Sinar5news –Abses peritonsil adalah kumpulan nanah atau abses akibat infeksi bakteri di tenggorokan. Kondisi ini biasanya merupakan komplikasi dari tonsilitis atau radang amandel yang tidak diobati dengan baik. Kumpulan nanah ini juga bisa terbentuk di dekat area kulit yang terinfeksi atau jaringan lunak lainnya
Akibatnya, terbentuk kantung nanah yang disebut abses, di salah satu tonsil atau amandel. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi paling sering dialami oleh orang dewasa muda, anak-anak, dan remaja.
Ketika tonsilitis terjadi dan pengobatan tidak dilakukan dengan baik, infeksi bisa menyebar dan menyasar jaringan lunak di sekitarnya. Kondisi inilah yang disebut abses peritonsil.
Kondisi ini biasanya terjadi pada orang dewasa muda, dengan prevalensi kasus terbanyak pada usia 20-40 tahun. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi pada anak-anak.
Penyebab Abses Peritonsil
Abses peritonsil terjadi akibat tonsilitis atau infeksi amandel yang tidak diobati, sehingga menyebar hingga ke jaringan sekitarnya. Bisa dibilang, abses peritonsil merupakan komplikasi dari tonsilitis. Penyebab infeksi biasanya adalah bakteri Streptokokus, yang dapat disertai juga dengan infeksi bakteri anaerob lainnya.
Selain itu, mononukleosis juga dapat menyebabkan abses peritonsil serta infeksi gigi dan gusi. Namun ada kemungkinan abses peritonsil terjadi tanpa infeksi, meskipun hal tersebut jarang terjadi. Penyebab umumnya yaitu radang kelenjar weber, yaitu kelenjar yang berada di bawah lidah dan menghasilkan air liur.
Faktor Risiko Abses Peritonsil
Beberapa hal yang bisa jadi faktor risiko kondisi ini adalah:
- Adanya infeksi gigi.
- Tonsilitis (radang amandel) kronis.
- Merokok.
- Leukemia.
- Adanya batu atau kalsium kalsium yang terdeposit di tonsil.
Gejala Abses Peritonsil
Gejala abses peritonsil mirip dengan tonsilitis dan radang tenggorokan. Namun, disertai dengan adanya kantung nanah di belakang tenggorokan. Ini bisa dilihat ketika membuka mulut lebar-lebar.
Beberapa gejala yang bisa terjadi ketika mengidap kondisi ini adalah:
- Infeksi pada salah satu atau kedua amandel.
- Demam atau meriang.
- Kesulitan membuka mulut sepenuhnya.
- Sulit menelan.
- Kesulitan menelan air liur sehingga terjadi ngiler.
- Pembengkakan pada wajah atau leher.
- Sakit kepala.
- Suara teredam.
- Sakit tenggorokan.
- Kelenjar bengkak di tenggorokan dan rahang, serta nyeri telinga di sisi tenggorokan yang sakit.
- Bau mulut.
Abses peritonsil juga dapat menyebabkan gejala yang lebih parah dan seru, yaitu berupa:
Abses peritonsil dapat menyebabkan gejala atau komplikasi yang parah. Gejala langka dan lebih serius meliputi:
- Paru-paru terinfeksi.
- Jalan napas tersumbat.
- Infeksi menyebar ke tenggorokan, mulut, leher, dan dada.
- Abses pecah.
Jika abses tidak diobati segera, maka dapat menyebabkan infeksi di seluruh tubuh. Kondisi tersebut juga dapat menghalangi jalan napas lebih banyak lagi.




