Harfina Kartini Indonesia dari Timur Bergerak lewat Tambang

Harfina Kartini Indonesia dari Timur Bergerak lewat Tambang

Habis gelap terbitlah terang. Kalimat itu dulu ditulis R.A. Kartini dari Jepara, Jawa Tengah. Tapi hari ini, cahaya itu tidak hanya menyala di barat. Ia juga berkobar dari timur, dari tanah Sulawesi, adalah Harfina Sarjana Teknik Pertambangan lulusan Universitas Muslim
Indonesia, Makassar tahun 2013. telah menekuni dunia pertambangan dan
pengolahan mineral selama lebih dari 17 tahun. Dia bukan sekedar menguasai dunia tambang tapi lebih dari itu dia entrepreneur sejati. Kehebatan nya di dunia pertambangan telah mendapatkan predikat cendikia Kartini tambang dari timur.

Kartini masa kini tidak lagi menulis surat di balik dinding. Ia mengenakan helm, sepatu safety, dan turun ke lapangan. Ia adalah engineer, surveyor, operator alat berat, ahli geologi, hingga pengusaha tambang. Ia perempuan Indonesia Timur yang memilih bergerak lewat industri yang dulu dianggap “dunia laki-laki”: tambang.

Timur yang tidak lagi diam. Indonesia Timur punya kekayaan alam luar biasa: nikel, emas, tembaga, bauksit. Dulu, perempuan di daerah tambang sering hanya jadi penonton. Sekarang, mereka jadi pelaku. Ada yang memimpin tim eksplorasi di Halmahera, ada yang mengoperasikan excavator di Morowali, ada yang merintis koperasi pengolahan hasil tambang rakyat di Papua.

Mereka membuktikan: keberanian bukan soal gender, tapi soal mau belajar dan tidak menyerah. Bergerak lewat tambang, bukan sekadar menambang “Bergerak lewat tambang” artinya lebih luas dari gali dan angkut. Perempuan-perempuan ini bergerak untuk:
– Pendidikan: Gaji pertama dipakai buat kuliah adik-adiknya.
– Lingkungan: Ikut di tim reklamasi, memastikan tanah yang digali bisa hijau lagi.
– Ekonomi keluarga: Jadi tulang punggung, buka usaha sampingan dari hasil kerja di tambang.
– Inspirasi: Menjadi bukti buat anak-anak perempuan di kampung bahwa cita-cita tidak dibatasi pagar gunung.

Semangat Kartini yang baru. Kartini berjuang dengan pena karena itu senjata zamannya. Kartini Timur berjuang dengan skill, sertifikasi, dan keberanian masuk ke area tambang. Bedanya hanya alat, tapi semangatnya sama: memerdekakan diri dari batasan, mengangkat harkat keluarga, dan memberi contoh untuk generasi setelahnya.

Tantangannya nyata: stigma, medan berat, jauh dari keluarga. Tapi mereka jalan terus. Karena mereka tahu, setiap langkah di area tambang adalah langkah untuk masa depan anak-anak perempuan di timur Indonesia.

Jika Kartini dulu bermimpi perempuan bisa sekolah, maka Kartini dari Timur sekarang bermimpi perempuan bisa memimpin. Dan ia mewujudkannya, satu shift kerja, satu ledakan semangat, satu tambang dalam satu waktu.

Habis gelap, terbitlah terang. Dan terang itu kini datang dari Timur, mengilap seperti nikel, sekuat baja, dan setegar perempuan-perempuannya. Wanita yang dulunya bukan siapa – siapa sekarang menjelma menjadi Kartini Indonesia yang penuh inspiratif dikagumi dunia pertambangan. (Red)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA