Prof Agustitin: KONTEMPELASI

banner post atas

Di dalam menjalani kehidupan ini banyak banyaklah berbuat untuk kehidupan duniamu, karena akan membuktikan derajatmu di atasnya, beramallah untuk akhiratmu, karena engkau akan kekal di dalamnya, beraktivitaslah dalam (mencari ridla) Allah seberapa perlumu kepadaNya dan berjuanglah untuk (menghindar) dari neraka sebesar apa tingkat kesabaranmu untuk menghadapinya”.*

*Untung, jika amalan-amalan yang kita lakukan sesuai dengan standar yang diperintahkan Allah melalui rasulNya, akan merugi bagi mereka yang tidak menjalankan amalan bersesuaian dengan perintah dan juga tuntunan rasulNya*

*Orang yang beruntung adalah mereka yang menjadikan akhirat adalah tujuan segala amalannya dan sebaliknya akan merugi mereka yang menjadikan amalannya hanya untuk dunia. Firman Allah dalam surat al-Syura/42:20.*

Iklan

*Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami akan berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat”.*

*Ayat tersebut menunjukkan bahwa sesiapa yang berbuat dengan harapan akhirat, maka hasilnya akan diberikan pahala di akhirat dan ditambahkan manfaat di dunia, namun bagi mereka yang hanya bertujuan kehidupan dunia, maka akan diberikan sebahagian kenikmatan (manfaat) duniawi tanpa mendapatkan bahagian ukhrawinya.*

*Rugi dan rugilah mereka-mereka yang hanya mengejar manfaat duniawi tanpa menghasilkan manfaat ukhrawi yang besar dan kekal. Namun hendaklah memperhatikan amal yang kita lakukan, berapa banyak orang yang beramal terlihat ukhrawi, namun tidak memperoleh nilai akhirat karena “rusak niatnya” dan berapa banyak orang melakukan perbuatan “terlihat” duniawi namun mendapatkan nilai ukhrawi karena niatnya yang tulus dan bersih.*

*Niat adalah keyword dari seluruh amal kita, jika niat baik dan karena Allah, sekalipun terlihat amalan dunia, maka akan mendapatkan manfaat dunia sekaligus manfaat akhirat, namun jika niat tidak dapat dikelola dengan baik, maka amalan akhirat yang kita lakukan hanya akan berdampak untuk kehidupan dunia semata, tanpa memperoleh hasil akhirat.*

BACA JUGA  Prof Dr H Agustitin: MEMBANGUN KASIH SAYANG DAN CINTA

*Katakanlah: “Apakah akan Kami posthukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia [maksudnya, tidak beriman kepada pembangkitan di hari Kiamat, hisab dan pembalasan], maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari Kiamat. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.” (QS Al Kahfi [18]: 103-106)*
 
*Harta, jabatan, paras-wajah, gelar, popularitas dan segala pernak-pernik dunia serta kuantitas amaliah tidak jarang memperdaya banyak orang. Sehingga muncul egoisme, ujub (membanggakan diri sendiri), merasa paling baik, paling hebat, paling shalih dari orang lain. Menganggap diri sendiri “the best”. Boleh jadi ia memang “the best” di mata kebanyakan manusia. Namun, apakah juga ia termasuk orang yang paling hebat, bahagia dan shalih di sisi Allah Azza Wajalla?.*
*SEMOGA CAHAYA ILLAHIROBBI SENANTIASA MENERANGI JALAN HIDUP KITA*