Prof H Agustitin: PUAS MEMBENTUK PRIBADI YANG TANGGUH DAN PENGAMPUN

banner post atas

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Rabbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lana Mil-Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab*

_Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 7)_

Iklan

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ

*Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik*

_Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di! atas agama-Mu.” (HR. Ahmad dan at Tirmidzi)_

ا)للَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ*
Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa ‘Alaa Thaa’atik*
_Artinya: “Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu (HR Muslim).

*اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً*

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang dterima*_
Di bulan Ramadhan ini yuk kita manfaatkan detik demi detik untuk mendulang limpahan pahala dengan memperbanyak dzikir kapanpun dan dimanapun.*
*Dengan memperbanyak dzikir insya Allah Anda akan dapat meraih derajat puasa terbaik.*

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
فأفضلُ الصوَّام أكثرهم ذكراً لله عز وجل في صومهم

_”Dan seutama-utama orang yang berpuasa adalah yang paling banyak dzikirnya kepada Allah azza wa wajalla di dalam puasa mereka.”_
(Al-Waabil Ash-Shayyib hal. 152)

*Mari perbanyak takbir, tahlil, tahmid, istighfar dan sebagainya di sela-sela aktivitas harian kita, bisa sambil mengendarai kendaraan, sambil masak, sambil mengetik, dan aktivitas-aktivitas lainnya.*

*DENGAN BERPUASA, YUK KITA MENJADI PRIBADI YANG BERDISIPLIN*

_PUASA Ramadan dapat mengubah karakter orang puasa yang semula tidak disiplin menjadi pribadi yang disiplin. Saat berpuasa, seseorang belajar disiplin untuk mengendalikan diri dari makan, minum, dan hubungan suami-istri sesuai waktu yang ditentukan sejak jelang subuh hingga magrib. Maka, semestinya, pasca-Ramdhan, kita menjadi pribadi yang displin._

BACA JUGA  Prof H.Agustitin: Wisata "BATINIAH" Tentang Pentingnya Mewujudkan Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah

SAAT berbuka puasa, semua orang beriman tepat waktu dan tidak pernah terlambat. Bahkan, mereka sudah bersiap-siap sejak beberapa waktu sebelumnya. Inilah latihan kedisiplinan dalam hidupnya.

PUASA memiliki nilai dan unsur melatih kedisiplinan. Kewajiban berpuasa harus dijalankan pada bulan Ramadan, waktunya sepanjang siang hari dan disunahkan salat sunah tarawih hanya di malam hari.

SAAT berpuasa, seseorang harus berdisiplin dalam menjaga dari makan, minum, dan hubungan suami-istri. Bahkan, yang lebih utama berpuasa perilakunya dengan akhlak dan hatinya selalu mendekatkan diri kepada Allah.

ADA beberapa alasan, mengapa ibadah puasa Ramadan dapat melatih disiplin. Di antaranya adalah bahwa Ramadan melatih diri kita untuk berdisiplin pada pelaksanaan kewajiban hingga seseorang mendapatkan haknya.

BAHWA orang yang sudah _mukallaf_ (aqil dan balig) wajib berpuasa dan jika berhalangan dan berbuka di bulan Ramadan, wajib mengganti puasa pada bulan lain. Ini disiplin dan komitmen orang beriman pada kewajiban yang harus dijalankan.

ADA banyak makna penting dari ibadah Ramadhan. Salah satunya adalah mendidik disiplin dalam melaksanakan hidup. Setidaknya, ada tiga bentuk disiplin dari puasa, seperti yang berikut ini.

Disiplin menunaikan kewajiban.*_ Kewajiban berpuasa telah dibebankan kepada generasi sebelum kita. Ini berarti tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mau melaksanakan segala bentuk kewajiban dalam hidup.

HAL itu sesuai dengan firman Allah (yang artinya) berikut ini. *_”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”_* (QS Al-Baqarah ayat 183).

UTANG pun merupakan kewajiban yang harus kita tunaikan, baik kepada Allah maupun kepada manusia. Karenanya, jika kewajiban puasa belum kita tunaikan dengan sebab-sebab tertentu, kewajiban itu tidak gugur. Akan tetapi, kewajiban itu harus ditunaikan dengan berpuasa pada kesempatan lain atau menggantinya dengan _fidiah_.

BACA JUGA  Doa hari ini Sabtu 3 Oktober 2020

“Maka, barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.”_*

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidiah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.”_*

“Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”_* (QS Al-Baqarah ayat 184).

Disiplin menggunakan waktu sebaik mungkin*. Berpuasa ditentukan waktunya, yakni saat fajar tiba. Maka, makan, minum, dan hubungan suami istri dihentikan untuk memulai puasa. Orang yang disiplin waktu merasa lebih baik menunggu daripada terlambat, sebagaimana waktu imsak. Jika magrib tiba, kita harus segera makan dan minum untuk mengakhiri puasa. Maka, kita dituntut mengefektifkan penggunaan waktu.

Disiplin dalam hukum.* Sebagai manusia, kita membutuhkan hukum. Allah paling tahu hukum, seperti apa yang cocok untuk manusia. Melalui puasa, kita dilatih untuk disiplin dalam hukum sehingga sesuatu yang semula boleh menjadi tidak boleh. Jika makan, minum, dan hubungan suami istri bisa dikendalikan, seharusnya kita bisa mengendalikan diri dan disiplin dalam hukum-hukum lainnya.
,

M *LANJUT persiapan sahur untuk puasa Ramadhan hari ke-14.*

BETAPA indah dan harmonis apabila salat subuh berjamaah dengan keluarga (suami/istri dan atau dengan keluarga) di rumah saja.*

Bismillahirrahmanirrahim. Ya Allah, Tuhan kami. Mohon kiranya Engkau ridho mengampuni dosa-dosa kami dan dosa-dosa Saudaraku yang membaca TahajudCall ini. Pun pula, Engkau ridho menganugerahkan keselamatan, kesehatan, umur panjang penuh berkah, rezeki halal, ilmu yang bermanfaat, dan kemudahan dalam menghadapi aneka persoalan hidup kepada kami semuanya._*