Ini Kata TGB!!!, Pada Seminar Kebangsaan. Harmonisasi Keberagaman Di Kampus UKI Jakarta.

0
229
banner post atas


Sinar5news.com – Mataram – Dr.KH.Muhammad Zainul Majdi,MA yang juga Ketua Umum Alumni Al-Azhar Mesir(OIA) menjadi pembicara pada acara Seminar Kebangsaan Dengan Tema “Indonesia Kita : Harmonisasi Keberagaman di Era Discruption 4.0” di Universitas Kristen Indonesia(UKI) Jakarta. senin(14/10/2019).
Dalam kesempatan tersebut, Tokoh Nusa Tenggara Barat dan Gubernur NTB dua periode yang populer dengan sebutan Tuan Guru Bajang(TGB) itu menyampaikan bahwa keberagaman yang harmonis di Indonesia ini tidak lahir begitu saja. Harmonisasi dalam keberagaman ini adalah hasil perjuangan.
“Kita harus menyadari dalam bentuknya yang sekarang ini bukan terjadi yang datang tiba-tiba saja. Ujug-ujug memiliki keberagaman. Indonesia ini adalah akumulasi perjuangan sudut nusantara. Dengan khazanah kearifan lokal, lalu lahirlah Indonesia, yang memiliki perjalanan bangsa”. Ungkap TGB.
TGB juga menambahkan UKI adalah kampus yang sangat dinamis. Tidak heran bagian dari dinamika kerjasama dengan Kunci Institute. Dalam rangka menjaga keberagaman dan harmonisasi di era disruption. Generasi kita saat ini, antara hidup yang hidup di Indonesia di era 2002, jauh sekali dengan masa-masa diperjuangkan secara fisik.
“Kita sudah difasilitasi infrastruktur dan suprastruktur negara, bahwa yang kita nikmati bukanlah sesuatu yang seharusnya. Tapi Indonesia itu satu titik hasil kolaborasi anak bangsa. Bahwa ketika seluruh generasi bekerja bersama-sama.”jelasnya.
Tokoh muda nasional yang merupakan cucu dari Pahlawan Nasional asal NTB TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Majid itu juga memaparkan tentang proses harmonisasi dalam keberagaman yang terbentuk di Indonesia.
“Maka kemudian 17 agustus lahirlah Indonesia. Harmonisasi itu adalah kata kerja, Indonesia ini lahir dari kata kerja. Lahir dari kerja-kerja kolektif, maka saya berharap generasi saat ini betul-betul memahami bukan hasil pemberian, tapi takdir yang diwujudkan oleh kerja kolektif. Maka saat ini merawat dan memajukan Indonesia membutuhkan kerja kolektif”. Papar TGB.
Mantan Gubernur NTB dua periode yang membumikan program Halal Tourism(Wisata halal) juga mengungkapkan betepa beragamnya latar belakang pemikiran Founding Father Indonesia, namun dapat bersatu dengan mengenyampingkan kepentingan kelompok.
“Kalau orang-orang mazdhab pemikiran yang berbeda-beda ini berkumpul dan berargumen untuk kepentingan kelompoknya dan kelompoknya yang paling benar. Maka tidak mungkin lahir Indonesia. Namun kita lihat tokoh bangsa yang beragam, meletakkan dasar negara indonesia, mencri titik temu kesepakatan dan konsensus untuk kemaslahatan bangsa”. Tuturnya.
TGB mengajak semua peserta seminar yang hadir untuk mewarisi hasil kerjasama bangsa serta meningkatkan niat baik untuk menjaga keutuhan bangsa dalam keberagaman.
“Semua guratan tangan dan langkah kaki kita harus berkontribusi untuk kemajuan bangsa Indonesia. Kalau tidak bisa berkontribusi minimal jangan melemahkan kekuatan bangsa Indonesia”. Harapnya.
Sementara itu Direktur Kunci Institute M.Kharisul Ilmi mengatakan, selain menguatkan Sumber Daya Manusia(SDM). Lembaga ini sebagai wadah bagi anak muda Indonesia untuk terus merajut ke Bhinekaan dan persatuan. Kunci Institute ingin mengajak generasi muda mencintai Indonesia dengan keberagaman. Perbedaan adalah intangible, kekayaan tak terlihat yang dimiliki Indonesia. Menjadi sebuah keharusan bagi anak bangsa merawatnya.
Dalam acara seminar kebangsaan yang digelar Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia itu juga turut hadir staf Menteri Riset,teknologi dan Pendidikan Tinggi RI K.H. Abdul Wahid Maktub.(Bul)