Prof H Agustitin: GLOBALISASI PEREKONOMIAN, DAN PENGARUHNYA PADA EXPANSI BISNIS

0
134
banner post atas

Globalisasi Perekonomian. Bebicara tentang Globalisasi adalah suatu istilah yang terkait dengan hubungan antar bangsa serta antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya serta bentuk dari interaksi , sehingga batas antar negara menjadi sangat dekat..

Globalisasi dapat diartikan juga proses di mana antar individu, dan kelompok serta negara saling melakukan interaksi, saling membutuhkan , saling berhubungan serta saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainya hingga melintasi batas negara.

Dengan demikian Globalisasi
secara umum, memiliki beragam karakteristik yang sama , sehingga kedua dari istilah ini sering dipertukarkan.

Iklan

Sebagian pihak sering kali memakai istilah globalisasi yang dihubungkan dengan berkurangnya peran negara atau batas batas negara.

Globalisasi terlihat telah menjadi bagian dari kehidupan setiap manusia sehari – hari sehingga membuat semua tidak bisa melepaskan diri dari dampak globalisasi.

Dengan demikian bahwa tidak selamanya globalisasi akan memberikan dampak yang positif, terkadang justru akan memberikan dampak yang sebaliknya, maka dari itu kita semua haruslah memiliki filter dalam menghadapinya.

Jadi Globalisasi perekonomian adalah suatu proses kegiatan ekonomi serta perdagangan antar negara di seluruh dunia yang menjadi satu kekuatan pasar dan terhubung dengan tanpa batas territorial negara.

Hanoi di sebabkan globalisasi perekonomian mewajibkan penghapusan batasan dan hambatan arus modal, barang dan jasa.

Saat globalisasi perekonomian terjadi , maka batas negara yang ada di antara ekonomi nasional dan internasional pun akan berubah menjadi semakin ketat dan dekat.

Dengan adanya globalisasi perekonomian maka akan membuka peluang pasar produk yang berasal dari dalam negeri ke ranah pasar internasional secara kompetitif, selain itu globalisasi perekonomian juga akan membuka peluang masuknya produk global ke dalam pasar domestic.

Berikut merupakan beberapa wujud nyata dari globalisasi yaitu:

1.Globalisasi Produksi
Perusahaan produksi lebih memilih sasaran biaya produksi rendah, upah buruh yang rendah, tariff bea masuk murah, infrastruktur memadai dan juga iklim usaha di serta iklim politik yang kondusif.

Dalam hal ini dunia akan menjadi lokasi manufaktur global, bercirikan globalisasi tenaga kerja yaitu dengan banyaknya menggunakan tenaga kerja asing.

2. Globalisasi Pembiayaan
Dalam hal ini perusahaan global memiliki akses agar bisa mendapatkan pinjaman maupun menlakukan investasi baik itu secara langsung ataupun portofolio di setiap negara.

3. Globalisasi Tenaga Kerja
Dalam hal tenaga kerja di akan di manfaatkan oleh perusahaan global sesuai dengan kelasnya. Dengan kehadiran globalisasi ketenaga kerjaan , akan membuat human movement menjadi semakin mudah.

4. Globalisasi Jaringan Informasi
Di harapkan.suatu negara akan dengan mudah dan cepat dalam memperoleh suatu informasi dari negara lain di dunia akibat dengan adanya kemajuan dalam bidang teknologi seperti tv, radio dan lain sebagainya. Kemudian dengan semakin majunya jaringan komunikasi maka hal tersebut juga akan membantu memperluas pasar ke berbagai belahan dunia dengan barang yang sama sehingga akan membuat masyarakat dunia baik itu berdomisili di kota maupun di desa akan menuju pada selera global yang sama.

5. Globalisasi Perdagangan
Dalam hal ini akan terdapat bentuk penurunan serta penyeragaman tariff dan penghapusan berbagai hambatan non tarif sehingga akan mengakibatkan kegiatan perdagangan serta persaingan akan menjadi semakin cepat.

6. Dampak positif globalisasi ,adalah. memiliki bisnis yang terus berkembang dan ini merupakan semua pebisnis.
Banyak perusahaan, baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil, melakukan ekspansi bisnis dengan membuka cabang di beberapa kota ataupun membuka usaha baru.

