Musywil III NWDI DKI Jakarta Tetapkan Hasan Asy’ari sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031

Musywil III NWDI DKI Jakarta Tetapkan Hasan Asy’ari sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031

Depok — Musyawarah Wilayah (Musywil) III Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) DKI Jakarta berlangsung di Pesantren Fityatul Ulum, Cinere, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2026) malam. Forum tersebut menetapkan Tuan Guru Muda Hasan Asy’ari, M.A. sebagai Ketua Umum Pengurus Wilayah NWDI DKI Jakarta periode 2026–2031.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Hizib Nahdlatul Wathan, dilanjutkan pembacaan Shalawat Nahdlatain, serta Tilawatil Qur’an yang dibawakan oleh Ust. Zulmaki, Pengurus Daerah NWDI Jakarta Timur.

Pembukaan bernuansa religius tersebut menjadi bagian awal sebelum peserta memasuki agenda utama Musywil, yang meliputi persidangan organisasi, pembahasan tata tertib, penetapan persyaratan calon ketua umum, penyampaian visi dan misi, hingga proses pemilihan pimpinan wilayah.

Hasan Asy’ari ditetapkan secara aklamasi setelah memperoleh dukungan penuh dari delapan perwakilan peserta (Pengurus Wilayah, pengurus daerah, Pemuda NWDI dan muslimah NWDI) yang memiliki hak suara dalam forum pemilihan.

Musywil III menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus pergantian kepemimpinan PW NWDI DKI Jakarta. Selain memilih ketua umum, forum membahas evaluasi kepengurusan sebelumnya serta arah program organisasi untuk periode lima tahun mendatang.

Delapan Suara Dukung Hasan Asy’ari

Proses pemilihan berlangsung setelah forum menyepakati mekanisme pemungutan suara terhadap calon ketua umum.

Hasan Asy’ari menjadi satu-satunya bakal calon yang dinyatakan memenuhi persyaratan setelah melalui proses verifikasi. Dalam pemilihan, seluruh delapan pemilik hak suara menyatakan persetujuan.

Dengan hasil tersebut, presidium sidang menetapkan Hasan Asy’ari sebagai Ketua Umum PW NWDI DKI Jakarta periode 2026–2031.

“Berdasarkan hasil pemungutan suara, delapan suara perwakilan dibawah naungan PW DKI Jakarta (Pengurus Wilayah, pengurus daerah, Pemuda NWDI dan muslimah NWDI) menyatakan kesetujuan untuk calon Ketua Umum Hasan Asy’ari,” ujar presidium sidang.

Keputusan tersebut kemudian dimintakan persetujuan forum dan diterima seluruh peserta. Penetapan itu disambut takbir dan tepuk tangan.

Usung NWDI yang Moderat dan Berkemajuan

Dalam penyampaian visi dan misi, Hasan Asy’ari menegaskan komitmennya membawa PW NWDI DKI Jakarta menjadi organisasi yang lebih produktif, kompetitif, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia mengusung visi menjadikan NWDI DKI Jakarta sebagai gerakan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, moderat dalam beragama, dan kokoh dalam nasionalisme.

“Pertama, mewujudkan NWDI Jakarta sebagai gerakan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, moderat dalam beragama, dan kokoh dalam nasionalisme,” kata Hasan.

Visi tersebut dijabarkan dalam tiga misi utama, yakni memperkuat pendidikan, dakwah, dan kaderisasi berdasarkan nilai-nilai perjuangan NWDI; membangun organisasi yang kompak, profesional, berkemajuan, serta berdampak bagi umat dan masyarakat; dan meneguhkan moderasi beragama yang toleran, inklusif, serta menghargai perbedaan.

Hasan juga mendorong peningkatan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai organisasi Islam serta elemen masyarakat. Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar NWDI DKI Jakarta dapat berkontribusi lebih luas dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

Ia menyatakan kesiapan melanjutkan estafet perjuangan kepengurusan sebelumnya sekaligus memperkuat peran NWDI di tengah dinamika masyarakat perkotaan.

Musywil Bahas Arah Organisasi

Sebelum proses pemilihan, Musywil membahas tata tertib dan sejumlah agenda organisasi.

Forum memiliki kewenangan untuk menilai dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban pengurus wilayah periode sebelumnya, menyusun garis-garis besar program kerja, memilih Ketua Umum, serta menetapkan tim formatur untuk menyusun kepengurusan lengkap.

Peserta penuh Musywil memiliki hak bicara, hak memilih, dan hak dipilih sesuai ketentuan forum. Sementara peserta peninjau memiliki hak bicara dengan persetujuan pimpinan sidang.

Setelah ketentuan forum dan kuorum dinyatakan terpenuhi, sidang pleno Musywil III secara resmi dibuka dan dilanjutkan dengan agenda-agenda persidangan.

Persyaratan Calon Ketua Umum Ditetapkan

Forum juga membahas persyaratan calon Ketua Umum PW NWDI DKI Jakarta.

Sejumlah persyaratan yang disepakati antara lain calon merupakan laki-laki, berusia minimal 40 tahun, berdomisili di Jakarta atau Jabodetabek, serta memiliki pendidikan minimal S1 atau sederajat.

Selain persyaratan administratif, forum mempertimbangkan keterikatan calon dengan NWDI. Kaderisasi, pengalaman mengikuti kegiatan NWDI, latar belakang pendidikan, serta komitmen terhadap perjuangan organisasi menjadi bagian dari pembahasan.

Setelah proses verifikasi dilakukan, Hasan Asy’ari dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan dan selanjutnya ditetapkan sebagai calon Ketua Umum.

Pataka Diserahkan kepada Ketua Umum Terpilih

Setelah proses pemilihan selesai, rangkaian Musywil dilanjutkan dengan prosesi penyerahan estafet kepemimpinan dari pengurus wilayah demisioner kepada Ketua Umum terpilih.

Dr. H. Muslihan Habib, M.A. menyampaikan bahwa Musywil III telah menghasilkan keputusan yang diterima seluruh musyawirin.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bendera pataka NWDI kepada Hasan Asy’ari sebagai simbol peralihan amanah kepemimpinan.

Penyerahan pataka tersebut sekaligus menandai dimulainya periode kepengurusan baru PW NWDI DKI Jakarta 2026–2031.

Pataka NWDI diharapkan menjadi simbol perjuangan yang terus dikibarkan dalam memperkuat khidmat organisasi, khususnya di Jakarta dan wilayah Jabodetabek.

Rangkaian Musywil III kemudian ditutup dengan seruan semangat perjuangan:

Pokoknya NW! Pokoknya NW! NWDI Fastabiqul Khairat!”

Dengan terpilihnya Hasan Asy’ari, PW NWDI DKI Jakarta memasuki babak kepengurusan baru. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan visi, misi, dan mandat Musywil ke dalam program kerja yang konkret, terukur, serta memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.

Musywil III tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi, kaderisasi, dakwah, pendidikan, dan jaringan perjuangan NWDI di wilayah DKI Jakarta.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA