Zulkarnaen,( Direktur Lembaga Ikwanussofa Desa Sukarara) : Kebetulan Saja

banner post atas

Sinar5news.com – Ada beberapa yang menjadi simbol dari pemersatu bangsa. Bendera, lambang negara, bahasa dan  lagu kebangsaan.  Hal-hal tersebut merupakan sesuatu yang universal di warga negara indonesia. Meskipun dalam sejarah, warga indonesia pasca kemerdekaan memiliki pengalaman pahit karna hanya perbedaan suku dan ras. Dalam perkembangannya indonesia membuat formulasi pilar-pilar kebangsaan. Misalnya apa yang disampaikan oleh Taufiq Kiemas, Bhineka Tunggal Ika sebagai salah satu pilar kebangsaan. Merupakan sebuah respon penegasan terhadap realitas saat itu dan merupakan jati diri indonesia.

Dalam perjalannya, baik simbol maupun pilar-pilar tersebut, untuk beberapa orang, kelompok, seperti tidak mengubris jati diri indonesia tersebut. Selain faktor itu, faktor kebodohan menjadi faktor serius dalam bangsa ini. Faktor keinginan menjadikan negara ini menjadi negara ideal islam pun juga mejadi faktor serius yang terus muncul wacananya. Faktor-faktor ini mengakibat bangsa ini selalu dalam keributan. 

Beberapa bulan lalu, indonesia bagian timur ribut karna sebuah nama, nama bandara. Sepintas hal ini adalah hal receh, sepele karna tidak setuju atas penamaan sebuah bandara, padahal disematkan nama seorang pahlawan nasional. Ketua DPRD NTB juga seperti orang yang masih remaja, labil, tidak konsisten terhadap penamaan seharusnya bandara-bandara. Dimana-mana penamanaan bandara adalah pahlawan nasional, kebetulannya saja pahlawan ini adalah pendiri organisasi terbesar di NTB, Nahdlatul Wathan. Bukan masalah karna ia merupakan pendiri NW, ini masalah siapa pahlawan nasionalnya. Kalau boleh menyarankan nama bandara itu namanya ketua DPRD saja jika tidak mau menggunakan nama pahlawan nasional. 

Iklan

Pahlawan nasional, tanpa peduli siapa orangnya, berasal dari mana, ia organisasi apa. Mereka adalah orang-orang yang telah memperjuangkan bangsa indonesia, mereka adalah inspirasi bagi generasi-generasi bangsa, mereka menggadaikan jiwa dan raga bagi bangsa indonesia. Mereka adalah simbol persatuan, memperjuangkan kesatuan bangsa, mereka adalah simbol kebertrimaan, mereka memperjuangkan banyak ras, banyak suku, banyak budaya yang di sebut indonesia. Yang terpenting adalah mereka mengajarkan cinta tanah air. 

BACA JUGA  Menulis adalah Investasi Hidup oleh :Dewi Sasmita

Jika bendera, bahasa, lagu kebangsaan dan lembaga negara adalah simbol pemersatu bangsa, maka pahlawan nasional adalah orang yang mengikhtiarkan kesatuan bangsa. Tidak akan ada simbol pemersatu tanpa orang yang memperjuangkannya. Ini tentang pahlawan nasional bukan tentang dia organisasi apa, kebetulan saja.