Namun tidak jarang perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan ekspansi bisnis mengambil langkah gegabah karena tergiur dengan kenaikan pendapatan perusahaan.

Dampak dari bisnis baru yang dibentuk tidak bertahan lama atau bahkan menggerus roda bisnis utama perusahaan. Ekspansi bisnis adalah suatu proses bisnis yang berkesinambungan. Proses ini tidak bisa bertumbuh secara cepat. Oleh karena itu, rencana ekspansi bisnis harus dipikirkan dengan matang.

Di era digital yang serba terbuka ini, membuat “peluang baru” untuk melakukan ekspansi bisnis sangat terbuka lebar.

Namun di lain pihak, bisnis dituntut untuk senantiasa berubah, bergerak cepat serta beradaptasi dengan segala inovasi terbaru.

Hal ini dimaksudkan agar bisnis dapat memenuhi kebutuhan pasar dan permintaan konsumen. Cara cerdas yang dapat ditempuh oleh perusahaan yang ingin melakukan ekspansi bisnis di era digital seperti sekarang. “Fewer, Bigger, Bolder: From Mindless Expansion to Focused Growth”

Solusi ekspansi bisnis yang ia sebut dengan sustainable growth (pertumbuhan yang berkesinambungan).

Apabila perusahaan ingin melakukan ekspansi bisnis maka mereka harus melakukan tiga langkah utama pertumbuhan yang berkesinambungan.
Kunci tersebut adalah
1. Fewer,
2. Bigger dan
3. Bolder.

– Fewer artinya perusahaan harus jeli mengambil peluang yang ada. Ketika ingin melakukan ekspansi, anda tidak harus banyak menaruh dana atau tenaga anda di banyak tempat. tetapi cukup ditempat atau di jenis usaha yang memiliki potensial saja. Ibarat bermain saham, anda jangan menaruh dana anda di seluruh sektor saham. Tetapi pilihlah sedikit sektor saham yang memiliki potensi besar.

– Bigger artinya anda harus mampu mengenali potensi besar dari jenis usaha yang akan anda ekspansi. Dan

– Bolder pastikan bahwa jenis usaha tersebut memang memiliki keuntungan yang besar di masa yang akan datang..”Sebenarnya kunci sukses ekspansi adalah “fokus”.

Seharusnya semua Perusahaan harus bisa fokus pada potensi-potensi yang bisa membawanya pada pertumbuhan yang berkesinambungan. Dalam hal ini, perusahaan harus bisa mengisolasi potensi-potensi pertumbuhan bagi perusahaan yang termasuk di dalamnya modal, peluang, program, sumber daya manusia dan lain sebagainya. Adapun kerangka kerja fokus juga digagas oleh profesor Sawhney, yang dikenal dengan nama Framework 7 Focus, yaitu
1. Discovery,
2. Strategy,
3. Metrics,
4. People,
5. Organization,
6. Rallying Cry,
7. Execution.

Ketika proses discovery, perusahaan harus dapat memetakan potensi-potensi besar yang dapat dimanfaatkan.

Sehubungan dengan hal ini perusahaan harus mampu menganalisa data-data yang ada untuk dapat membaca potensi yang di miliki.

Namun dalam hal strategi, perusahaan harus mampu membuat prioritas peningkatan pada bidang-bidang mana saja yang paling mempengaruhi pertumbuhan terbesar perusahaan. Kemudian perusahaan membuat indikator-indikator keberhasilan yang ingin dicapai (Metrics) sehingga impelemtasi dan eksekusi ekspansi bisnis dapat diukur.

Perusahaan bisa langsung memilih SDM yang kompeten (people) dalam upaya mengeksekusi strategi ekspansi bisnis. Selanjutnya perusahaan harus mampu membangun organisasi (Organization) yang dapat berkolaborasi secara harmonis dari SDM-SDM yang telah terpilih tadi. Sebelum dieksekusi, strategi ekspansi bisnis tersebut juga harus dikomunikasikan secara menyeluruh pada setiap elemen perusahaan hingga mereka mengerti dan memahami strategi ekspansi bisnis yang akan dijalankan (Rallying Cry).
Hubungan ini dapat melalui beragam cara yaitu melalui slogan, konten, akronim, gambar dll.