SMP Nahdlatul Wathan Jakarta Sukses Gelar IHT Sosialisasi dan Pelatihan Penerapan LMS untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
JAKARTA — SMP Nahdlatul Wathan Jakarta sukses menggelar kegiatan In-House Training (IHT) dengan agenda sosialisasi dan pelatihan penerapan Learning Management System (LMS). Acara yang dihadiri oleh pimpinan sekolah, jajaran dewan guru, serta staf ini dilangsungkan di ruang rapat lantai 2 gedung sekolah, Selasa (22/7).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an surat Al Fatihah dan shalawat Nahdhatain oleh Ust. Muh. Husni Zaini, S.PdI, dilanjutkan dengan laporan rangkaian acara. Puncak pembukaan IHT ditandai secara resmi oleh Kepala Sekolah SMP Nahdlatul Wathan Jakarta, H. M. Sarbini, S.Ag.

Dalam sambutannya, H. M. Sarbini menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan melalui adaptasi teknologi secara bertahap. Terlebih, sekolah saat ini tengah mempersiapkan berbagai instrumen penting menyambut proses akreditasi, termasuk evaluasi diri sekolah (EDS) yang telah terintegrasi dalam sistem.
“Pertemuan kali ini sangat bermanfaat untuk kemajuan kita selangkah demi langkah. Kita tidak pernah berhenti untuk belajar dan meningkatkan kualitas dalam mendidik putra-putri kita agar menjadi anak-anak yang berguna bagi bangsa, agama, dunia, dan akhirat,” ujar H. M. Sarbini di hadapan para guru yang hadir.
Uraian Materi dan Simulasi Sistem oleh Operator Sekolah
Sesi inti acara diisi oleh pemaparan materi sekaligus simulasi teknis penggunaan aplikasi Learning Management System oleh operator sekolah, Abdul Rohim, S.PdI.
Dalam pemaparannya, Abdul Rohim menjelaskan bahwa unit sistem manajemen sekolah ini dirancang secara komprehensif untuk mengintegrasikan berbagai kebutuhan administrasi dan kegiatan belajar mengajar, mulai dari tingkat manajemen hingga kelas. Beberapa fitur utama yang diperkenalkan meliputi:
-
Manajemen Data Pegawai dan Hak Akses: Pengaturan peran pengguna yang disesuaikan dengan tugas masing-masing, mulai dari guru, wali kelas, wakil kurikulum, operator, hingga akses khusus bagi orang tua siswa.
-
Sistem Absensi Digital Real-Time: Simulasi pencatatan kehadiran guru (datang dan pulang) serta integrasi absensi siswa melalui kartu akses untuk memastikan transparansi laporan kehadiran.
-
Fitur E-Learning dan Evaluasi Pembelajaran: Mendukung proses digitalisasi kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.
-
Pusat Informasi dan Catatan Kesiswaan: Fitur pencatatan pelanggaran dan prestasi siswa yang terhubung langsung dengan notifikasi kepada orang tua secara personal dan terjaga kerahasiaannya.
Sesi sosialisasi ini juga diwarnai dengan tanya jawab interaktif antara para guru dan narasumber guna membahas teknis penerapan di lapangan. Sebagai langkah awal, pihak sekolah berencana untuk menerapkan sistem baru ini secara bertahap, dimulai dari kelas tingkat rendah guna memastikan efektivitas adaptasi teknologi bagi guru, siswa, dan orang tua.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Arif, S.PdI, dengan harapan seluruh rangkaian program inovasi digital ini dapat berjalan lancar serta membawa berkah dan kemajuan bagi mutu pendidikan di lingkungan SMP Nahdlatul Wathan Jakarta.
(Kontributor / Redaksi SinarLIMA)




