Prof Agustitin: WALAUPUN VIRUS CORONA MASIH BELUM USAI DI SAAT IDUL FITRI, AKAN TETAPI TETAPLAH BERSILATURAHMI

banner post atas

Umat Islam akan merayakan Idul Fitri 1441 H di tengah-tengah virus corona masih berpandemi. 

Namun meski begitu, kita tetap melaksanakan silaturahmi teknologi.yang kita bisa_

Silaturahmi merupakan salah satu amalan mulia. Banyak ayat Alquran dan hadis menganjurkan kita untukSMG menyambung tali silaturahmi. Meski kini masih pandemi virus corona, kita tetap bersilaturahmi saat idul fitri.

Iklan

Di hari Idul Fitri saat nanti kita bersilaturahmi dengan saudara, kerabat, maupun handai tolan. Kita bersilaturahmi dengan wahana teknologi melalui media sosial, saling mengirim makanan, hadiah , atau saling mendoakan.

ALLAH berfirman dalam kitab suci Alquran yang artinya
“Hai sekalian manusia. Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.”_*

“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya, kamu saling meminta antara yang satu dengan yang lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”_*
( QS. An-Nisa: 1 )

RASULULLAH SAW pun memerintahkan umatnya untuk menyambung tali silaturahim. Hal ini sesuai dengan sabda beliau (yang artinya) seperti yang di bawah ini.

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, muliakanlah tamunya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, sambunglah tali silaturahmi. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, katakanlah yang baik atau diam.”_* (HR. Bukhari).

BAHKAN, terdapat ancaman serius bagi orang yang memutus tali silaturahmi. Rasulullah SAW bersabda (yang artinya) seperti yang di bawah ini.

*_“Tidak masuk surga orang yang memutus silaturahmi.”_* (HR. Bukhari–Muslim).

DI antara keutamaan menyambung tali silaturahmi adalah diluaskan rezeki dan dipanjangkan umur. Rasulullah SAW bersabda (yang artinya) seperti yang di bawah ini.

BACA JUGA  Selamat Jalan Ramadhan, InsyaAllah Kita Berjumpa Kembali

*_“Barangsiapa ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, sambunglah tali silaturahmi.”_* (HR. Bukhari–Muslim).

SEJATINYA, Alquran tidak memberikan bentuk secara khusus perihal silaturahmi. Setiap manusia diperbolehkan menyambung tali kasih sayang (silaturahmi) dengan sesamanya dengan beragam cara sesuai dengan kesanggupan dan kemampuan masing-masing.

KITA hidup di era teknologi sehingga kita bersyukur atas kemajuan teknologi. Bersyukur karena teknologi mutakhir bisa dipilih menjadi alternatif untuk mendekatkan hubungan yang telah berjarak dan merekatkan kembali hubungan yang sempat merenggang.

BAHWA menyambung tali kasih sayang terhadap saudara, keluarga jauh, teman, kerabat sangat penting-bukan hanya ingin memperbanyak kawan, melainkan juga pesan sosial yang langsung disebut dan diperintahkan dalam Alquran. Salah satunya seperti yang di bawah ini.

*_“Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.”_* (Qs. ar-Ra’du: 21)

KEMUDIAN, timbul pertanyaan: bagaimana bentuk silaturahmi di masa pandemi wabah virus corona (Covid-19) saat Idul Fitri saat ini? Bagaimana semestinya kita menyambung ikatan tali kasih sayang ini?

MENGINGAT bahwa pertemuan secara fisik atau _physical distancing_ diupayakan untuk dikurangi (dihindari), atau bahkan tidak sama sekali guna menekan penyebaran virus corona yang lebih luas, maka, atas kemajuan teknologi komunikasi, menyambung tali silaturahmi masih bisa dilakukan dengan sarana media sosial (medsos).

DENGAN demikian, silaturrahmi via media sosial menjadi pilihan terbaik di masa pandemi ini. Bentuk lainnya seperti apa?

KITA juga bisa saling mengirim makanan, hadiah sederhana, dan lain sebagainya. Namun, jika belum mampu dalam bentuk materi, tentu kita masih bisa memberikan hadiah terbaik berupa doa. Kita mendoakan agar saudara, kerabat, teman sejawat yang jauh selalu dalam kondisi sehat lahir batin serta dalam penjagaan-Nya.

BACA JUGA  Hadist Hari Ini Rabo 04 Robiul Awwal 1442

*رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ*

*Rabbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lana Mil-Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab*

_Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”
(QS. Ali Imran: 7)_

*يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ*

*Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik*

_Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di! atas agama-Mu.” (HR. Ahmad dan at Tirmidzi)_

*اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ*

*Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa ‘Alaa Thaa’atik*

_Artinya: “Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu
(HR Muslim).”