*مَنْ تَصَوَّفَ وَلَمْ يَتَفَقَّهْ فَقَدْ تَزَنْدَقَ، وَمَنْ تَفَقَّهَ وَلَمْ يَتَصَوَّفْ فَقَدْ تَفَسَّقَ، وَمَنْ جَمَعَ بَيْنَهُمَا فَقَدْ تَحَقَّقَ*
*Tidak ada perbedaan pendapat di dalam bertarif kepada Allâh SWT seperti yang telah di sebutkan di dalam Alquran *orang-orang yang tulus, taat (patuh), tunduk, yakin, ihlas, berbuat baik, dan orang-orang yang takut kepada Allâh. Alquran juga menyebutkan orang-orang yang selalu mengharap ridha Allâh, ahli ibadah, orang-orang yang beri‘tikaf, sabar, ridha, tawakal, tawaddhu‘, mencintai Allâh, dan bertaqwa. Mereka adalah orang-orang pilihan, berbakti, dan dekat dengan Allâh*
*Tidak ada pula perbedaan pendapat bahwa mereka semua adalah umat Muhammad SAW. Jika mereka tidak ada di masa nabi Muhammad dan memang mustahil keberadaannya di semua masa, maka tentu Allâh tidak akan menyebutkannya di dalam Alquran dan Rasûlullah tidak akan menjelaskannya di dalam Hadis,*
*وَمَوْضُوْعُ هٰذَا الْعِلْمِ: اَلذَّاتُ الْعَلِيَّةُ، لِأَنَّهُ يَبْحَثُ عَنْهَا بِاعْتِبَارِ مَعْرُوْفَتِهَا : ذَاتًا وَصِفَاتٍ وَأَسْمَاءٍ : تَعَلُّقًا وَتَـخَلُّقًا وَتَـحَقُّقًا. وَوَاضِعُهُ: اَلرَّسُوْلُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَحْيًا وَإِلْهَامًا. وَحَدُّهُ: صِدْقُ التَّوَجُّهِ إِلَى اللهِ تَعَالٰى مِنْ حَيْثُ يَرْضَى، بِمَا يَرْضَى. وَاسْتِمْدَادُهُ: مِنَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ، وَإِلْهَامَاتِ الصَّالِـحِيْنَ، وَفُتُوْحَاتِ الْعَارِفِيْنَ. وَثَمْرَتُهُ: تَصْفِيَةُ الْبَوَاطِنِ بِالتَّخَلِّيَّةِ وَالتَّحَلِّيَّةِ لِتَتَهَيَّأَ لِوَارِدَاتِ الْأَنْوَارِ الْإِلٰهِيَّةِ وَالْفُتُوْحَاتِ الرَّبَّانِيَّةِ.*
*Tauhid adalah memusatkan keyakinan pada dzat yang maha tinggi (Allâh), karena yang dibahas tentang ma’rifatullah baik dzat, sifat dan nama-nama-Nya dengan ta’alluq, takhalluq, dan tahaqquq-Nya. Peletak dasar tauhid adalah Rasulullah SAW melalui wahyu dan ilham. Batas tauhid adalah kebenaran dalam ber-tawajjuh (menghadap) kepada Allâh dari apa saja dan dengan apapun yang diridhai-Nya.*
*Landasan/dasar bertauhid adalah Alquran, Hadis, ilham para orang-orang shalih dan orang-orang yang ma’rifatullah (orang-orang yang terbuka hatinya). Buah tasawuf adalah membersihkan batin dengan takhalliyah (membersihkan batin dari sifat-sifat tercela) dan tahalliyah (membersihkan batin dengan sifat-sifat terpuji) agar siap untuk menerima nur ilâhiyah (cahaya ketuhanan), (al-Futûhât al-Ilâhiyyah fî Syarhi al-Mabâhits al-Ashâliyyah, halaman: 60).*
*وَقَدْ قَالُوْا: اَرْكَانُ التَّصَوُّفِ مَجْمُوْعَةٌ فِيْ اَرْبَعَةِ الْاَشْيَاءِ، وَهِيَ: كَفُّ الْأَذَى، وَحَمْلُ الْجَفَا، وَشُهُوْدُ الصَّفَا، وَرَمْيُ الدُّنْيَا بِاالْقَفَا.*
*Jalan menuju Tauhid*
*Kafful Adzâ, yakni Mencegah penganiayaan/kezhaliman,*
*Hamlul Jafâ, yakni Sabar (menerima) ketidakramahan atau kebrutalan orang lain,*
*Syuhudu al-Shafâ, yakni* *kejernihan hatinya tampak dalam perilakunya* , dan*
*Ramyud Dunyâ bil Qafâ* yakni *Menghilangkan kecintaan dunia (zuhud),*
*SMG cahaya illahi robbi senantiasa menerangi jalan hidup kita*




