HIKMAH DIBALIK CERPEN (5) ALLAH SELALU MEMBERI PERTOLONGAN OLEH : ABU AKROM

HIKMAH DIBALIK CERPEN (5) ALLAH SELALU MEMBERI PERTOLONGAN OLEH : ABU AKROM

 

Bila mengenang masa lalu ketika saya masih anak-anak, banyak peristiwa yang menantang dan penuh bahaya, bahkan hampir-hampir mengalami suatu kematian yang tidak diinginkan. Simaklah kisah perjalanan hidupku masa anak-anak dahulu ketika masih menempuh pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) yang penuh dengan liku-liku, sekaligus memiliki kesan mendalam yang sulit dilupakan dalam memori ingatan pribadiku.

Sekitar tahun 1982 waktu itu saya masih duduk di kelas III SDN 03 Sikur, Lombok Timur, NTB. Setiap hari libur sekolah, saya dan teman-teman senantiasa menghabiskan waktu dengan aneka permainan alami ala kampung. Atau melakukan kegiatan lainnya yang menguji nyali penuh dengan tantangan.

Sekitar bulan Februari tahun 1982, saya dan teman-teman pergi berenang di sebuah sungai yang cukup deras dan dalam. Sungai ini berada sebelah selatan tempat saya tinggal yaitu Repok Bangket Lauk, Desa Sikur, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, NTB. Diantara fungsi yang utama dari sungai ini adalah sebagai saluran irigasi untuk mengairi sawah bagi para petani.

Untuk dapat berenang dengan maksimal, mesti menggunakan tehnik berenang yang benar, agar dapat melewati arus air sungai yang deras. Atau bisa menggunakan kedebong pisang layaknya sebagai perahu yang cukup menantang dengan arus gelombang yang ada. Sungguh ini adalah sesuatu yang indah, sembari menikmati segarnya air sungai, walaupun terkadang air sungai tidak selamanya jernih. Apalagi ketika musim hujan tentu air sungai meluap, keruh dan warnaya kecoklatan. Tetapi kami tidak peduli yang penting bisa berenang sembari tertawa, riang gembira dan penuh bahagia.

Pada saat teman-teman sudah selesai berenang, saya sendiri masih ingin berlama-lama menikmati segarnya air sungai. Tanpa disadari saya terseret arus agak jauh dari jarak aman. Mau minta tolong sama siapa, sedang teman-teman sudah pulang ke rumah masing-masing dan tidak ada satupun warga yang melintasi jalur sungai tersebut. Saya merasa takut terjadi sesuatu yang membahayakan, tapi bagaimana lagi saya hanya bisa pasrah, karena tidak ada yang menolong. Puncak ketakutan saya ketika sampai di curug (reban dalam bahasa Lombok). Ditengah ketakutan tersebut, saya berusaha untuk menyelamatkan diri dengan mencari benda apapun yang bisa dipegang. Beruntung ada akar kayu yang menjulur ke tengah-tengah sungai, akhirnya saya berpegang erat pada akar kayu tersebut dan berusaha naik kepinggir sungai. Alhamdulillah dengan pertolongan Allah nyawa saya terselamatkan.

Betapa bersyukur saya bisa selamat dari peristiwa maut yang berbahaya ini. Tetapi kejadian ini tidak pernah saya ceritakan kepada siapapun, termasuk kepada keluarga sendiri, takut kenak marah yang akhirnya berakibat tidak diperbolehkan berenang lagi.

Dari cerita saya yang singkat ini dapat dipetik hikmahnya yaitu bila ajal belum datang, Allah pasti menolong dan menyelamatkan hamba-Nya dari segala bahaya yang berakibat sakit terluka parah atau kematian yang mengenaskan.

Bekasi, 14 Dzulqa’dah 1441 H/5 Juli 2020 M

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA