CERPEN INSPIRATIF (2) NEW ERA 4.0 Oleh : Abdul Quddus Al Majidi (Siswa Kelas VIII SMP NW Jakarta)

banner post atas

 

Wahai kalian!
Kenapa ini bisa terjadi?
Pada zaman teknologi ini
Penuh dosa lagi tersakiti

Zaman 4.0 (empat titik nol) merupakan zaman yang lagi populernya alat-alat elektronik dan era industri yang serba canggih (menurut salah seorang tamu pada acara pengkaderan IPNW, Kak Rendi, tanggal 16 Februari 2020 di Ponpes NW Jakarta tempat aku menimba ilmu).

Iklan

Menurut kak Rendi, kemungkinan sekitar 20-30 tahun lagi, akan berganti zaman menjadi era industri 5.0. Maka kemungkinan besar manusia akan sulit mendapatkan pekerjaan, karena semua digantikan oleh robot dan mungkin juga adanya alat berupa “Teleport” (Pengalihan materi dari satu titik ke titik lain, tanpa melewati jarak antara kedua titik). Sehingga tidak diperlukan lagi alat-alat yang ada pada era industri 4.0 seperti sekarang ini.

Dengan era 4.0 ini, salah satu yang berperan paling dominan untuk berbagai macam keperluan adalah penggunaan HP (handphone) yang sudah merata di seluruh dunia. Seperti aku sendiri sudah mulai menggunakan HP sejak usia 5 tahun.

Tiga tahun berlalu, aku sudah kelas tiga. Aku sekolah di SDN Sriamur 01, Tambun Utara, Bekasi. Waktu itu aku sangat mengiginkan bermain HP. HP ini adalah punya orang tuaku yang selalu aku gunakan untuk bermain game pada waktu-waktu tertentu yang tidak mengganggu aktifitas belajar.

“Ma, HP mana? Tanyaku setelah pulang dari sekolah. “Itu lagi dicas” kata ibuku. Setelah aku mengganti pakaianku, akupun berbicara lagi dengan ibuku. “Ma HP mana?” Dengan suaraku yang keras, akhirnya aku dikasih HP oleh ibuku.

“Dek…” kata ibuku dengan suara pelan. “Jangan main HP lama-lama ya, nanti matamu sakit”. Kata ibuku memberi nasehat. “Ah” kataku membantah kepada ibuku. “Baru sebentar main udah gak boleh”. Bantahku. “Sebentar lagi”, kataku. “Dek sayang…, jangan lama-lama ya, nanti HPnya mama ambil…”. Nasehat ibuku sembari menyeterika pakaian. “Bentar”, ocehku kepada ibuku. “Baru sebentar saja sudah dilarang”. Hatiku bergumam.

BACA JUGA  UU; Sebuah Tawaran Pandangan

Tiba-tiba saja HP diambil oleh ibuku. (sembari berpikir), Ya mau berbuat apa lagi, HP sudah dimbil. Walaupun hatiku agak dongkol, biar sajalah terserah beliau.

Selanjutnya aku kelas empat. Nantikan ceritaku selanjutnya …….

Jakarta, 16 Rajab 1441 H/11 Maret 2020 M