Prof Dr Harapandi:  Manfaatkan waktumu

banner post atas

Batas usia yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wasallam dan ummatnya antara 69 hingga 70. Saat ini adalah milik kita, kemarin telah berlalu, esok belum tentu kita menemuinya.

Orang buta berharap dapat melihat, orang tuli berangan-angan untuk dapat mendengar, orang bisu berharap dapat berbicara. orang tidak dapat berjalan bercita-cita kakinya dapat direntangkan, engkau dapat melihat dengan jelas, dapat mendengar dengan baik, dapat berbicara dengan fasih dan engkau dapat berjalan dengan gagah, apa yang sudah engkau perbuat? (Al-Qarni:66).

Waktu bagaikan pedang, jika engkau tidak memanfaatkannya, maka pedang akan terhunus memenggal lehermu. Perhatian terhadap pentuingnya menjaga dan memanfaatkan waktu dalam al-Qur’an dan hadits sangatlah banyak. Antara ayat al-Qur’an yang berbicara waktu iaialh surat al-Ashr (demi masa), al-Dhuha (demi waktu dhuha), al-Lail (demi malam), al-Syams (demi Matahari) dan al-Fajr (demi waktu fajar).

Iklan

Masing-masing waktu yang disebutkan Allah dijadikan sebagai alat al-Qasam (sumpah), hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya kita memperhatikan waktu. Dan waktu kita di dunia ini seperti dijelaskan rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam sangat terbatas antara 6- (enam puluh) hingga 70 (tujuh puluh) tahun saja.

Karena itulah nasihat yang paling mendasar ialah manfaatkan waktu luangmu sebelum datang masa sempitmu, manfaatkan waktu mudamu sebelum datangnya masa tuamu, gunakan masa hidupmu sebelum datang saat matimu dan manfaatkan waktu sehatmu sebelum datang masa sakitmu. Dua nikmat kata Nabi yang selalu disia-siakan manusia yakni kesehatan dan waktu luang. Jika kita mau selamat dalam kehidupan fana’ (dunia) ini hingga menunju alam baqa’ (kekal), maka syukuri kedua-dua nikmat tersebut dengan banyak memanfaatkannya bukan malah sebaliknya, menjauh dan meninggalkannya sia-sia.

BACA JUGA  Prof H Agustitin: Tugas Kita Setelah Shaum Harus di Tindak Lanjuti Dengan Mengembangkan Kajian Ilmu Ilmu Yang ada di Dalam Al-QUR'AN , Kemudian Mengenalkannya.

Agar kita tidak menyesal saat sudah tidak mungkin lagi menjalankan sesuatu apapun untuk mengembalikan apa-apa yang telah terlewat dari waktu yang telah dicadangkan. Penyesalan tiada berguna bagi mereka-mereka yang tidak memanfaatkan waktu luangnya di dunia, hal seperti ini tercatat dalam al-Qur’an saat orang-orang pendosa menyesali perbuatannya.

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata), “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin [Al-Sajdah/32:12]

Maksud perkataan ini, sebagaimana dijelaskan Imam Ibnu Katsîr rahimahullah, “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia untuk melakukan amal shaleh, sesungguhnya kami sekarang telah yakin bahwa janji-Mu adalah benar dan perjumpaan dengan-Mu adalah benar. Lalu Allah berkata kepada mereka; “ya Ahmaq (wahai orang booh) tidakkah kalian sadari bahwa dari sana (dunia) kalian datang