Al Ghozali Tidak Membunuh Filsafat Oleh : Zulkarnaen

0
211
banner post atas

Mungkin saya dan anda adalah orang yang meyakini bahwa Al Ghozali adalah salah satu penyebab paling berpengaruh atas kemunduran Islam. Banyak literatur dan diskusi yang menceritakan soal ini. Al Ghozali menurut banyak literatur, membunuh tradisi filsafat ummat Islam.
Jika dipikir kembali. Aneh jika Al Ghozali benar-benar membunuh filsafat. Secara beliau adalah pemikir Islam yang belajar filsafat. Beliau adalah salah satu dari generasi yang banyak bertemu dengan produk pengetahuan Yunani. Pendekatan-pendekatan beliau pun dalam menjelaskan Islam adalah pendekatan logis-rasional. Fatwa beliaupun dalam mempelajari ilmu ini adalah boleh dalam rangka memperkuat pemahaman agama sendiri.

Al Ghozali tidak membunuh filsafat. Keritik yang beliau lontarkan ke filsafat bukanlah keritik filsafat secara umum. Seperti apa yang dikatakan oleh Gus Ulil bahwa beliau mengkeritik satu bagian dari filsafat yakni soal ketuhanan. Sisanya seperti logika, aritmetika, etika, fisika dan seterusnya, beliau tidak memiliki masalah. Beliau melontarkan keritik disebabkan memang ada kerancuan dalam pandangan filosof soal ketuhanan dalam Islam. Secara memang tuhan dalam Islam sudah memiliki penjelasannya.

Sehingga salah kemudian jika Al Ghozali disebut membunuh filsafat. Seperti apa yang ditenggarai oleh Gus Ulil bahwa filsafat adalah bagian dari ilmu tuhan. Hal ini sebagaimana Al Ghozali mempelajari ilmu-ilmu yang secara zohir buruk, namun dalam pandangan beliau memiliki sisi baik. Hal serupa juga disampaikan oleh salah satu guru pendiri Nahdlatul Wathan, syeikh Hasan Al Masyat dengan mengatakan saya tahu itu ilmu yang tidak baik, tetapi bukan untuk saya gunakan dalam hal yang tidak baik, akan tetapi untuk menjaga diri.
Al Ghozali merupakan bagian dari sejarah tradisi Islam yang luar biasa. Ia adalah bagian sejarah dimana Islam sedang mengalami kemajuan ilmu pengetahuan. Paradigma rasional-liberal beliau temui dalam kehidupannya yang inilah juga yang mengangkat citra Islam yang baik di masa lalu. Islam dalam hal ini memiliki tradisi ilmu pengetahuan lebih dahulu daripada Barat. Sehingga sebenarnya kita memiliki kekayaan ilmu pengetahuan di khazanah kita sendiri.

Iklan

Kesimpulan soal peyebab kemunduran tersebut memang cukup berpengaruh. Ummat Islam kemudian lebih banyak sibuk dengan ritual-ritual keagamaan dan mencukupkan diri dengan ilmu akhirat. Hal ini masih banyak kita saksikan sampai hari ini. Streo type terhadap filsafat juga tak kalah memberikan dampak yang besar bagi Islam.

Hal inilah kemudian yang mulai dibangun kembali oleh tokoh Islam kontemporer. Mereka menjelaskan bahwa Islam adalah agama peradaban. Islam tak hanya mengurus soal akhirat, namun dunia. Islam adalah agama yang relevan dengan segala waktu dan tempat. Islam adalah agama yang pro kemanusiaan. Islam tak memiliki masalah dengan sains. Islam memiliki orang-orang yang rasional-liberal, fundamental, sosialis dan lain-lain. Islam pernah sangat maju dibanding peradaban lain.

Kondisinya kemudian hari ini, kita masih berusaha mengangkat Islam kembali. Banyak tokoh Islam mulai berikhtiar untuk menghadirkan solusi bagi kehidupan. Mengurus masalah-masal sosial manusia. Ikut dalam pengembangan sains dan teknologi. Banyak anak muda muslim hari ini yang mulai membaca. Tak hanya itu, mereka juga bergerak dengan apa yang dimampu dalam menghadirkan citra Islam yang baik.