
“Bertambahnya usia harusnya diikuti dengan bertambahnya kebaikan yang kita lakukan,” jelas beliau
Sementara itu, dalam pengajian utama yang disampaikan TGB, beliau berpesan untuk jangan sampai mengikuti kelompok-kelompok yang menggunakan bendera yang mengatasnamakan Islam, namun ajarannya justru ingin memecah belah umat Islam.
“Saya berpesan kepada seluruh warga Nahdlatul Wathan untuk jangan sampai ikut ke dalam kelompok-kelompok yang mengatasnamakan Islam dan menggunakan bendera-bendera Islam namun tujuannya justru ingin memecah belah umat Islam yang ada dalam satu bangsa dan negara,” jelasnya.
Secara gamblang, TGB mengambil contoh hadirnya kelompok bernama Hizbut Tahrir. Benderanya Islam, namun isi dan tujuannya justru ingin memecah belah umat Islam dalam suatu bangsa dan menganggap hanya fahamnyalah yang benar sesuai ajararan Islam. Almaghfurlah Maulanasyeikh, sambung TGB telah jelas menggariskan kita untuk berislam dengan Islam yang moderat. Islam yang tidak memisahkan antara agama dengan negara.
Simak Video berikut :
“Wahai Indonesia, engkau adalah lambang persatuanku. Jiwaku sebagai tebusan bagimu,” jelas TGB mengutip salah satu bagian dari syair Maulanasyeikh.



