Wirid Tarekat Hizib Tadi Malam Memang Beda

banner post atas

Ntah kenapa Wirid Tarekat Hizib tadi malam 3/2/20 memberikan suasana yang sangat berbeda dengan acara Wirid pada malam bulan yang lalu. Padahal wirid yang dibaca bulan ini dengan bulan yang lalu itu sama. Lantas apa yang membuat ini berbeda?

Terdengar suara jamaah dalam pembacaan Wirid tadi malam sangat serempak dan bersahaja. Ramenya bacaan Wirid ditelinga seolah dibisikin oleh ratusan mulut. Hal seperti ini sangatlah wajar, karena jumlah peserta yang hadir tadi malam sangat banyak. Ada yang duduk didalam Masjid, di bagian luar sebelah kiri dan kanan Masjid, dan dibagian luar belakag. Dan banyak juga dari ibu-ibu yang Keliatan duduk di dalam ruangan kelas SMA.

Iklan

Keelokan lantunan suara Wirid membuat suasana terasa hening, suara rata mendatar, tidak ada yang terdengar mengangkat suara tinggi. Mungkin ini salah satu yang menyebabkan munculnya Kekhusyu’an pada wiridan tadi malam.

Ibu yul salah seorang jamaah yang hadir dalam acara Wiridan semalam 3/2/20 juga merasakan hal yang sama, suasananya hening dan tenang.

Kesejukan dalam wirid semalam bisa saja disebabkan karena tujuan jamaah yang mengikuti acara didasari dengan niat yang tulus untuk mendoakan almarhum Ust. Nur. Karena kebetulan wirid tadi malam sekaligus tujuh hari dari meninggalnya Ust. Nur.

Dalam pandangan Ust. Ahmad, khusu’nya wiridan tadi malam bisa saja disebabkan karena saking banyaknya jamaah yang hadir, suara bacaan wirid yang sangat ramai menyatu sehingga memunculkan energi yang membentuk suasana tenang.

Pandangan seperti itu dapat diterima akal, karena jamaah yang hadir semalam sangat banyak, mulai dari santri yang mukim dipesantren para guru dan asatidz yang mengajar di Yayasan Mi’rajush NW Jakarta, anggota OSIS, jamaah pengajian dari berbagai Majlis Ta’lim, belum lagi dari muhibbin (pencinta) almarhum Ust. Nur.

BACA JUGA  Kadis Kominfo Lotim : Butuh Pemasangan Aksespoint Untuk Dapat Akses Internet Lewat HP dan Wifi.

Menurut Bpk. Muhai, kehkhidmatan dan ramainya acara tujuh hari tersebut tidak terlepas dari pengaruh dan himbauan guru kita Kiyai H. M. Suhaidi.

Dalam Wirid semalam, hadir juga pengurus wilayah NW Jakarta H. Muslihan Habib, M.Ag, mengikuti jalannya acara sampai selesai.

Selesai pembacaan Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan, acara dilanjutkan kepada salam-salaman bersama para jamaah kemudian ditutup dengan rahmah tamah makan bersama. fath.