Ramadhan Berlalu, Bekal Apa Yang Kita Bawa.?

Ramadhan Berlalu, Bekal Apa Yang Kita Bawa.?

Sebulan penuh, baru saja kita lewati bulan suci mulia yang penuh dengan keberkahan. Berbagai bentuk ibadah telah kita lalui: puasa, sholat taraweh, tadarusan, sholat lail, ibadah sahur, infak sedekah, membayar zakat hingga puncaknya adalah melaksanakan sholat sunat Idul Fitri. Kenikmatan ibadah-ibadah tersebut tidak akan kita jumpai di bulan-bulan yang lain, kecuali di bulan suci ramadhan. Terlebih lagi bulan ramadhan tahun ini kita jalani ditengah situasi wabah pandemi covid-19 yang cukup melelahkan bagi seluruh penduduk dunia, termasuk kita ummat islam. Tentu kondisi ini memiliki efek terhadap aktifitas kita ummat islam selama bulan suci ramadhan berlangsung.

Sebulan penuh kita menahan lapar dan dahaga, sehingga darinya kita belajar tentang makna hidup sederhana. Sebulan penuh pula kita melantunkan ayat suci Al-Quran, sehingga darinya kita belajar arti dari sebuah petunjuk Ilahi. Entah kemarin ibadah-ibadah tersebut sudah kita manfaatkan dengan baik atau tidak.? Yang jelas jawabannya ada pada diri kita masing-masing.

Kini kita sudah memasuki bulan syawal yang tentunya sedikit berbeda dengan hari-hari sebelumnya, yang setiap waktunya merupakan kemuliaan dan keberkahan.
Lantas bekal apa yang kita bawa dari bulan ramadhan yang telah kita lalui.?
Pertanyaan ini sengaja penulis utarakan agar masing-masing kita bisa mengevaluasi diri.

Betapa banyak diantara kaum muslimin, bulan ramadhan berlalu begitu saja tampa memberikan perubahan yang berarti. Padahal sebelumnya 11 bulan lamanya kita menanti hadirnya bulan ramadhan, namun setelah kita memasukinya justru kita lalui begitu saja tampa memberikan dampak yang berarti untuk diri kita. Sehingga tidaklah heran ketika melihat perilaku dari sebagian besar diantara kita, masih berperilaku zalim, dusta, gibah, sombong, angkuh, kikir, riya’ dan lain sebagainya. Ternyata ramadhan yang telah kita lalui, tidak membuat kita lebih baik. Puasa hanya sekedar menahan lapar, Tadarus Al-Quran hanya sekedar bacaan, Zakat Fitrah hanya sekedar menggugurkan kewajiban. Dan pada akhirnya kita sadar, bahwa selama ini kita hanya melewati waktu dengan penuh sia-sia.

BACA JUGA  IPNW Meminta Organisai Pelajar Penggerak diaktifkan di Tengah Pandemi Covid - 19

Tantu tidak semua kisahnya seperti itu, sebab penulis percaya bahwa masih banyak di antara kita mendapatkan manfaat dari bulan suci ramadhan yang telah kita lalui bersama. Tidak sedikit kita jumpai saudara-saudara kita yang sebelumnya zalim, kini berubah menjadi penyayang. Sebelumnya kikir, tiba-tiba menjadi dermawan. Yang dulunya sombong, kini menjadi rendah hati. Tentu hal ini tidak mudah dan bukan pula kebetulan melainkan melalui proses panjang selama satu bulan penuh. Puasa yang telah dilaluinya selama ramadhan ternyata membuatnya sadar dan merubah dirinya menjadi pribadi yang lebih baik. Begitulah sesungguhnya yang kita harapkan dari bulan suci ramadhan.

BACA JUGA  IPNW Meminta Organisai Pelajar Penggerak diaktifkan di Tengah Pandemi Covid - 19

Ibadah puasa sesungguhnya mengajarkan kita banyak hal tentang makna kehidupan yang dapat mengantarkan kita kepada keridhaan Allah SWT. Sehingga secara tegas Allah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

Dalam ayat ini ada dua kata yang menarik perhatian selain kata puasa yakni kata iman dan kata takwa. Bagi penulis kedua kata ini memiliki keterikatan yang sangat kuat. Ketika kita menjalankan ibadah puasa didasari oleh iman maka otomatis derajat takwa itu akan kita peroleh. Karena pada dasarnya kunci dari takwa adalah keimanan. Sebaliknya jika kita menjalankan ibadah puasa atas dasar ingin mengejar dunia, tidak di dasari oleh keimanan maka yang kita peroleh hanya dunia semata, dan itupun sifatnya hanya sementara tampa memiliki makna apa-apa. Sedangkan ketakwaan yang menjadi tujuan akhir dari ibadah puasa justru kita tidak memperolehnya dan lepas begitu saja.

Itu sebabnya para guru kita mengajarkan kepada kita agar menjalankan ibadah kepada Allah SWT hendaknya karena atas dasar iman. Bukan atas dasar ingin pencitraan agar dinilai sebagai orang alim dan saleh. Kita berdoa dengan penuh harap kepada Allah SWT agar ibadah puasa yang baru saja kita jalankan sebulan penuh kemarin diterima oleh Allah SWT. Kita yakini bahwa Allah Maha Rahman dan Maha Rahim sehingga dengan kasih sayangnya kita dapat memperoleh derajat takwa yang didambakan oleh setiap orang mukmin..Aamiin

BACA JUGA  Urgensinya Perpanjangan Libur Sekolah Ditengah Wabah Virus Corona

Oleh: ABDURRAHMAN, S.Pd.I

Mataram, 24 Mei 2020

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA