Prof Dr H Agustitin: WISATA BATNIAH SERI KE TJUH TENTANG KEMULIAAN AKHLAK ( BUDI LUHUR )

Prof Dr H Agustitin: WISATA BATNIAH SERI KE TJUH TENTANG KEMULIAAN AKHLAK ( BUDI LUHUR )

*Dalam khasanah referensi kebudayaan nusantara dikenal berbagai literatur sastra yang mempunyai gaya penulisan beragam dan unik. Sebut saja misalnya; kitab, suluk, serat, babad, yang biasanya tidak hanya sekedar kumpulan baris-baris kalimat, tetapi ditulis dengan seni kesusastraan yang tinggi, berupa tembang yang disusun dalam bait-bait atau padha yang merupakan bagian dari tembang. Misalnya, pupuh, sinom, pangkur, pucung, asmaradhana dan sejenisnya. Teks yang disusun ialah yang memiliki kandungan unsur pesan moral spiritual yang diajarkan Begawan/,pujangga berkomitmen pada laku utama akhlakul karimah*

*Moral atau budi pekerti diartikan dalam kaidah yang membedakan baik atau buruk, termasuk aturan tata krama atau aturan-aturan yang melarang dan menganjurkan seseorang dalam menghadapi lingkungan alam dan sosialnya.*

*Sumber dari kaidah-kaidah tersebut didasari oleh keyakinan, gagasan, dan nilai-nilai yang berkembang di dalam masyarakat yang bersangkutan. Kaidah tersebut akan tampak dalam manifestasi tingkah laku dan perbuatan anggota masyarakat.*

*Demikian lah makna dari ajaran falsafah Nusantara yang sesungguhnya, dengan demikian dapat menambah jelas pemahaman terhadap konsepsi pendidikan budi pekerti yang mewarnai kebudayaan masyarakat . Hal ini tentu dapat diteruskan kepada generasi muda guna membentuk watak yang berbudi luhur dan bersedia menempa jiwa yang berkepribadian teguh*.

*Uraian yang memaparkan nilai-nilai luhur dalam kebudayaan masyarakat yang diungkapkan diatas dapat membuka wawasan pikir dan hati nurani bangsa bahwa dalam masyarakat kuno asli pribumi telah terdapat seperangkat nilai-nilai moralitas yang dapat diterapkan untuk mengangkat harkat dan martabat hidup manusia yang selalu berorientasi pada perkuatan keyakin atas adanya sang penyebab utama yakni Ketuhanan yang maha Esa.*

Dalam penerapan ajaran luhur , terdapat dua bentuk ancaman besar yang mendasari sikap mengingat dan kewaspadaan (eling lan waspada) karena, dapat menghancurkan kaidah-kaidah kemanusiaan, yakni;
Howo nepsu dan
Pamrih. Manusia harus mampu meredam hawa nafsu atau nutupi ajaran 9 lubang (babakan hawa sanga). Yakni mengontrol nafsu-nafsunya yang muncul dari sembilan unsur yang terdapat dalam diri manusia, dan melepas pamrihnya.

*Dalam perspektif kaidah moralitas Nusantara , nafsu-nafsu itu merupakan perasaan kasar karena menggagalkan kontrol diri manusia, membelenggu, takut serta buta pada dunia lahir maupun batin. Nafsu akan memperlemah manusia karena menjadi sumber yang memboroskan kekuatan-kekuatan batin tanpa ada gunanya. Lebih lanjut, menurut kaidah nafsu akan lebih berbahaya karena mampu menutup akal budi. Sehingga, manusia yang menuruti hawa nafsu tidak lagi menuruti akal budinya (budi pekerti/tata krama). Manusia demikian, tidak akan dapat mengembangkan sisi halusnya, manusia semakin mengancam lingkungannya, menimbulkan konflik, ketegangan, dan merusak ketrentaman yang mengganggu stabilitas kebangsaan.*

*Selanjutnya Hawa nafsu (lauwamah, amarah, supiyah) yang di diungkapkan dalam bentuk akronim, yakni apa yang disebut M5 atau malima; madat, madon, maling, mangan, main; mabuk-mabukan, main perempuan, mencuri, makan, berjudi. Untuk meredam nafsu malima, manusia harus melakukan laku *“puasa”*.

*Puasa (Tapa brata ); sikap perbuatan seseorang yang selalu menahan/puasa hawa nafsu yang berasal dari lima indra. Nafsu angkara yang buruk yakni lauwamah, amarah, supiyah.*

*Sholat; adalah watak untuk giat membantu, menolong sesama tetapi “sepi” dalam nafsu pamrih yakni golek butuhe dewe.*

*Sholat malam (tahajut); adalah mengubur nafsu riak, takabur, sombong, suka pamer, pamrih. Semua sifat buruk dikubur dalam-dalam, termasuk “mengubur” amal kebaikan yang pernah kita lakukan kepada orang lain, dari benak ingatan kita sendiri. Manusia suci adalah mereka yang tidak ingat lagi apa saja amal kebaikan yang pernah dilakukan pada orang lain, sebaliknya selalu ingat semua kejahatan yg pernah dilakukannya*

*Berakhlak karimah yakni menghanyutkan diri ke dalam arus “aliran air sungai Dzat”, yakni mengikuti kehendak Gusti Maha Wisesa. “Aliran air” milik Tuhan, seumpama air sungai yang ,ngharap berkah kehidupan yang penuh kedamaian*

*Akhlakul karimah , perbuatan baik (laku utomo) mengutamakan tentang budi pekerti yang luhur atas dasar hati nurani…Ajaran ini sangat utama , , ajaran inilah yang diusung oleh para Nabi.
Karena dimana setiap Nabi itu ada maka disitulah terdapat sikap perilaku terpuji.
Manusia yang mengenal ajaran ini maka dia pun dengan mudah mengenal Tuhannya *( Allah.SWT )* , mengetahui bagaimana bersikap pada sesamanya , membimbing sesamanya dan menyelamatkannya.
Manusia yang mengenal Tuhannya ,pati akan terhindar dari perbuatan tidak terpuji dan tercela.

Dan pada jaman Nabi Muhammad SAW, ajaran ini dikenal sebagai Akhlatul Karimah *(Akhlak yang mulia)*

*Ini adalah sebuah ajaran ,. yang mengajarkan dari man kita berasal , disini(dunia ini) harus melakukan pengabdian sejati , agar kelak bisa kembali menghadap Allah SWT pemilik jagat raya.ajaranini.

Terjadinya perdebatan antara satu dengan yang lainnya, bahkan antara sesama pemeluk agama itu sendiri, bisa menimbulkan banyaknya peperangan bahkan saling berbunuhan antara mereka.
Sebenarnya Hal ini hanya di lakukan segelintir oknum-oknum / atau manusia yang tidak berbudi atau berakhlak karimah.

Oleh sebab itu penganut agama jangan hanya sekedar ikut-ikutan, menganut atau karena warisan dari orang tua sejak lahir.
Bukankah Tuhan dan agama itu harus dikjii dan dipelajari oleh setiap individu, agar senantiasa bisa menjadi pedoman hidup untuk mengarungi kehidupan yang sesuai dengan keinginan Allah SWT.
Setiap manusia mempunyai tugas untuk menciptakan rahmatan lil ngalamin di.dalam kehidupan ini..Jadi setiap kita mempunyai tugas untuk membangun Bumi ini dengan mengedepankan , kebenaran , kejujuran , tanggung jawab dan mau menularkan laku utama *( perbuatan yang membuat kedamaian di semesta alam)* 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA