Prof H Agustitin: PASANG SURUT PERJALANAN KOPERASI DI INDONESIA

banner post atas

Terminologi Konsep koperasi yang dipakai hingga saat ini adalah konsep umum yang berlaku di seluruh dunia. 

Ciri khas koperasi dapat cermati dari sudut pandang jati diri sejak kelahirannya hingga saat ini , tetap eksis meskipun politik, ekonomi, social dan budaya serta peradaban dunia mengalami perubahan.

Koperasi secara
universal dapat dicirikan ke dalam tiga hal, yaitui :
a. Nilai-nilai sosial merupakan bagian integral prinsip-prinsip koperasi. Dalam Hal ini mengandung pengertian bahwa prinsip-prinsip koperasi yang ditegakkan merupakan koreksi terhadap sistem kapitalisme yang mengagungkan
individualisme, profit motive, kebebasan, serta persaingan. Prinsip-prinsip koperasi menolak faham komunisme, yang mengagungkan “sama rasa sama rata”, tidak diakuinya hak milik perseorangan, serta individu merupakan buruh Negara. Nilai-nilai social yang pergunakan koperasi merupakan nilai universal antara lain kebersamaan, demokrasi/kesamaan hak, kesejahteraan bersama serta
keadilan social.

b. Merupakan kumpulan orang-orang (people based-association). Koperasi
dapat dipandang sebagai perkumpulan dan juga sebagai perusahaan. Koperasi
sebagai kumpulan orang inilah yang membedakan dengan perusahaan kapitalistik sebagai perusahaan kumpulan modal/saham (capital based-corporation). Dalam koperasi yang dipentingkan eksistensi orang-orang dan bukan modalnya.

c. Prinsip-prinsip koperasi merupakan garis pemandu atau penuntun pelaksanaan
kegiatan usaha koperasi, di mana pengendalian dilakukan secara demokratis dan surplus ekonomi dibagikan atas besar-kecilnya jasa anggota terhadap koperasi.
Sedangkan surplus ekonomi yang berasal bukan dari anggota tidak boleh
dibagikan untuk anggota, melainkan harus digunakan untuk memajukan dan
mengembangkan koperasi guna meningkatkan pelayanan kepada anggota.

Ide koperasi sebenarnya bukan berasal dari negara Eropa. Karen itu, peran koperasi di Indonesia berbeda dengan di negara lain.
Di bebetapa Negara, koperasi dijadikan sebagai salah satu bentuk dari suatu badan usaha yang dimiliki oleh banyak orang, dengan prinsip satu anggota satu suara.

Koperasi di Indonesia tidak hanya sekedar itu, melainkan masih diberikan peran yang strategis dalam pembangunan yaitu sebagai sarana untuk pengentasan kemiskinan. Konsep koperasi merupakan konsep umum dunia,Tetapi koperasi yang diterapkan di Indonesia digagas oleh ,Bung Hatta. Karena itu terdapat perbedaan konsep Koperasi Indonesia dengan Koperasi di luar.

KOPERASI di Indonesia tidak sekedar sebagai badan usaha seperti , perseroan terbatas, tetapi koperasi Indonesia merupakan agen pembangunan untuk pengentasan kemiskinan.

Koperasi di Indonesia mengemban misi untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat, dan memiliki peran untuk menyebarluaskan
jiwa serta semangat koperasi untuk dapat dikembangkan pada perusahaan swasta dan
negara.

Jadi perbedaan peran koperasi Indonesia dengan koperasi di negara lain dilatarbelakangi bahwa koperasi di Indonesia lahir karena adanya kemiskinan struktural, tetapi kemiskinan bukanlah merupakan masalah baru bagi Indonesia dan
memang sebagian besar penduduk Indonesia masih berada dalam kategori miskin.

Karena itu, perlu adanya usaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia atas peran dan manfaat koperasi untuk meningkatkan taraf hidup warga masyarakat dengan cara memberikan contoh untuk meyakinkan bahwa sesungguhnya
koperasi mampu mengelola usaha dengan baik sehingga memberikan kesejahteraan
kepada anggota.

Gambaran keberhasilan koperasi dalam membantu perekonomian dapat dilihat dari data perkembangan di manca negara seperti berilut ini.

1. Keberadaan koperasi di Jerman telah mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi perekonomian negara.
2. Skandinavia.juga sudah berkembang sebagaimana , koperasi di Jerman.
3.Di Singapura, Jepang, Kanada dan Finlandia mampu menjadi pesaing terkuat perusahaan raksasa ritel asing yang mencoba masuk ke negara tersebut. Bahkan di negara-negara maju ,mereka berusaha mengarahkan
perusahaannya agar berbentuk koperasi dengan harapan masyarakat setempat
mempunyai peluang besar untuk memanfaatkan potensi dan asset ekonomi yang ada
di daerahnya

BACA JUGA  Prof H Agustitin: PROYEKSI EKONOMI INDOENESIA AKAN TUMUMBUH NEGATIF 0,3 PERSEN

Amerika Serikat, credit union (koperasi kredit)
memiliki peran yang sangat penting khususnya di lingkungan industri, yakni untuk memantau kepemilikan saham maupun menyalurkan gaji karyawan. Begitu pentingnya koperasi kredit ini, maka tidak mengherankan jika para buruh di Amerika Serikat dan KanadaMAMPU memberikan julukan koperasi kredit sebagai “people’s bank”,
yang dimiliki oleh anggota dan memberikan layanan setia kepada anggota. Demikian
juga, di California terdapat koperasi Sunkis yang mampu mensuplai bahan dasar
untuk pabrik Coca Cola, sehingga pabrik Coca Cola tersebut tidak perlu memiliki
kebun sunkis sendiri, melainkan cukup membeli sunkis dari koperasi yang dimiliki
oleh para petani suknis.

Di Jepang, koperasi difungsikan sebagai wadah perekonomian pedesaan yang
berbasis pertanian. Di pedesaan Jepang, koperasi telah mampu menggantikan fungsi bank sehingga koperasi pedesaan ini dikenal sebagai “bank rakyat” , di mana koperasi tersebut dalam menjalankan aktivitasnya telah menerapkan system perbankan.

Sejak Indonesia merdeka dddanitetapkannya UUD 1945
bahwa perekonomian Indonesia dilaksanakan atas dasar demokrasi ekonomi, di mana
perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

Rumusan ini merupakan hasil pemikiran Bung Hatta beserta Bung Karno tentang
system perekonomian setelah mempertimbangkan saran dari Ki Hajar Dewantara. Bangun perusahaan yang sesuai dengan perekonomian Indonesia adalah koperasi.

Berdasarkan atas pasal 33 UUD 1945, dapat diketahui bahwa koperasi merupakan salah satu sector ekonomi yang sangat kuat kedudukannya, dan jelas-elas diamanatkan dalam UUD 1945. Dari pasal 33 UUD 1945 secara eksplisit disebutkan bahwa pelaku ekonomi adalah sektor negara dan koperasi, sedangkan sector swasta hanya disebut secara implisit.

Oleh sebab itu semua warga
negara Indonesia berkewajiban untuk melestarikan dan mengembangkan koperasi sebagai salah satu sektor ekonomi Indonesia sejajar dengan badan usaha milik Negara dan usaha swasta.Gagasan yang disampaikan Bung Hatta tentang koperasi, seperti keberadaan pabrik Semen Gresik atau PLTN asahan yang dibentuk sendiri tanpa modal asing.

Demikian pula untuk kepentingan menjalankan kegiatannya juga tidak memerlukan investasi asing. Namun apabila tejadi diluar koperasi ber kekurangan modal, hampir dapat dipastikan pemecahannya dilakukan dengan meminjam modal dari luar negeri.

Demikian pula terkait dengan. pemenuhi kebutuhan tenaga ahli, dilakukan dengan memanfaatkan tenaga-tenaga ahli asing .
Demikian juga sektor swasta yang termasuk dalam kelompok usaha kecil dan usaha menengah disarankan untuk diwadahi dalam badan usaha koperasi sebagai organisasi skala besar.
Ide ini dipengaruhi oleh gerakan koperasi di Skandinavia yang lebih concern dalam mengembangkan koperasi
dibanding dengan usaha-usaha yang dilakukan olehperusahaan swasta.

Penjelasan pasal 33 UUD 1945 mengisyaratkan Pemerintah harus memainkan peran yang aktif untuk menjaga kelestarian dan mengembangkan koperasi agar dapat menjadi sektor ekonomi yang kuat sebagai soko guru perekonomian nasional.

Namun dalam realitanya, banyak kebijaksanaan ekonomi yang ternyata merugikan kehidupan perkoperasian, dan sebaliknya usaha swasta memperoleh berbagai fasilitas dan keuntungan akibatnya kehidupan koperasi menjadi terpinggirkan sementara itu usaha swasta tampil ke depan sebagai panglima ekonomi Indonesia. Hal ini boleh-boleh
saja, namun sayangnya usaha swasta yang berkembang ini hanya dimiliki oleh beberapa orang yang sebagian besar merupakan warga negara Indonesia non pribumi ataupun milik swasta asing.

BACA JUGA  Prof H Agustitin:"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kembali Mencatatkan Penurunan Pada Perdagangan Awal Pekan Ini."

Namun demikian, masih banyak koperasi yang kinerjanya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, sehingga menyebabkan trauma dan citra koperasi menjadi negative. Beberapa faktor penyebabnya antara lain adalah:
a. Kekurangmampuan koperasi menjalankan fungsi yang dijanjikan. Alasan banyaknya orang menginginkan berdirnys koperasi, antara lain
– Untbuk memperoleh pelayanan usaha yang optimal.
– Dengan berkoperasi, para anggota dapat memperoleh barang-barang kebutuhan pokok dan barang-barang kebutuhan secara tepat waktu dan harga yang relative murah,
– Dapat memperoleh pinjaman dengan syarat yang lebih mudah,
– Dapat menjual produk
dengan harga yang menguntungkan,
– meningkatkan posisi tawar terhadap pihak lain,
– dapat mengembangkan usaha lanjutan (misalnya pengolahan dan pemasaran)
– meningkatkan kekuatan menghadapi praktek monopoli maupun persaingan.
Apabila koperasi tidak mampu menjalankan fungsinya untuk
mewujudkan apa yang diharapkan anggotanya, sudah barang pasti para anggota merasa kecewa yang akhirnya muncul citra yang kurang baik terhadap koperasinya.

b. Di mungkinkan adanya penyimpangan terhadap.kegiatan usaha koperasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan anggota.
Juga sering sering kegiatan koperasi yang lebih mengutamakan kepentingan investor , lantaran ada sesuatu yang di janjikan, sehingga kebijaksanaan yang diambil justru digunakan untuk membela dan melindungi kepentingan tertentu.
Sebagai contoh dalam koperasi simpan pinjam, penerapan jasa pinjaman yang relatif tinggi. Contoh lainya, koperasi sering dimanfaatkan untuk kepentingan politik
atau kelompok tertentu.

c. Seharusnya Kualitas sumber daya manusia selalu meningkat kwalitasnya oleh karena adanya kewajiban melaksanakan pendidikan sesuai kebutuhan organisasi.dalam menjalankan kegiatannya senantiasa tetap berpegang pada prinsip-prinsip bisnis,. Mampu menjalankan manajemen organisasi dan usaha yang baik, kreatif, inovatif dan mampu menjalin komunikasi ke berbagai pihak.

Seharuarusnya pengelolaan usaha dilakukan oleh koperasi.selalu.meningkat karena pengetahuannya selalu di sesuaikan dengan berkembangan.Jika usaha koperasi tidak berkembang, para tentunya anggota merasa dirugikan, akibatnya mereka merasa tidak

ada manfaatnya berkoperasi.

d. Pengawas yang bertindak sebagai badan pemeriksa yang diangkat oleh rapat anggotanampaknya kurang dipercaya oleh
anggota yang member tugasi melakukan monitoring dan jalannya kehidupan berkoperasi , usahasi simpan pinjam , maupun serbausaha termasuk menejemen dan akuntansinya.
padahahal dengan adanya pengawas diharapkan dapat menyelamatkan harta kekayaan milik organisasi, anggota maupun stakeholder yang lain. Untuk itu pengawas harus melakukan pemeriksaan secara rutin, baik yang dilakukan secara mendadak maupun periodik dan selanjutnya melakukan tindak lanjut apabila ditemukan penyimpangan.
Kenyataannya, banyak pengawas yang tidak optimal dalam menjalankan tugasnya, tidak melakukan pemeriksaan secara dini, hanya memeriksa sekali setahun dan dilakukan secara sekilas. Akibatnya tidak diketahui adanyapenyim
pangan yang terjadi.
Di tambah lagi dengan Tidak berfungsinya pengawas sangan memungkinkan terjadinya penyimpangan akibatnya
koperasi sering mengalami kerugian.

e. Keteledoran yang di lakukan oleh Pengurus atau pengelola mengakibatkan kecurigaan bahwa pengurus atau , pengelola dianggap tidak jujur. Kejujuran berkaitan dengan sikap mental dan
moral manusia. Banyak koperasi yang mengalami merefleksikan karena pengurus/ pengelolanya bersikap tidak konsisten , adaya kecenderungan untuk memperkaya diri serta memanfaatkan fasilitas koperasi untuk memenuhi kepentingan diri sendiri atau keluarga.