tasyri’, Tafsir Jalalain dan lain-lain.

* Dengan KH Ahmad Hifzhillah Badruddin di ponpes al-Ihsan, ia belajar beberapa kitab antara lain: Kafrawi, Syarh Khalid Azhari Ala al-Ajurrumiyyah, Mutammimah, Tuhfatul Ikhwan Fi Ilmil Bayan, Awamil al-Jurjani, Qawidul I’lal, Matan Bina Wal Asas, Idhahul Mubham Syarh Sullam, Fathul Qarib, Kifayatul Akhyar, al-Adzkar Imam Nawawi, Riyadhus Shalihin, Nashaihul Ibad, an-Nashaihud Diniyyah Wal Washaya Imaniyah, Kifayatul Awam, Syarah Ummul Barahin, Ta’lim al-Mutaallim, Tafsir Jalalain dan lain-lain. 

Sumber : FB Abdul Razak Ganni

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA