Prof Harapandi : Fainallahu Ya Ummi?

banner post atas

وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (البقرة:١١٥)

Artinya: Dan milik Allah timur dan barat. Kemanapun kamu menghadap di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.

Khalifah Umar bin al-Khattab al-Faruuq dikenal sebagai seorang pemimpin yang sering melakukan kunjungan ke rakyatnya, tanpa diketahui oleh rakyatnya sendiri. Suatu ketika, pada malam hari, Umar yang sedang berkeliling mengontrol suasana dan kondisi rakyatnya di malam yang gelap dan sepi, Umar mendengar seorang wanita sedang berbicara (berdialog) kepada anak perempuannya. 

Iklan

❖ Ibu : Nak ayo kita masukkan sebagian air ke dalam susu ini agar keuntungan lebih banyak.
❖ Anak : Ya Ummi, perbuatan itu dilarang oleh khalifah Umar.
❖ Ibu : Sedikit saja, tidak akan dapat dibedakan.
❖ Anak : Sedikit atau banyak sama saja bunda
❖ Ibu : Khalifah Umar tidak melihat dan mengetahui apa yang kita lakukan.
❖ Anak : Wahai bundaku tersayang benar khalifah Umar tidak akan mengetahui apa yang kita lakukan, bukankah ALLAH Maha Melihat dan  Mengetahui apa yang kita lakukan?.
 
Pragmen dialog ini memperlihatkan dua karakter manusia. Karakter pertama yang diperankan seorang ibu, selalu ingin mendapatkan keuntungan dan kelebihan secara instan (mudah) dan tidak ingin bersusah payah dalam berusaha.
 
Sementara karakter kedua yang digambarkan oleh seorang anak menunjukkan karakter keteguhan dan keyakinan yang kuat terhadap Sang Pemberi, sekalipun sang penguasa ketika itu Umar bin al-Khattab terkenal tegas terhadap para pedagang yang curang, namun Allah Rabbul Izzati Yang Maha Melihat dan Mengetahui apapun yang dilakukan. Hal tersebut terlihat jelas dalam statemen pamungkas anak gadis tersebut

والله يا أماه، صحيح أن عمر رضي الله عنه لا يرانا ولكن الله قد يرانا
 
Dari dialog ini juga tergambar untuk kita perhatikan dalam menjalani kehidupan ini, yaitu keyakinan terhadap apapun yang kita lakukan bahkan masih terselip dalam lubuk hati kita Allah sudah mengetahuinya. Karena itulah Allah bersifat dengan sifat al-‘Alîm (Maha Mengetahui).
 
Dia mengetahui yang tampak maupun yang tersembunyi, mengetahui yang kecil apalagi yang besar, tidak ada satupun bendapun sekalipun tersembunyi dalam sebuah batu yang kokoh kecuali Dia mengetahuinya.

BACA JUGA  Istimewa, Sayap malaikat menaungi para penuntut ilmu

Atas keyakinan dan kekuatan iman dapat membantu kita dalam melakukan usaha apa saja dengan konsep kejujuran. Yakin bahwa Allah Maha Pemberi, sebab sedikit saja kita ragu atas rezeki yang Allah berikan itu berarti kita sudah ragu akan Allah sebagai pemberi (Al-Razzaq). Dalam sebuah hadits al-Qudsi Allah menegaskan:

ياابن آدم؛ من شك في الرزق شك في الرازق، فلا تجعلوا الرزق حاجبا لذكري

“Wahai anak adam, sesiapa yang ragu atas rezekinya (hari ini mau makan apa dan dari mana?), maka hakikatnya ia telah ragu padaKu sebagai pemberi rezeki. Karena itu, jika engkau sudah mendapatkan rezeki, jangan sampai menghalangimu untuk ingat (ibadah) kepadaKu”.

Wallahu A’lamu bi al-Shawab