Apakah orang Muallaf yang kaya masih berhak menerima zakat ?|| edisi ke-24 1443 H

Apakah orang Muallaf yang kaya masih berhak menerima zakat ?|| edisi ke-24 1443 H

Muallaf adalah lawan dari murtad. Muallaf merupakan sebutan dari orang yang baru memeluk atau masuk agama Islam. Sedangkan murtad adalah sebutan dari orang yang telah keluar dari agama Islam.

Secara bahasa, Muallaf artinya disenangkan atau ditundukkan. Dikatakan demikian, karena orang yang baru masuk Islam hatinya belum begitu kuat, sehingga dia butuh dukungan yang bisa menguatkan hati dan niatnya.

Dari penjelasan di atas dapat diambil pemahaman, bahwa diantara tujuan diberikannya zakat kepada mereka adalah untuk mengikat dan menguatkan hati mereka kepada Islam. Lalu bagaimana dengan muallaf yang sudah memiliki kekuatan harta dan ilmu, apakah mereka masih berhak menerima zakat ?.

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya kita mengetahui tentang beberapa golongan yang berhak menerima zakat. Dalam surat At Taubah ayat 60 disebutkan ada 8 golongan yang berhak menerima zakat (8 Mustahik) yaitu :

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya: “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.

Pada ayat di atas disebutkan, bahwa Muallaf termasuk bagian dari delapan golongan yang berhak menerima zakat secara pasti. Karena mereka adalah golongan yang sudah ditetapkan sebagai Mustahik secara jelas dalam Al Qur’an, maka tidak ada alasan apapun yang menghalangi mereka untuk tidak mendapatkan zakat, ntah dia kaya ataupun terpandang. Lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan dari kitab Kifayatul Akhyar berikut :

Dalam kitab Kifayatul Ahyar juz 1 hal. 199 disebutkan, ada empat macam model muallaf yaitu:

1. Orang yang baru masuk Islam dan niat (iman) nya belum kuat.

2. Orang yang baru masuk Islam dan niatnya cukup kuat, bahkan ia menjadi pemuka di kalangan kaumnya. la diberi zakat dengan harapan kawan-kawannya tertarik masuk Islam.

3. Orang Islam yang melindungi kaum muslimin dari gangguan dan keburukan orang-orang kafir.

4. Orang Islam yang membela kepentingan kaum muslimin dari muslim yang lain (pemberontak atau golongan anti zakat) dan dari orang-orang non Muslim.

Muallaf macam pertama dan kedua boleh diberi zakat secara mutlak. Sedangkan Muallaf bagian ketiga dan keempat boleh diberi zakat sekiranya mereka diperlukan, misalnya guna menghadapi kaum kafir atau pembangkang zakat yang biayanya lebih besar daripada menyediakan pasukan bersenjata. Selain itu, mereka harus laki-laki dan yang berhak menentukan zakat tersebut adalah Imam, bukan individu orang yang mengeluarkan zakat.

Kesimpulannya adalah, bahwa Muallaf masih berhak menerima zakat walaupun dia adalah orang yang kaya dan terpandang. Karena seperti yang ada pada poin nomor 2, diharapkan supaya kawan-kawannya tertarik untuk masuk agama Islam.

Demikian penjelasan singkat tentang ketentuan bagian zakat bagi Muallaf. Mudah-mudahan ada manfaatnya.

Wallahu A’lam
Fath

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA