Syukuran Kelahiran dan Khotmil Qur’an Putaran ke-12 Majelis Tadarus Al-Qur’an Sahabat Fillah
BEKASI — Majelis Tadarus Al-Qur’an Sahabat Fillah kembali menyelenggarakan kegiatan keagamaan rutin yang sarat akan nilai-nilai kekeluargaan dan spiritual. Pada putaran ke-12 kali ini, acara Khotmil Qur’an dirangkai pula dengan tasyakuran atas kelahiran cucu kedua dari pimpinan majelis, yaitu Ananda Muhammad Zofar Arrasyidi.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini bertempat di kediaman Ustadz Amrullah dan Ibu Hj. Fahrunisa di Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) 2, Blok A, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Acara ini dihadiri oleh para ibu-jemaah majelis taklim setempat dengan penuh antusias.
Rangkaian Acara: Dari Khotmil Qur’an hingga Marhabanan
Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bersama-sama, tawasul, serta khataman Al-Qur’an yang dipimpin langsung oleh para pengurus dan jemaah. Selain itu, suasana kebahagiaan tampak menyelimuti majelis tatkala dilangsungkan prosesi marhabanan (pembacaan selawat dan doa cukur rambut bayi) sebagai bentuk syukur atas kelahiran sang buah hati, Muhammad Zofar Arrasyidi.
Meskipun beberapa jemaah sempat berhalangan hadir karena kondisi kesehatan yang kurang bugar akibat faktor cuaca, jalannya majelis tetap berlangsung hangat, tertib, dan penuh keberkahan.
Poin Penting Tausiyah Ustadz Amrullah: Makna Nama Anak, Pentingnya Mendidik Generasi, dan Keutamaan Shalat
Dalam sesi tausiyah dan sambutan tuan rumah, Ustadz Amrullah menyampaikan sejumlah pesan moral serta pencerahan keagamaan yang mendalam bagi para jemaah yang hadir:
-
Makna Mulia di Balik Nama Cucu Ustadz Amrullah menjelaskan bahwa nama cucu kedua mereka, Muhammad Zofar Arrasyidi, mengandung doa dan harapan yang luhur.
-
Muhammad bermaksud agar sang anak kelak mengikuti akhlak dan ajaran Nabi Besar Muhammad SAW.
-
Zofar bermakna kemenangan serta kesuksesan dalam menjalani hidup yang bahagia dan berprestasi.
-
Arrasyidi berarti orang yang selalu mendapatkan petunjuk di jalan yang benar oleh Allah SWT.
-
-
Kewajiban Orang Tua dalam Mendidik Anak Beliau mengingatkan bahwa harta benda titipan Allah yang paling berharga selain diri kita adalah anak-anak. Setiap anak lahir dalam keadaan suci, dan orang tualah yang berperan besar dalam membentuk arah didikan mereka. Orang tua tidak hanya dituntut pandai melahirkan keturunan, tetapi juga harus belajar dan berproses untuk menjadi teladan yang baik. Segala ucapan dan perilaku orang tua akan diamati dan ditiru oleh anak (fotokopi perilaku orang tua). Oleh karena itu, membiasakan diri berbuat baik, gemar mengaji, dan menjaga lisan menjadi kunci utama dalam mencetak anak yang saleh dan salihah.
-
Menjadikan Allah sebagai Tempat Bersandar dan Menjaga Shalat Dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup, Ustadz Amrullah berpesan agar umat Islam senantiasa memohon pertolongan kepada Allah SWT melalui kesabaran dan shalat (was-ta’inu bis-sobri was-solah). Shalat diibaratkan sebagai tiang agama (as-salatu imaduddin) yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun. Menjaga shalat dan mensucikan diri melalui wudu adalah wujud kepatuhan hamba kepada Sang Pencipta, yang akan mendatangkan ketenangan hati serta kelapangan rezeki.
-
Keutamaan Mencintai Al-Qur’an Di akhir tausiyahnya, beliau mengajak seluruh jemaah untuk terus istikamah membaca dan mencintai Al-Qur’an di tengah kesibukan sehari-hari. Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an akan mendatangkan pahala serta keberkahan yang berlipat ganda, sekaligus menjadi pelita dan syafaat dalam kehidupan dunia hingga akhirat.





